Ngayogjazz 2019 – Kesedihan Yang Masih Tersisa Dan Optimisme Yang Terus Ada

16 November 2019 sore menjelang pembukaan Ngayogjazz di Padukuhan Kwagon Desa Sidorejo, Godean, Yogyakarta, terlihat sosok Bernadette Ika Sari alias Petra, istri almarhum Djaduk Ferianto, bersama Gallus Presiden Dewagana, Kadinda Rani Nyaribunyi dan Eugenia Rajane Tetabuhan di sekitar Panggung Gendeng, panggung yang digunakan untuk seremoni pembukaan Ngayogjazz.

Bagi beberapa orang mendatangi sebuah perhelatan atau pesta saat masa berkabung masih berlangsung merupakan suatu pantangan. Dalam kasus ini, bisa dipahami bahwa Petra bersama anak-anaknya mendatangi gelaran ini karena almarhum Djaduk adalah pencetus Ngayogjazz. Sebuah pertanyaan saya ajukan: “Mbak Petra ning kene tekan wengi? (Mbak Petra di sini sampai malam? – red)”. Dia menjawab: “Iyo. Nek ora, sopo sing ngancani Mas Djaduk? (Iya. Klo enggak, siapa yang menemani Mas Djaduk? – red).” Continue reading

Djaduk Ferianto – Seniman Besar Itu Telah Pergi

Pagi ini, saya dibangunkan oleh panggilan telepon dari teman di Jakarta. Belum sempat saya menerima panggilan, telepon terputus. Saya langsung menelepon balik namun tak terjawab. Lalu saya membaca pesan dari sang penelepon yang terikirim pagi hari sebelum saya terbangun. Pesan yang dikirim pukul 4.38 isinya sungguh mengejutkan: “Mas Djaduk sudah ndak ada…duh Gusti“. Sekejap, telepon berbunyi lagi dari sang pengirim berita lalu kami bercakap. Suara tangis sang penelepon terdengar lirih. Saya masih antara terbangun dan tidak. Continue reading

Sari Koeswoyo – Pejuang Berhati Lembut Nan Cantik

Beruntungnya saya saat hari Kamis lalu, 19 September 2019, unggahan foto-foto Sari Koeswoyo muncul di lini masa akun sosial media saya. Ah….. rupanya doi sedang di Yogya. Maka, saya langsung berkomentar di dinding akunnya dan menyatakan ingin berjumpa dan meminta tanda tangan. Komunikasi tercipta dan terencanakan sebuah pertemuan. Sampai dengan hari Jumat, pertemuan itu masih belum final. Baru pada Sabtu malam kami membuat kesepakatan bertemu hari Minggu malam di suatu tempat kuliner nan tersohor karena seharian di hari Minggu Sari masih ingin berkunjung dari candi ke candi yang ada di sekitaran Prambanan. Continue reading

Anton Issoedibjo: Kehangatan Itu Telah Pergi

Hari beranjak menuju tengah malam. Seorang teman di Facebook, Netta Kusumah Dewi,  memasang berita duka ini:

Innalillahi wainnaillaihi rojiun

Telah berpulang ke Rahmatullah anak, kakak, ayah, eyang kakung kami,

dr  H Anton Kusuma Judianto bin Issoedibjo pada hari Selasa, 10 September 2019, pk 22.45 WIB.

Jenazah disemayamkan di Rumah duka, jln BDN II/58, Cilandak – Jkt Selatan dan akan dimakamkan pada hari Rabu, 11 September 2019 bada’ dzuhur di Pemakaman Jeruk Purut – Jkt Selatan

(Kel Issoedibjo)

Anton Issoedibjo, seorang pencipta lagu produktif di era 1970an – 1980an dengan banyak karya untuk musik Indonesia telah berangkat menuju ke keabadian. Ingatan saya langsung kembali ke tahun 2009 ketika saya pertama dan terakhir bertemu beliau di hotel Novotel Yogyakarta yang ceritanya saya tulis di sini. Continue reading

Di Prambanan Jazz, RSD Masih Ada

masih ada cinta yang tersisa
ku berikan bila kau berubah
masih ada kesempatan kita
tuk membina semua cinta ini

Cuplikan bait kedua lagu “Masih Ada” yang dibawakan trio vokal neng geulis asal Bandung Rida Sita Dewi (RSD) menjadi afirmasi bahwa trio ini memang masih ada di hati para pecinta musik Indonesia. Lagu yang dibawakan sebagai pembuka penampilan mereka di ajang Prambanan Jazz Festival kelima pada tanggal 6 Juli 2019 yang lalu segera mendapatkan sambutan riuh penonton yang memang sudah tak bisa menahan rasa kangen penampilan trio yang menyatakan bubar di tahun 2003 namun bersatu kembali untuk membina semua cinta ini pada penggemarnya.

Continue reading

Prambanan Jazz: Festival Musik Kaum Milenial

Bagi Generasi Baby Boomer dan Generasi X, membeli barang dilakukan di toko yang umumnya menjual barang yang dikehendaki. Membeli sepatu ya di toko sepatu. Membeli baju ya di toko baju dan seterusnya. Sementara itu, bagi Generasi Milenial alias Generasi Y dan Z, pola membeli barang telah berubah. Apa yang menjadi kebutuhan mereka dapat ditemukan di satu tempat yang memfasilitasi para pedagang menawarkan berbagai macam barang jualan. Munculnya toserba atau toko serba ada dan pusat perbelanjaan di awal tahun 80-an menjadi permulaan berdirinya tempat yang lebih besar dan masal di tahun-tahun setelahnya. Mal, plaza, hypermart dan tempat-tempat belanja terpadu yang besar menjadi tujuan melakukan aktivitas pemenuhan kebutuhan.
Continue reading

Air Supply – Masih Menggeliat

Duo Air Supply asal Australia yang menyanyikan lagu-lagu cinta singgah di Indonesia dalam rangkaian konser tur memperingati 40 tahun usia eksistensi mereka di blantika musik dunia. Kali ini, mereka hanya melakukan pertunjukan di dua kota, Malang dan Yogyakarta.

Air Supply 40th Anniversary Tour Concert
Rabu, 11 Maret 2015, Grand Ballroom Hotel Tentrem, Yogyakarta

Jika ukuran keberhasilan tontonan adalah keterlibatan penonton di pertunjukan dan jumlah tiket terjual, Air Supply sukses melakukannya di Yogyakarta. Menurut Anas Sahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia sebagai penyelenggara, 2000 tiket pada empat kelas habis terjual. Bahkan untuk kelas Platinum seharga Rp 1.500.000,00 yang untuk ukuran Yogyakarta adalah sebuah harga yang sangat mahal. Konser dimulai pukul 20.05 dengan ditandai gemuruh drum bak gempa bumi sebagai intro lagu ‘Even The Nights Are Better’. Konser berdurasi 90 menit ini menyajikan lima belas lagu. Persis seperti yang dijanjikan oleh Russel Hitchcock pada konferensi pers beberapa saat sebelum pertunjukan dimulai. Continue reading