Lagu Yogyakarta Bukan Kreasi KLa Project?

Lagu Yogyakarta Bukan Kreasi KLa Project?

Minggu 19 Juli 2020 sore, seorang teman penggila karya-karya KLa Project mengirim pesan bahwa ada yang mengunggah tulisan di akun sosial media Facebook bahwa lagu “Yogyakarta” yang terdapat di album KLa Project Kedua (1990) dan “Tak Bisa Ke Lain Hati” dari album Pasir Putih (1992) merupakan sebuah puisi yang diciptakannya puluhan tahun lalu. Pengunggah tulisan itu bernama Sem Cornelyoes Bangun.

 

Continue reading

Glenn Fredly – Penyanyi Penuh Cinta & Kasih

Dua minggu yang lalu, 8 April 2020. Waktu beranjak lima belas menit menuju pukul 20.00. Saat sedang mengisi metadata pada lagu-lagu yang ada di perpustakaan musik saya, notifikasi komunikasi telepon pintar berbunyi. Seorang teman bertanya: Koq barusan ada yg nanya Glenn meninggal. Benarkah?” Teman ini beberapa kali sebelumnya meminta konfirmasi saat dia mendengar atau membaca berita tentang Glenn Fredly. Berita apa saja yang receh. Glenn memang sasaran empuk berita tidak benar karena dia punya nilai berita yang tinggi. Continue reading

Trie Utami – Kekasih Bayangan

sumber foto: dokumentasi Trie Utami

Banyak yang mengenalnya sebagai vokalis band Krakatau, Trie Utami adalah seniman tulen serba bisa yang menguasai banyak hal. Menyanyi, pasti. Dia juga bisa memainkan piano klasik, menari, melukis, dan juga bermain teater. Trie Utami yang seorang multi lingual (menguasai beberapa bahasa asing) adalah juga seorang guru vokal, penulis buku dan juga pencipta lagu. Lagu-lagunya bertebaran di album-album Krakatau, album-album solonya dan juga dibawakan oleh beberapa penyanyi Indonesia seperti Harvey Malaihollo dan Titi DJ. Perjalanan musikalnya menghasilkan banyak album baik bersama Krakatau, 7 Bintang, Rumpies, Canizzaro, kolaborasi dengan beberapa penyanyi lain maupun album solo. Continue reading

Tentang Hak Cipta

Beberapa saat yang lalu, Doadibadai Hollo atau lebih dikenal dengan Badai berbicara tentang UU Hak Cipta atau Intellectual Property Rights di media sosial Instagram. Yang menjadi poin adalah betapa miskinnya orang akan penghargaan hak cipta. Pelanggaran hak cipta terjadi entah karena ketidaktahuan, ketidakmautahuan atau kenaifan. Badai sedang membahas tentang hak cipta di lingkungan musik atau lagu walaupun sebenarnya pelanggaran hak cipta ini bisa juga terjadi pada bentuk karya lain seperti tulisan atau foto. Continue reading

Ngayogjazz 2019 – Kesedihan Yang Masih Tersisa Dan Optimisme Yang Terus Ada

16 November 2019 sore menjelang pembukaan Ngayogjazz di Padukuhan Kwagon Desa Sidorejo, Godean, Yogyakarta, terlihat sosok Bernadette Ika Sari alias Petra, istri almarhum Djaduk Ferianto, bersama Gallus Presiden Dewagana, Kadinda Rani Nyaribunyi dan Eugenia Rajane Tetabuhan di sekitar Panggung Gendeng, panggung yang digunakan untuk seremoni pembukaan Ngayogjazz.

Bagi beberapa orang mendatangi sebuah perhelatan atau pesta saat masa berkabung masih berlangsung merupakan suatu pantangan. Dalam kasus ini, bisa dipahami bahwa Petra bersama anak-anaknya mendatangi gelaran ini karena almarhum Djaduk adalah pencetus Ngayogjazz. Sebuah pertanyaan saya ajukan: “Mbak Petra ning kene tekan wengi? (Mbak Petra di sini sampai malam? – red)”. Dia menjawab: “Iyo. Nek ora, sopo sing ngancani Mas Djaduk? (Iya. Klo enggak, siapa yang menemani Mas Djaduk? – red).” Continue reading

Djaduk Ferianto – Seniman Besar Itu Telah Pergi

Pagi ini, saya dibangunkan oleh panggilan telepon dari teman di Jakarta. Belum sempat saya menerima panggilan, telepon terputus. Saya langsung menelepon balik namun tak terjawab. Lalu saya membaca pesan dari sang penelepon yang terikirim pagi hari sebelum saya terbangun. Pesan yang dikirim pukul 4.38 isinya sungguh mengejutkan: “Mas Djaduk sudah ndak ada…duh Gusti“. Sekejap, telepon berbunyi lagi dari sang pengirim berita lalu kami bercakap. Suara tangis sang penelepon terdengar lirih. Saya masih antara terbangun dan tidak. Continue reading

Sari Koeswoyo – Pejuang Berhati Lembut Nan Cantik

Beruntungnya saya saat hari Kamis lalu, 19 September 2019, unggahan foto-foto Sari Koeswoyo muncul di lini masa akun sosial media saya. Ah….. rupanya doi sedang di Yogya. Maka, saya langsung berkomentar di dinding akunnya dan menyatakan ingin berjumpa dan meminta tanda tangan. Komunikasi tercipta dan terencanakan sebuah pertemuan. Sampai dengan hari Jumat, pertemuan itu masih belum final. Baru pada Sabtu malam kami membuat kesepakatan bertemu hari Minggu malam di suatu tempat kuliner nan tersohor karena seharian di hari Minggu Sari masih ingin berkunjung dari candi ke candi yang ada di sekitaran Prambanan. Continue reading

Anton Issoedibjo: Kehangatan Itu Telah Pergi

Hari beranjak menuju tengah malam. Seorang teman di Facebook, Netta Kusumah Dewi,  memasang berita duka ini:

Innalillahi wainnaillaihi rojiun

Telah berpulang ke Rahmatullah anak, kakak, ayah, eyang kakung kami,

dr  H Anton Kusuma Judianto bin Issoedibjo pada hari Selasa, 10 September 2019, pk 22.45 WIB.

Jenazah disemayamkan di Rumah duka, jln BDN II/58, Cilandak – Jkt Selatan dan akan dimakamkan pada hari Rabu, 11 September 2019 bada’ dzuhur di Pemakaman Jeruk Purut – Jkt Selatan

(Kel Issoedibjo)

Anton Issoedibjo, seorang pencipta lagu produktif di era 1970an – 1980an dengan banyak karya untuk musik Indonesia telah berangkat menuju ke keabadian. Ingatan saya langsung kembali ke tahun 2009 ketika saya pertama dan terakhir bertemu beliau di hotel Novotel Yogyakarta yang ceritanya saya tulis di sini. Continue reading

Di Prambanan Jazz, RSD Masih Ada

masih ada cinta yang tersisa
ku berikan bila kau berubah
masih ada kesempatan kita
tuk membina semua cinta ini

Cuplikan bait kedua lagu “Masih Ada” yang dibawakan trio vokal neng geulis asal Bandung Rida Sita Dewi (RSD) menjadi afirmasi bahwa trio ini memang masih ada di hati para pecinta musik Indonesia. Lagu yang dibawakan sebagai pembuka penampilan mereka di ajang Prambanan Jazz Festival kelima pada tanggal 6 Juli 2019 yang lalu segera mendapatkan sambutan riuh penonton yang memang sudah tak bisa menahan rasa kangen penampilan trio yang menyatakan bubar di tahun 2003 namun bersatu kembali untuk membina semua cinta ini pada penggemarnya.

Continue reading

Prambanan Jazz: Festival Musik Kaum Milenial

Bagi Generasi Baby Boomer dan Generasi X, membeli barang dilakukan di toko yang umumnya menjual barang yang dikehendaki. Membeli sepatu ya di toko sepatu. Membeli baju ya di toko baju dan seterusnya. Sementara itu, bagi Generasi Milenial alias Generasi Y dan Z, pola membeli barang telah berubah. Apa yang menjadi kebutuhan mereka dapat ditemukan di satu tempat yang memfasilitasi para pedagang menawarkan berbagai macam barang jualan. Munculnya toserba atau toko serba ada dan pusat perbelanjaan di awal tahun 80-an menjadi permulaan berdirinya tempat yang lebih besar dan masal di tahun-tahun setelahnya. Mal, plaza, hypermart dan tempat-tempat belanja terpadu yang besar menjadi tujuan melakukan aktivitas pemenuhan kebutuhan.
Continue reading