Anton Issoedibjo: Kehangatan Itu Telah Pergi

Hari beranjak menuju tengah malam. Seorang teman di Facebook, Netta Kusumah Dewi,  memasang berita duka ini:

Innalillahi wainnaillaihi rojiun

Telah berpulang ke Rahmatullah anak, kakak, ayah, eyang kakung kami,

dr  H Anton Kusuma Judianto bin Issoedibjo pada hari Selasa, 10 September 2019, pk 22.45 WIB.

Jenazah disemayamkan di Rumah duka, jln BDN II/58, Cilandak – Jkt Selatan dan akan dimakamkan pada hari Rabu, 11 September 2019 bada’ dzuhur di Pemakaman Jeruk Purut – Jkt Selatan

(Kel Issoedibjo)

Anton Issoedibjo, seorang pencipta lagu produktif di era 1970an – 1980an dengan banyak karya untuk musik Indonesia telah berangkat menuju ke keabadian. Ingatan saya langsung kembali ke tahun 2009 ketika saya pertama dan terakhir bertemu beliau di hotel Novotel Yogyakarta yang ceritanya saya tulis di sini. Continue reading

Di Prambanan Jazz, RSD Masih Ada

masih ada cinta yang tersisa
ku berikan bila kau berubah
masih ada kesempatan kita
tuk membina semua cinta ini

Cuplikan bait kedua lagu “Masih Ada” yang dibawakan trio vokal neng geulis asal Bandung Rida Sita Dewi (RSD) menjadi afirmasi bahwa trio ini memang masih ada di hati para pecinta musik Indonesia. Lagu yang dibawakan sebagai pembuka penampilan mereka di ajang Prambanan Jazz Festival kelima pada tanggal 6 Juli 2019 yang lalu segera mendapatkan sambutan riuh penonton yang memang sudah tak bisa menahan rasa kangen penampilan trio yang menyatakan bubar di tahun 2003 namun bersatu kembali untuk membina semua cinta ini pada penggemarnya.

Continue reading

Prambanan Jazz: Festival Musik Kaum Milenial

Bagi Generasi Baby Boomer dan Generasi X, membeli barang dilakukan di toko yang umumnya menjual barang yang dikehendaki. Membeli sepatu ya di toko sepatu. Membeli baju ya di toko baju dan seterusnya. Sementara itu, bagi Generasi Milenial alias Generasi Y dan Z, pola membeli barang telah berubah. Apa yang menjadi kebutuhan mereka dapat ditemukan di satu tempat yang memfasilitasi para pedagang menawarkan berbagai macam barang jualan. Munculnya toserba atau toko serba ada dan pusat perbelanjaan di awal tahun 80-an menjadi permulaan berdirinya tempat yang lebih besar dan masal di tahun-tahun setelahnya. Mal, plaza, hypermart dan tempat-tempat belanja terpadu yang besar menjadi tujuan melakukan aktivitas pemenuhan kebutuhan.
Continue reading

Air Supply – Masih Menggeliat

Duo Air Supply asal Australia yang menyanyikan lagu-lagu cinta singgah di Indonesia dalam rangkaian konser tur memperingati 40 tahun usia eksistensi mereka di blantika musik dunia. Kali ini, mereka hanya melakukan pertunjukan di dua kota, Malang dan Yogyakarta.

Air Supply 40th Anniversary Tour Concert
Rabu, 11 Maret 2015, Grand Ballroom Hotel Tentrem, Yogyakarta

Jika ukuran keberhasilan tontonan adalah keterlibatan penonton di pertunjukan dan jumlah tiket terjual, Air Supply sukses melakukannya di Yogyakarta. Menurut Anas Sahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia sebagai penyelenggara, 2000 tiket pada empat kelas habis terjual. Bahkan untuk kelas Platinum seharga Rp 1.500.000,00 yang untuk ukuran Yogyakarta adalah sebuah harga yang sangat mahal. Konser dimulai pukul 20.05 dengan ditandai gemuruh drum bak gempa bumi sebagai intro lagu ‘Even The Nights Are Better’. Konser berdurasi 90 menit ini menyajikan lima belas lagu. Persis seperti yang dijanjikan oleh Russel Hitchcock pada konferensi pers beberapa saat sebelum pertunjukan dimulai. Continue reading

Di Balik Panggung Jikustik Reunian

Waktu beranjak mendekati pukul 23.00. Beberapa orang yang bertugas di FOH (Front of House) pada pagelaran Jikustik Reunian di Grand Pacific Hall, Yogyakarta masih serius menjalankan tugasnya mengatur agar gelaran ini sesuai naskah yang direncanakan dan tetap berjalan baik dan sempurna. Masing-masing masih berada di peralatan kendali tata suara dan segala hal yang mendukung kesempurnaan acara ini. Continue reading

Jikustik Reunian – Sebuah Reuni Sesungguhnya

Grand Pacific Hall, Yogyakarta, 29 Maret 2019.

Sepuluh menit setelah pembawa acara Anang Batas dan Awang Adjiewasita membuka dan mengawali acara malam itu dengan introduksi berupa biografi singkat group yang menjadi bintang malam itu dengan canda dan plesetan yang sangat akrab dengan Yogyakarta, waktu beranjak ke sepuluh menit menuju pukul sembilan malam. Suasana gedung yang gelap gulita disertai suara-suara personil Jikustik formasi awal memasuki dunia industri musik Indonesia terputar. Suara Adhi Nurdin (Dadik), Adhitya Bagaskara (Adhit), Aji Mirza Hakim (Icha), Carolus Liberianto (Carlo) dan Pongki Barata (Pongki) terdengar memberikan pendapat tentang lagu “Maaf” disertai tulisan yang terpampang pada putaran rekaman video. Continue reading

Kuaetnika – Sesaji Nagari

“Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country.” – John F Kennedy

Kutipan di atas dicetuskan oleh Presiden John F Kennedy pada upacara pelantikannya sebagai Presiden Amerika Serikat ke-35 di tahun 1961. Kalimat tersebut menjadi kontekstual diterapkan saat ada warga negara “menggugat” pemerintah yang dirasakan tak memberi apa-apa. Pemerintah yang sudah melakukan banyak hal untuk mengangkat kehidupan rakyat masih dirasa kurang sehingga yang terjadi adalah tuntutan. Idealnya, seperti kutipan di atas, rakyat bisa melakukan sesuatu untuk negara.

Continue reading