Cokelat – Untukmu Indonesia-Ku

Kapankah terakhir kali kita mengumandangkan lagu-lagu wajib nasional? Pasti jawabnya pada perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Pernahkah kita bertanya pada anak-anak sekolah, dari SD sampai SMA atau bahkan mahasiswa, lagu-lagu wajib apa saja yang mereka ketahui? Lihat saja pada acara-acara kuis yang pertanyaannya berkisar pada lagu-lagu, lebih banyak kesalahan menjawab terjadi ketika pertanyaannya di seputar lagu wajib. Entah itu judul lagunya atau pencipta lagu itu. Inikah tanda menipisnya arti kebangsaan kita?

Lagu-lagu wajib yang dulu banyak diciptakan & dikumandangkan untuk menggugah rasa kebangsaan nampaknya sekarang tak begitu diperhatikan di jaman yang katanya sudah merdeka dan modern. Sungguh sebuah ironi ketika kita melupakan lagu-lagu yang telah membuat negara kita terbebas dari cengkeraman penjajahan bangsa lain.

Apa yang dilakukan group Cokelat (yang personilnya saat ini adalah Edwin, Ernest, Ronny, Otto dan Jackline) dengan mengaransemen enam lagu wajib nasional adalah sebuah upaya yang perlu diapresiasi. Upaya untuk kembali mendekatkan pendengar lagu masa kini untuk tidak melupakan lagu-lagu wajib nasional adalah sebuah “perjuangan” di jaman modern. Dan, Cokelat ingin menunjukkan bahwa karya para pencipta lagu wajib nasional perlu mendapat tempat.dan dikenal kembali. Dan, inilah patriotisme yang ditunjukkan Cokelat sebagai pemusik Indonesia.

Album Untukmu Indonesia-ku ini dirilis tahun 2006 ketika group ini berusia satu dasawarsa. Album ini berisi 10 lagu, enam lagu adalah lagu wajib nasional yang diaransemen ulang dengan gaya Cokelat yang rock, dan empat lainnya adalah lagu yang bernafaskan kecintaan pada negeri ini. Keenam lagu itu adalah Satu Nusa Satu Bangsa, Tanah Air, Syukur, Bangun Pemudi Pemuda, Halo-halo Bandung, dan Hari Merdeka. Empat lagu lainnya adalah Kebyar-kebyar ciptaan Gombloh, Bendera ciptaan Eross Sheila on 7 (versi pertama lagu ini terdapat di album Cokelat Rasa Baru remake, 2002), dan dua lainnya lagu baru, Cinta Damai ciptaan Edwin dan Ikrar Kami ciptaan Ernest.

Gaya Cokelat yang pop rock pada lagu-lagu di album ini bisa jadi merupakan media untuk mengingatkan pendengar lagu pada lagu-lagu wajib nasional yang kita miliki. Pun, terhadap para pelajar yang kurang memahami lagu-lagu wajib, album ini bisa menjadi sarana bagi mereka untuk lebih mengenal dan mencintai lagu wajib supaya lagu-lagu wajib itu tak hilang ditelan kemajuan jaman. Terhadap keempat lagu baru yang patriotik tersebut, tentunya ada harapan pada pemerintah agar suatu saat keempat lagu itu bisa disahkan menjadi lagu wajib tanpa harus beralasan bahwa lagu wajib hanyalah lagu yang dihasilkan pada jaman perjuangan melawan penjajah sebelum era kemerdekaan.

Album musik yang bernafaskan patriotisme seperti ini sebenarnya bukanlah yang pertama. Tercatat, Elfa’s Singers pernah merilis album Kepada Temanku Pahlawan di akhir tahun 80-an yang juga berisi lagu-lagu perjuangan. Addie MS pernah menjadi konduktor untuk Victorian Philarmonic Orchestra dan mengorkestrasi lagu-lagu  wajib di album Simfoni Negeriku (1998).

Apa yang dikerjakan oleh Elfa’s Singers, Addie MS dan Cokelat adalah sebuah bentuk “perjuangan” dalam bentuk musik. Pesan yang terbaca adalah mereka tidak sekedar berkarya lewat lagu-lagu pop yang laku di pasaran tapi mereka juga punya kepedulian terhadap lagu-lagu nasional dan cinta tanah air yang ditunjukkan dalam karya sesuai kompetensi mereka. Dan, mereka juga ingin memekikkan kata, MERDEKA!

Dirgahayu negeri tercinta Indonesia ke-67!

Tj Singo (@singolion)
Penikmat Musik Indonesia

catatan: review ini pernah dimuat di CD Review Kamar Musik, 17 Agustus 2012.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s