Masih Ada Rida Sita Dewi Di Antara Kita

Mengingat peristiwa yang terjadi lebih dari 365 hari bukanlah hal mudah. Tapi, mengingat kenangan indah adalah lain cerita. Kenangan indah inilah yang hendak saya tuliskan kali ini. Pagelaran Prambanan Jazz 2019 menjadi salah satu perhelatan yang memberi kenangan indah buat saya. Saat acara tersebut mulai dipublikasikan, nama yang tersorot buat saya adalah trio vokal Rida Sita Dewi. Inilah kesempatan saya bertemu mereka bertiga dalam satu frame setelah sebelumnya saya bertemu Sita dan Dewi beberapa kali secara terpisah. Rida yang saya kenal paling awal di sosial media di antara ketiganya justru menjadi personil yang bungsu saya temui. Continue reading

Selintas Sunyi Kiki Maria

Seminggu yang lalu, seorang teman membuat unggahan tentang karya Kiki Maria, penyanyi tahun 80an, di akun Facebook miliknya. Unggahannya mendapatkan komentar dari teman-teman lain, termasuk saya. Seorang teman lain lagu menandai sebuah nama yang membuat saya mengklik tautan nama tersebut. Ternyata tautan tersebut adalah akun milik Kiki Maria. Tanpa pikir panjang, saya langsung ingin menambahkannya sebagai teman. Ternyata, akun tersebut sedang menunggu konfirmasi dari permintaan pertemanan dengan saya. Betapa kuper saya yang tak tau akun tersebut milik Kiki Maria yang memiliki suara khas dengan lagu-lagunya yang adem. Continue reading

Tohpati – Forever

Tohpati Ario Hutomo atau yang lebih dikenal sebagai Tohpati adalah seorang gitaris Indonesia yang produktif menghasilkan album. Album solonya dimulai pada tahun 1998 dengan tajuk self-titled. Berlanjut ke album Serampang Samba di tahun 2002 dan It’s Time di tahun 2008. Ketiga album yang diproduksi oleh Sony Music Indonesia itu menampilkan komposisi instrumen dan beberapa lagu yang berisi vokal. Continue reading

Sastra – Pongki Barata

 

Memulai karir di dunia kreasi lagu bersama mantan grup bandnya, Jikustik, Pongki Barata termasuk salah satu pencipta lagu produktif dan banyak lagunya yang menjadi hits. Sejak album pertama Jikustik di tahun 1999 yang edar secara indie, Pongki menjadi tulang punggung band tersebut dalam menghasilkan karya. “Maaf” di album pertama Jikustik – Seribu Tahun – yang dirilis setahun setelah album indie memperkenalkan Pongki pada dunia industri musik Indonesia. Lagu “Setia” yang dirilis setahun setelahnya pada edisi repackage membuat namanya diperhitungkan. Continue reading

Lagu Yogyakarta Bukan Kreasi KLa Project?

Lagu Yogyakarta Bukan Kreasi KLa Project?

Minggu 19 Juli 2020 sore, seorang teman penggila karya-karya KLa Project mengirim pesan bahwa ada yang mengunggah tulisan di akun sosial media Facebook bahwa lagu “Yogyakarta” yang terdapat di album KLa Project Kedua (1990) dan “Tak Bisa Ke Lain Hati” dari album Pasir Putih (1992) merupakan sebuah puisi yang diciptakannya puluhan tahun lalu. Pengunggah tulisan itu bernama Sem Cornelyoes Bangun.

 

Continue reading

Glenn Fredly – Penyanyi Penuh Cinta & Kasih

Dua minggu yang lalu, 8 April 2020. Waktu beranjak lima belas menit menuju pukul 20.00. Saat sedang mengisi metadata pada lagu-lagu yang ada di perpustakaan musik saya, notifikasi komunikasi telepon pintar berbunyi. Seorang teman bertanya: Koq barusan ada yg nanya Glenn meninggal. Benarkah?” Teman ini beberapa kali sebelumnya meminta konfirmasi saat dia mendengar atau membaca berita tentang Glenn Fredly. Berita apa saja yang receh. Glenn memang sasaran empuk berita tidak benar karena dia punya nilai berita yang tinggi. Continue reading

Trie Utami – Kekasih Bayangan

sumber foto: dokumentasi Trie Utami

Banyak yang mengenalnya sebagai vokalis band Krakatau, Trie Utami adalah seniman tulen serba bisa yang menguasai banyak hal. Menyanyi, pasti. Dia juga bisa memainkan piano klasik, menari, melukis, dan juga bermain teater. Trie Utami yang seorang multi lingual (menguasai beberapa bahasa asing) adalah juga seorang guru vokal, penulis buku dan juga pencipta lagu. Lagu-lagunya bertebaran di album-album Krakatau, album-album solonya dan juga dibawakan oleh beberapa penyanyi Indonesia seperti Harvey Malaihollo dan Titi DJ. Perjalanan musikalnya menghasilkan banyak album baik bersama Krakatau, 7 Bintang, Rumpies, Canizzaro, kolaborasi dengan beberapa penyanyi lain maupun album solo. Continue reading

Tentang Hak Cipta

Beberapa saat yang lalu, Doadibadai Hollo atau lebih dikenal dengan Badai berbicara tentang UU Hak Cipta atau Intellectual Property Rights di media sosial Instagram. Yang menjadi poin adalah betapa miskinnya orang akan penghargaan hak cipta. Pelanggaran hak cipta terjadi entah karena ketidaktahuan, ketidakmautahuan atau kenaifan. Badai sedang membahas tentang hak cipta di lingkungan musik atau lagu walaupun sebenarnya pelanggaran hak cipta ini bisa juga terjadi pada bentuk karya lain seperti tulisan atau foto. Continue reading

Ngayogjazz 2019 – Kesedihan Yang Masih Tersisa Dan Optimisme Yang Terus Ada

16 November 2019 sore menjelang pembukaan Ngayogjazz di Padukuhan Kwagon Desa Sidorejo, Godean, Yogyakarta, terlihat sosok Bernadette Ika Sari alias Petra, istri almarhum Djaduk Ferianto, bersama Gallus Presiden Dewagana, Kadinda Rani Nyaribunyi dan Eugenia Rajane Tetabuhan di sekitar Panggung Gendeng, panggung yang digunakan untuk seremoni pembukaan Ngayogjazz.

Bagi beberapa orang mendatangi sebuah perhelatan atau pesta saat masa berkabung masih berlangsung merupakan suatu pantangan. Dalam kasus ini, bisa dipahami bahwa Petra bersama anak-anaknya mendatangi gelaran ini karena almarhum Djaduk adalah pencetus Ngayogjazz. Sebuah pertanyaan saya ajukan: “Mbak Petra ning kene tekan wengi? (Mbak Petra di sini sampai malam? – red)”. Dia menjawab: “Iyo. Nek ora, sopo sing ngancani Mas Djaduk? (Iya. Klo enggak, siapa yang menemani Mas Djaduk? – red).” Continue reading

Djaduk Ferianto – Seniman Besar Itu Telah Pergi

Pagi ini, saya dibangunkan oleh panggilan telepon dari teman di Jakarta. Belum sempat saya menerima panggilan, telepon terputus. Saya langsung menelepon balik namun tak terjawab. Lalu saya membaca pesan dari sang penelepon yang terikirim pagi hari sebelum saya terbangun. Pesan yang dikirim pukul 4.38 isinya sungguh mengejutkan: “Mas Djaduk sudah ndak ada…duh Gusti“. Sekejap, telepon berbunyi lagi dari sang pengirim berita lalu kami bercakap. Suara tangis sang penelepon terdengar lirih. Saya masih antara terbangun dan tidak. Continue reading