25 Tahun Cerita Cinta Kahitna

Ketika sebuah group band atau artis sudah berkarya selama 25 tahun dan masih berlanjut berkarya, pantaslah mereka disebut legenda hidup. Demikian juga Kahitna.
Tahun ini, Kahitna berkarya genap 25 tahun, atau orang menyebutnya tahun perak. Rangkaian prestasi selama 25 tahun ini dirayakan dengan sebuah karya besar Konser ‘Cerita Cinta 25 Tahun Kahitna’ di Jakarta Convention Center pada 15 September 2011 dimana sebanyak 3.500 tiket habis terjual.

Eforia konser Cerita Cinta ini berlanjut dengan dirilisnya kompilasi 25 Tahun Cerita Cinta yang berisi 28 lagu dalam 2 keping cakram atau pita magnetik berdurasi 110 menit. 25 lagu diambil dari seluruh album yang telah mereka hasilkan, dan 2 lagu fresh serta 1 lagu daur ulang karya Yovie Widianto sendiri, sang pentolan Kahitna.

Dua lagu yang benar-benar baru berjudul Aku Punya Hati dan Suami Terbaik. Satu lagu daur ulang adalah Pastikan yang dulunya dinyanyikan Imaniar pada Festival Lagu Populer Indonesia (FLPI) 1987.

The Band
Kahitna yang saat ini beranggotakan 9 pria bukanlah Kahitna formasi awal. Bersama Trie Utami sebagai vokalis pertamanya, Kahitna menyabet penghargaan pada Light Music Contest (LMC) 1986 sebagai 1st Outstanding Winner dan Trie Utami menjadi Vokalis Terbaik. Pada saat itu, Kahitna masih beranggotakan Yovie, Bubby, Danny, Hentriesa, Iwan dan Deddy serta Trie Utami. Berikutnya, tercatat Ruth Sahanaya, Netta KD dan Rita Effendy dan Ronni Waluya menjadi bagian dari Kahitna.
Di tahun 1989 mereka mengeluarkan single di album kompilasi. Pada saat itu, formasi mereka adalah Hedi Yunus, Rita Effendy, Neta Kesumah Dewi & Carlo Saba pada vokal dengan personil band Yovie Widianto (keyboard), Danny Daksinaputra (guitar), Tommy (bass guitar), Buddy (drum) dan Syarief Wiradz (perkusi).
Pada tahun 1991, KAHITNA meraih sukses dalam ajang BAND EXPLOTION di Tokyo. Di ajang itu mereka berjaya karena memadukan musik etnik madura dengan fusion pada lagu Lajeungan yang berasal dari Madura tapi dalam penulisan judulnya terpengaruh bahasa Sunda. Lajeungan (lajengan) artinya layang-layang.

Di tahun 1996, Ronnie Waluya yang sempat mengisi album pertama, memutuskan untuk keluar dari Kahitna. Formasi tanpa Ronnie Waluya ini berlanjut sampai album Permaisuriku (2000). Pada album berikutnya, Cinta Sudah Lewat (2003), masuklah Mario Ginanjar, yang pernah mengikuti ajang Asia Bagus. Formasi bersama Mario berlanjut sampai sekarang dan Kahitna menjadi solid sampai sekarang.

Kahitna adalah Cerita Cinta
Semua penggemar Kahitna pasti tau, karya-karya group ini selalu bersentuhan dengan cinta. Tema sederhana tentang cinta bisa menjadi lagu yang indah. Dan, jika kita bertanya pada pendengar Kahitna tentang lagu-lagu Kahitna, banyak dari mereka yang mengatakan “lagu ini gue banget!”. Itulah Kahitna. Itulah Yovie Widianto dan teman-temannya. Yovie memang identik dengan lagu cinta. Tak usah heran karena Yovie memang “titisan” David Foster, panutannya.

Cerita Cinta bukanlah lagu pertama yang dibawakan oleh Kahitna di dapur rekaman. Lagu pertama mereka di dunia rekaman adalah Adakah Dia yang muncul di kompilasi 10 Bintang Nusantara 2 dengan formasi seperti disebutkan di atas.

Begitu kuat dan melekatnya lagu yang sekaligus judul album pertamanya, Cerita Cinta, membuat KAHITNA identik dengan cerita cinta. Album ini dirilis tahun 1994, dengan formasi anggota Hedi Yunus, Ronnie Waluya & Carlo Saba pada vokal dan Yovie Widianto (keyboard), Doddy Is (bass), Andrie (gitar), Harry (perkusi), Bambang (keyboard) & Budiana (drum).

Kahitna melanjutkan karya mereka pada album II (Cantik) tanpa Ronnie Waluya di tahun 1996. Berlanjut ke album Sampai Nanti (1998), Permaisuriku (2000), kompilasi Best Of (2002), Cinta Sudah Lewat (2003), Soulmate (2006) dan Lebih Dari Sekedar Cantik (2010). Pada album Cinta Sudah Lewat sampai yang terakhir ini, suara Mario Ginanjar ikut memperkuat formasi band ini.

The Album
28 lagu di album ini terbagi menjadi 2 cakram atau format pita magnetik 110 menit. Sebagaimana tajuk pada album ini, jelaslah 28 lagu dikurangi 3 lagu baru (oleh Kahitna) artinya 25. 25 Tahun Cerita Cinta.

Sebagai sebuah band yang sudah berkarya selama 25 tahun, membuat kompilasi lagu terbaik bukanlah hal yang sulit. Mereka memiliki 74 lagu dari 7 album milik mereka ditambah 2 lagu yang ada di 2 album kompilasi (Terima Kasih Indonesia & Ibu Bangsa). Tambahan 2 lagu baru dan 1 lagu interpretasi ulang adalah sebuah pembuktian produktivitas seorang Yovie Widianto.

Kedua puluh lima lagu dari album-album Kahitna yang tersaji di album kompilasi ini hampir terbagi rata empat lagu dari tiap album. Hanya album Cerita Cinta dan Permaisuriku saja yang mendapat porsi 2 lagu untuk dimasukkan di kompilasi ini dan 5 lagu diambil dari album Cantik.

Sebagai seorang komposer produktif, lagu-lagu ciptaan Yovie Widianto juga dinyanyikan banyak pelantun lagu. Merenda Kasih pernah dinyanyikan oleh Ruth Sahanaya dan Dea Mirella, Bintang pernah dinyanyikan oleh Lingua, Takkan Terganti dan Menanti pernah dinyanyikan oleh Dea Mirella, Sebatas Mimpi pernah dinyanyikan Rita Effendy, dan Untukku pernah dinyanyikan sang legenda, Chrisye. Sementara, satu lagu ciptaan Carlo Saba (Setahun Kemarin) pernah pula dibawakan oleh Aji Mirza Hakim (Icha Jikustik).

Kahitna adalah Kahitna. Meskipun lagu-lagu tersebut di atas pernah dinyanyikan pelantun lain, kekuatan lagu yang dibawakan Kahitna memang tetap memberikan ciri khas dan kekuatan Kahitna.

Bagi penikmat Kahitna, ikut melagukan 25 lagu dari seluruh album Kahitna bak menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu-lagu wajib negara kita yang akhir-akhir ini kalah popular dengan lagu-lagu industri musik Indonesia. Tinggal tekan tombol “play”, mereka pun ikut bersenandung.

Last But Not Least
Satu catatan dari saya, bagus juga lagu Kita Bangun Negeri dari kompilasi Terima Kasih Indonesia (50 Tahun Merdeka) bisa dimasukkan ke kompilasi ini karena lagu ini (masih) sangat kontekstual dengan kondisi negara saat ini dimana banyak politisi yang notabene adalah pimpinan dan panutan hanya bisa berbicara, tak bisa memberikan aksi nyata dalam membangun negara tercinta.
So, selain memberikan lagu cinta kepada pendengarnya, baik juga Kahitna ikut membangkitkan pendengar lagu Indonesia untuk ikut membangun bangsa ini. “Berjuang bukan hanya bersuara, lebih berarti dengan karya nyata”

singo
penikmat lagu Indonesia

review ini sudah pernah saya muat di Note Facebook pada tanggal 29 Oktober 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s