Kerispatih – Melekat Di Jiwa

Kerispatih adalah lagu-lagu cinta, nada-nada asmara. Siapa yang bisa menampiknya? Sejak album Semua Tentang Cinta (2009) dengan vokalis Sammy Simorangkir, inilah album utuh dengan vokalis saat ini, Fandy Santoso, Melekat Di Jiwa. Formasi dengan vokalis Fandy memang pernah ada di album Kerispatih And Friends (2010) dimana sang vokalis melantunkan tiga lagu di sana dengan Tertatih sebagai lagu unggulan. Album tersebut bukanlah album utuh Kerispatih.

Sebagaimana album-album utuh terdahulu yang selalu berisi 12 lagu, 14 track di album ini (1 diantaranya adalah medley orkestrasi lagu-lagu hits Kerispatih) jelas tak jauh dari rangkaian kalimat-kalimat indah dan bernilai sastra. Inilah Kerispatih. Akrab dengan lagu cinta. Diksi dalam lirik-lirik lagu Kerispatih tak bisa dibandingkan dengan lagu-lagu cinta yang dibawakan banyak group band saat ini yang mudah dicerna sambil lalu. Perlu sedikit tambahan waktu dan pemikiran untuk mencerna lirik lagu Kerispatih yang indah dan tak biasa serta dalam maksud (arti)nya. Inilah kekuatan syair lagu-lagu Kerispatih. Dan keindahan karya seperti inilah – yang ketika sudah melekat dalam benak – lebih awet masa hidupnya, tak lekang oleh waktu.

Cobalah simak cuplikan lirik pada lagu Melekat Di Jiwa:
“Meski akhirnya berpisah,
kita tak perlu terpisah
Hanya dengan rasa cintaku,
kau akan melekat di jiwaku….”

atau refren pada lagu Sudah Jalan Kita:
“Bila nanti kau rindu,
titipkan saja di langit
Di situ ada namaku
dan namamu….
Terukir indah slalu….”

Lirik-lirik lagu seperti inilah yang sekarang jarang ditemui pada lagu-lagu Indonesia karena pasar yang menghendaki lirik yang sederhana, mudah dicerna tapi tak memiliki nilai sastra. Celakanya, produsen rekaman lebih menuruti kehendak pasar (baca: menciptakan trend) yang menjerumuskan bangsa (pendengar lagu) menuju ke pembodohan.

Ada dua lagu yang perlu diberi catatan khusus pada album ini. Yang pertama adalah kehadiran sebuah medley orkestrasi 6 lagu hits Kerispatih (Unforgettable Journey 2003 – 2011) di track 1 yang diabadikan sebagai hits terbesar Kerispatih yang telah menjalani serangkaian perjalanan karir dan karya dengan lagu-lagu andalan yang tak lekang oleh waktu. Orkestrasi ini terdengar “grande” atas campur tangan Oni Krisnerwinto & Sa’Unine Orchestra. Dengarkan pada suasana yang tenang dan senyap, lagu ini benar-benar bikin merinding! Yang kedua, pada track 6, Karena Mereka Selalu Ada (Mahapatih Anthem). Lagu ini merupakan persembahan untuk Mahapatih, fans Kerispatih. Lagu yang bercerita bagaimana berartinya mereka bagi Kerispatih. Mahapatih adalah cahaya yang membuat Kerispatih bertahan. Satu bukti bahwa fans adalah kekuatan magis. Jika kamu Mahapatih, pantaslah bangga dengan komposisi lagu ini.

Catatan lain pada album ini adalah dua lagu yang dinyanyikan Badai sebagai nahkoda group band ini, Selalu Setia Untuknya dan Mengalahkan Hati. Badai yang belum lama ini mengeluarkan dua single untuk album solonya kelak, ikut menyumbangkan suaranya sebagai variasi. Satu hal yang belum pernah dilakukan di album Kerispatih sebelumnya. Inilah salah satu yang membedakan album ini dengan album-album Kerispatih sebelumnya.

Selain kedua lagu yang dinyanyikan Badai, 11 lagu yang dinyanyikan Fandy terdengar sangat pas dengan suara sang vokalis. Fandy yang semakin matang dan menyatu dengan Kerispatih benar-benar total di album ini. Dia tidak terdengar “ngoyoh” seperti ketika menyanyikan lagu-lagu Kerispatih yang dinyanyikan vokalis terdahulu. Lagu-lagu di album ini milik Fandy! Dan, Kerispatih telah lahir kembali dengan vokalis saat ini.

Album ini tersedia dalam bentuk CD dan kaset. Pun jika ada kekurangan pada album ini, hal itu tidaklah terlalu signifikan karena bukan bersifat isi, tak ada hubungannya dengan karya. Kemasan album yang sedianya hendak dibuat tampil beda justru sedikit merepotkan untuk didokumentasi karena kemasan kertas tidaklah awet, mudah kotor karena debu dan mudah rusak ketika sering dibolak-balik.

So, bagi pengagum karya Kerispatih tak ada alasan untuk tidak ikut mendokumentasikan album baru ini hanya karena alasan vokalisnya bukan vokalis yang lama. Mencintai karya adalah tak usah perlu peduli siapa yang bernyanyi untuk group itu. Karya bersifat abadi sementara penyanyi suatu saat pasti mati.

Tj Singo
Penikmat lagu-lagu Indonesia

catatan: review ini pernah saya muat di Note Facebook, 19 Mei 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s