Sajian Tonggak Sejarah Musik Indonesia – Tentang Konser Badai Pasti Berlalu Plus di Yogyakarta

Jika saja Slamet Rahardjo, salah satu pemeran di film Badai Pasti Berlalu (BPB), tidak melakukan persuasi terhadap Teguh Karya, sang sutradara film, agar album OST BPB yang dinyanyikan oleh Broery Pesulima digantikan oleh Chrisye, mungkin album ini takkan menjadi tonggak sejarah musik Indonesia. Continue reading

Advertisements

Jikustik – Tuhan Itu Ada

Dalam sebuah kesempatan manggung, Ariel (Noah) mengatakan beberapa Sahabat Noah menanyakan mengapa Noah tidak atau belum merilis album religi. Dijawab oleh Ariel bahwa lagu bersifat universal. Tergantung bagaimana kita menginterpretasikan lagu tersebut. Lagu yang liriknya biasa dan dianggap lagu cinta pun bisa saja diterjemahkan sebagai lagu religi. Continue reading

Kerispatih 14 Tahun – Perjuangan Belum Selesai

Tak ada yang lebih membahagiakan seorang pengagum sebuah band selain melihat band idolanya terus bisa berjalan, menghasilkan karya-karya indah yang membuat kecintaan terhadap band itu terus tumbuh.

Perjalanan sebuah band adalah putaran sebuah roda. Posisi katub ban yang merupakan nyawa kadang berada di atas dan sesekali berada di bawah. Sebagaimana hidup manusia pada umumnya, ini adalah hukum alam. Posisi katub di atas adalah simbol kejayaan. Sedangkan posisi katub di bawah adalah simbol kemerosotan. Tentu semua ingin selalu di atas dan bagaimana caranya supaya katub roda itu tetap berada di atas. Continue reading

Merenda Kasih Supershow

Bagi sebuah group besar seperti Kahitna, memberi judul pertunjukan dengan mengambil judul karya yang dihasilkannya bukanlah hal yang sulit.

Di tahun ini, Kahitna mempertunjukkan konser yang diberi judul Merenda Kasih yang dimulai di kota Surabaya dan berlanjut di kota Solo beberapa hari yang lalu. Entah kota mana lagi yang akan disinggahi Kahitna untuk menggelar konser yang judulnya diambil dari karya yang ada di album mereka, album II (Cantik) tahun 1996. Continue reading

Merenda Kasih

Dua tahun lalu (baru) mendapatkan CD album Kaulah Segalanya (1992) yang memperlengkap koleksi karya Ruth Sahanaya berbentuk kaset & CD (kecuali album Pop Amboina yang hanya ada dalam bentuk kaset).
Dari album inilah Ruth Sahanaya mendapat penghargaan di Finlandia lewat lagu Kaulah Segalanya.
Di album ini juga terdapat lagu Merenda Kasih ciptaan Yovie Widianto yang juga dimasukkan ke album Kahitna II (Cantik), 1996.
Merenda Kasih diciptakan saat Kahitna masih merupakan “cafe to cafe” band di Bandung dan frasa itu akhirnya menjadi tajuk konser Kahitna yang sudah mereka pertunjukkan di Surabaya beberapa saat lalu dan akan ditampilkan di Solo pada tanggal 14 April yang akan datang.
Siap merenda kasih? 😍😍😍