Ari Lasso – Yang Terbaik

Lima tahun menanti album dari penyanyi sekelas Ari Lasso adalah sebuah penantian yang terlalu lama. Album terakhir sebelum ini berupa album Best Of (2007) dimana terselip satu lagu baru, Aku Dan Dirimu yang menampilkan Bunga Citra Lestari dan sisanya adalah kumpulan lagu-lagu dari album terdahulu.

Sedikit janggal ketika album ini diberi tajuk Yang Terbaikkarena album sebelumnya bertajuk sama. Hanya beda bahasa saja. Meskipun, di album ini terdapat lima lagu baru, pemilihan tajuk Yang Terbaik terasa kurang pas karena faktor album sebelumnya.

Anyway, 8 lagu di album ini tak perlu dibahas karena merupakan lagu-lagu dari album-album sebelumnya yang tak asing buat pendengar musik Indonesia. Yang menarik adalah 6 lagu baru di album ini, dimana 2 lagu Ari Lasso berkolaborasi dengan pendatang baru. Kedua lagu kolaborasi tersebut adalah Karena Aku Tlah Denganmu (menampilkan Ariel Tatum) dan Di Satu Cinta, menampilkan Sandy Canester.

The Songs
Ulasan album ini hanya akan membahas 6 lagu baru yang terdapat di album ini. 8 Lagu lainnya sudah sangat akrab di telinga pendengar musik Indonesia dan selalu terjadi “sing along” ketika Ari Lasso menyanyi di depan penggemarnya.

Ari Lasso mencoba lagu dengan sedikit sentuhan reggae di lagu Kisah Kita. Riang dan ear-catching! Lagu ciptaan Lobow ini bisa menambah predikat Ari Lasso bukan hanya lagu piawai menyanyikan lagu ballad, pop dan rock. Meskipun bernada riang, lagu ini sebenarnya adalah sebuah lagu curhat, sebuah hubungan yang tak berakhir dengan indah.
Di Karena Aku Tlah Denganmu, Ari Lasso bekerja sama dengan Ariel Tatum. Penyanyi muda belia nan cantik, cucu dari Murry, penggebuk drum band legendaris Koes Plus. Lagu ini sudah akrab di indra dengar karena sudah sering diputar di radio-radio dan media elektronik bergambar. Sebuah lagu tentang kecemburuan karena sang pasangan masih menyebutkan nama mantannya  padahal mereka sudah berdua. Sebuah peristiwa yang banyak terjadi pada pasangan yang sedang pacaran dan diangkat menjadi lagu yang asik.
Lagu Cintailah Aku Sepenuh Hati adalah lagu yang Ari Lasso banget sebagaimana Hampa, Cinta Terakhir, Penjaga Hati, dan lain-lain. Sebuah cerita tentang indahnya kehidupan karena kehadiran orang yang dicintai dan tantangan bisakah hidup dalam suka dan duka.
Di Satu Cinta, Ari berkolaborasi dengan Sandy Canester, seorang penyanyi dari label yang sama dengan Ari. Sandy memiliki suara yang tak mengecewakan dan layak diperhitungkan sebagai vokalis solo di masa mendatang. Lagu ini bertema cinta yang universal, “satu cinta yang kupercaya/satu cinta untuk semua/satu cinta yang bersinar/menerangi dunia”
Doa Untuk Cinta diciptakan oleh Teguh Deswanto, eks gitaris group Tiket, yang juga mengarang lagu Karna Aku Tlah Denganmu. Lagu yang bertema sebuah harapan untuk dapat mencintai seseorang sampai mati dengan cara yang elegan. Sentuhan kuatet gesek (biola, viola dan cello) pada lagu ini tetap bisa menghadirkan suasana rock. Sesekali terdengar megah karena kehadiran ansambel tadi.
Lagu pada track terakhir adalah Cinta Adalah Misteri ciptaan Ahmad Dani, Andra dan Ari Lasso yang mendapat inspirasi dari penyair besar, Khalil Gibran. Lagu ini terasa megah karena adanya ansambel sebagaimana di lagu Doa Untuk Cinta. Jika bicara tentang cinta dari sumber penyair besar Khalil Gibran, tak usahlah kita berdebat. Banyak pencipta lagu mendapat inspirasi dari sang penyair Besar yang karyanya tak diragukan lagi.

The Packaging & Distribution
Sebagaimana album-album sebelumnya (kecuali Kulihat, Kudengar, Kurasa – 2004), cover album ini didominasi oleh warna hitam putih, warna favorit Ari Lasso. Sayang, album yang peredarannya lewat gerai rumah makan ayam goreng instan ini kemasannya sangat tidak menarik. Sangat “fragile” untuk dikoleksi karena hanya berbahan kertas. Keping cakram selalu bersentuhan dengan kertas dan memperpendek usia cakram.
Peredaran lewat gerai rumah makan ayam goreng instan tentunya bukan tanpa alasan. Saat ini, peredaran lewat outlet toko CD/Kaset tak lagi semenarik dahulu. Dan, pengunjung pusat perbelanjaan bisa sekali jalan, mampir ke gerai restoran tersebut, makan sambil membeli album jika merasa tak dipaksa membeli. Kalaupun tak ingin makan ayam goreng, tetap bisa juga membeli langsung. Bagaimanapun juga, musisi perlu berpikir cerdas bagaimana caranya agar karyanya bisa sampai di tangan pendengarnya. Salah satunya ya lewat outlet ayam goreng meskipun sebenarnya, beberapa orang masih lebih suka membeli produk atau karya lagu di outlet penjualan kaset/CD karena atmosfir yang lebih musikal. So, mengapa juga harus dijual ekslusif di gerai ayam? Karena, gerai ayam ini tak menyentuh level kecamatan.

Tj Singo (@singolion)
Penikmat Musik Indonesia

catatan: review ini pernah dimuat di CD Review Kamar Musik, 25 Juni 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s