Kerispatih 14 Tahun – Perjuangan Belum Selesai

Tak ada yang lebih membahagiakan seorang pengagum sebuah band selain melihat band idolanya terus bisa berjalan, menghasilkan karya-karya indah yang membuat kecintaan terhadap band itu terus tumbuh.

Perjalanan sebuah band adalah putaran sebuah roda. Posisi katub ban yang merupakan nyawa kadang berada di atas dan sesekali berada di bawah. Sebagaimana hidup manusia pada umumnya, ini adalah hukum alam. Posisi katub di atas adalah simbol kejayaan. Sedangkan posisi katub di bawah adalah simbol kemerosotan. Tentu semua ingin selalu di atas dan bagaimana caranya supaya katub roda itu tetap berada di atas. Continue reading

Merenda Kasih Supershow

Bagi sebuah group besar seperti Kahitna, memberi judul pertunjukan dengan mengambil judul karya yang dihasilkannya bukanlah hal yang sulit.

Di tahun ini, Kahitna mempertunjukkan konser yang diberi judul Merenda Kasih yang dimulai di kota Surabaya dan berlanjut di kota Solo beberapa hari yang lalu. Entah kota mana lagi yang akan disinggahi Kahitna untuk menggelar konser yang judulnya diambil dari karya yang ada di album mereka, album II (Cantik) tahun 1996. Continue reading

Merenda Kasih

Dua tahun lalu (baru) mendapatkan CD album Kaulah Segalanya (1992) yang memperlengkap koleksi karya Ruth Sahanaya berbentuk kaset & CD (kecuali album Pop Amboina yang hanya ada dalam bentuk kaset).
Dari album inilah Ruth Sahanaya mendapat penghargaan di Finlandia lewat lagu Kaulah Segalanya.
Di album ini juga terdapat lagu Merenda Kasih ciptaan Yovie Widianto yang juga dimasukkan ke album Kahitna II (Cantik), 1996.
Merenda Kasih diciptakan saat Kahitna masih merupakan “cafe to cafe” band di Bandung dan frasa itu akhirnya menjadi tajuk konser Kahitna yang sudah mereka pertunjukkan di Surabaya beberapa saat lalu dan akan ditampilkan di Solo pada tanggal 14 April yang akan datang.
Siap merenda kasih? 😍😍😍

 

Kasih Tak Sampai

Entah kenapa tiba-tiba saya ingin sekali menulis cerita berdasarkan lagu Kasih Tak Sampai yang ada di album kedua Padi, Sesuatu Yang Tertunda yang dirilis enam belas tahun lalu. Mungkin karena baru dua minggu lalu saya menyaksikan penampilan Musikimia secara langsung di sebuah gedung olah raga yang kini sering digunakan untuk pertunjukan musik? Continue reading

21 Tahun Jikustik

images-1

Tak perlu menilik masa lalu
Yang sudah terjadi, terjadilah
Waktu tak mungkin kau kalahkan
Hanya untuk sebuah kenangan

Pasangan hidup t’lah kau temukan
Do’a mu t’lah diberi jawaban
Hidupmu jangan kau pertaruhkan
Hanya demi mengulang kenangan

Jangan pernah merasa hidup ini tak adil
Kau tak akan bisa mendapatkan semua
Aku akan lanjutkan
Langkah yang sempat tertahan
Pulanglah padanya kedalam pelukannya

Selamat hari jadi ke-21, band idola
Terus berjalan menatap ke depan, selalu ada kesempatan melangkah dan menebar cinta sampai samudra mengering….

Emerald BEX – Sebuah Memori, Improvisasi & Atraksi di Ngayogjazz

Ngayogjazz, sebuah perhelatan jazz ndeso yang gaungnya sudah menasional, adalah sebuah perhelatan unjuk kebolehan bermain musik jazz sesungguhnya. Di kala banyak event yang menyematkan kata jazz namun sebagian besar penampilnya bermain di genre pop yang populis, Ngayogjazz konsisten, menurut istilah Hatta Kawa salah satu board pagelaran ini, hanya menyematkan prosentase kecil musisi yang bermain di ranah pop. Itu pun dengan syarat musik yang mereka mainkan berbalut jazz.

Puluhan artis yang tampil di acara setahun sekali di Yogyakarta selalu memberi dilema penampil mana yang hendak ditonton. Campuran musisi lama dan tunas-tunas muda yang terus berkembang memainkan jazz menjadi adonan yang hasilnya bikin mabok ketika harus memilih. Entah apa rahasia dapur ramuan mereka sehingga bisa menyodorkan buah simalakama bagi penonton yang serius ingin menikmati musik jazz secara live di enam panggung berbeda pada saat yang bersamaan. Continue reading

Ngayogjazz: Perbelanjaan Modern di Pasar Tradisional

Menghadiri pagelaran Ngayogjazz seperti berada di perbelanjaan modern (pasar swalayan) di pasar tradisional. Ngayogjazz yang selalu diadakan di desa pada tahun ke-10 pelaksanaannya tahun ini diadakan pada hari Sabtu Pon, 19 November 2016 di Padukuhan Kwagon, Godean, Sleman dengan tema Hamemangun Karyenak Jazzing Sasama yang terinspirasi dari Pupuh Sinom Serat Wedhatama karya Mangkunegara IV. Ungkapan tema ini berasal dari kata Amemangun Karyenak Tyasing Sasama yang artinya berbuat untuk menyenangkan hati sesama manusia. Lengkapnya bisa di baca di sini

Hiraukan sejenak tentang tema tahun ini yang membutuhkan konsentrasi linguistik tingkat tinggi nan filosofis dan agak sulit dihafalkan. Lebih baik saya melanjutkan tentang pasar swalayan di pasar tradisional saja. Ini adalah sebuah cerita pengalaman menghadiri Ngayogjazz tahun lalu yang diadakan di Desa Pandowoharjo, Sleman. Continue reading