Ari Pramundito – I’ll Do

Jika saja pendengar musik Indonesia lebih selektif dan pandai memilih lagu serta tidak selalu mengikuti arus yang sedang trend karena memang diciptakan oleh beberapa label dan produser, maka karya Ari Pramundito di album ini haruslah dipandang sebagai sebuah karya berkualitas, yang mengingatkan penikmat musik ke musik tahun 80an.

Penikmat musik Indonesia pasti setuju era 80an adalah salah satu era keemasan musik Indonesia. Meskipun banyak musisi tunggal, vokalis solo, dan group band bertaburan, pasar memilih sesuai selera masing-masing. Penikmat musik dangdut memilih musik mereka. Pendengar jazz dimanjakan dengan group-group jazz yang berkualitas. Sedangkan di jalur pop terdapat pop kreatif dan apa yang diistilahkan pop “cengeng” untuk membedakan jenis lirik yang menggunakan pilihan kata yang indah versus lirik mendayu-dayu eksplisit.

Di era sekarang, perusahaan rekaman dan media, khususnya media elektronik, seakan melakukan paduan suara untuk memilih musik ringan yang tak perlu mengernyitkan dahi memikirkan arti terbersit sebuah lirik lagu. Dan, ini adalah penurunan kualitas selera musik. Pendengaran dimanjakan tanpa harus olah raga otak dan olah rasa hati. Sehingga, bertebaranlah lagu-lagu yang disebut oleh pasar sebagai lagu melayu, lagu alay dan sebutan miring lainnya bagi yang berada di kelas berkualitas. Celakanya pula, banyak pendengar yang tergiring mengikuti trend yang tak menjadikan mereka pintar.

Untungnya, tak semua musisi dan penyanyi larut mengikuti pasar yang sudah terlanjur teracuni dengan melodi musik yang hanya satu oktaf dan lirik yang terlalu mudah dicerna tanpa nilai sastra. Masih ada beberapa musisi muda yang berada di jalur musik berkualitas. Mereka mencipta karya, merambah ruang indra dengar dengan musik yang lebih rumit dan lirik lagu yang bernilai sastra. Salah satu dari musisi itu adalah Ari Pramundito.

Ari yang pernah menjadi gitaris band pengiring Tompi kemudian bersolo karir, lalu bergabung sebagai vokalis sekaligus gitaris group GRUVI, kini merilis lagi album solo baru dengan tajuk “I’ll Do”. Sepuluh lagu di album ini bernuansa jazzy dan berirama groove dan punk. Semua lagu di album ini benar-benar memanjakan pendengar yang menyukai jazz. Perpaduan semua alat musik yang dimainkan jelas membentuk sebuah permainan musik berkualitas. Bagi penikmat jazz, seluruh komposisi di album ini bukanlah komposisi yang berat. Tapi bagi pendengar jazz pemula, bisa jadi agak berat. Dan, di sinilah pembelajaran untuk menjadi pendengar jazz. Karena, makin sering lagu-lagu di album ini didengarkan, makin sedap rasanya jenis musik jazz di telinga.

Album ini perlu mendapat kredit khusus sebagai album musisi muda. Semua musisi yang terlibat di album ini bukanlah nama musisi-musisi senior. Ini sebuah bukti bahwa anak-anak muda pun tak semuanya mau mengorbankan diri terjerumus mengikuti trend musik yang berpihak ke pasar massal yang sedang menggila. Dan, album ini merupakan pertanda bahwa aliran jazz yang dimainkan anak-anak muda adalah sesuatu yang bisa dinikmati serta patut diperhitungkan. Pun pula, musisi jazz senior perlu bangga bahwa mereka memiliki penerus yang menjanjikan bagi masa depan musik jazz yang telah sudah beberapa saat agak terlupakan di dunia rekaman di Indonesia.

Tj Singo
Penikmat Lagu-lagu Indonesia

review ini pernah dimuat di CD Review Kamar Musik, 21 Mei 2012

Advertisements

2 thoughts on “Ari Pramundito – I’ll Do

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s