Once – self-titled

Inilah album solo pertama Once (Mekel) setelah dia lepas dari group besar Dewa 19 tahun 2010. Untuk ukuran Once yang rentang waktu berkarirnya di dunia musik cukup lama, merilis album solo pada usia sekarang boleh dibilang terlambat. Tapi, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan?

Once yang dinobatkan sebagai salah satu dari 50 Greatest Indonesian Singers versi majalah Rolling Stone Indonesia edisi Desember 2010 (urutan 40) memiliki karakter dan kekuatan vocal yang unik. Nama Once mulai dikenal pendengar musik Indonesia ketika bergabung dengan Dewa 19 sejak di album Bintang Lima (2000). Album yang meraih angka penjualan lebih dari 1 juta keping. Karirnya bersama Dewa 19 berlanjut sampai album Kerajaan Cinta (2007) sampai dia memutuskan keluar dari group tersebut.

Karir bermusik Once sebenarnya bermula ketika dia kuliah (masuk kuliah 1989) bersama Andy Liany, Pay, Ronald membentuk band Fargat 27. Sempat pula merilis single berjudul Juwita Pandang di kompilasi Salah Apa Aku (1991) yang berisi single-single dari Trie Utami, Malyda, Fariz RM, Deddy Dhukun. Kemudian di tahun 1999, dia menyanyikan lagu Anggun di album kompilasi 10 Fresh Hits Nah! Selama masih menjadi vokalis Dewa 19, Once sempat merilis lagu Dealovadari OST Dealove (2005), Ku Cinta Kau Apa Adanya (2007), Simphony yang Indah (2010).

Album self-titled ini berisi 10 lagu dimana 2 lagu (Pasti Untukmu & Hilang Naluri) telah diluncurkan sebelumnya di tahun 2011.

The Songs
Enam dari sepuluh lagu di album ini adalah ciptaan Once sendiri. Hampir semuanya bertema cinta antar dua anak manusia kecuali Hidup Ini. Lagu ini cukup menarik dan menggugah untuk disimak. Dan, urutan lagu dalam album ini adalah:
 
Pasti Untukmu merupakan lagu di track 1. Lagu ini telah dirilis sebagai single di tahun 2011. Dari judulnya, sudah bisa ditebak lagu ini berkisah tentang yang cinta sepasang manusia. “hanya aku yang s’lalu di hatimu/yang pasti untukmu”
Lagu Mystified di track 2 adalah sebuah lagu bernuansa hard blues rock yg diciptakan Once tahun 1993. Tepatlah jika Once berkolaborasi dengan Gugun Blues Shelter. Sebuah group yang terus menanjak popularitas karena musik mereka yang asik. Lagu ini mengisahkan seorang wanita yang bisa membuat tergila-gila pria.
I Still Love You di track 3 bercerita tentang penyesalan atas sebuah hubungan cinta yang tak tersampaikan. “Terlambat ku memahamimu/Terlalu sakitnya hatimu/Hadapi semua sikap ego ku/Kau S’makin jauh dari pelukku”. Lagu ini diciptakan oleh Younky Soewarno, Marijati dan Lina. Younky Soewarno dan Marijati adalah orang di belakang sukses album-album AB Three.
Di track 4, ada lagu Hilang Naluriku. Lagu ini ciptaan Dewi Q dan A Riyanto. Pencantuman nama (alm) A Riyanto dilakukan karena ada sedikit notasi dari lagu ciptaan almarhum. Lagu ini bercerita tentang hubungan yang bertepuk sebelah tangan. “Dia sama sekali tak cintai diriku/Dia hanya memanfaatkan diriku”
Hidup Ini di track 5 adalah sebuah lagu yang menggugah arti hidup. “Temukan kembali sesuatu yang/Sejati jauh di sanubari/Temukan lagi dirimi di dalam/Dirimu”. Terdapat nama Rindra Padi sebagai pencabik bass di lagu ini. 
Hari Ini Juga pada track 6 jika diterjemahkan dalam bahasa Inggris adalah “It’s Now Or Never”. “Hari ini juga kau ‘kan jadi milikku/Atau untuk selamanya ku harus melupakanmu”. Nah, lho!
Di track 7, lagu Satu Dari Sejuta adalah sebuah nasihat kepada seorang teman untuk tak melewatkan seorang wanita yang sempurna. “Tak kan bisa dicari gantinya/Walau ke ujung dunia/Tak kan bisa dicari gantinya/Karna wanita seperti dia u..u..u..u../Satu dari sejuta/Satu dari sejuta”
Selain Mystified, lagu Missing You di track 8 adalah lagu yang berlirik bahasa Inggris. Lagu ini bercerita tentang kekaguman kepada seorang wanita dan bagaimana tak bisa melupakan wanita tersebut meskipun waktu terus berjalan.
Track 9 dan 10 adalah 2 lagu yang sudah akrab bagi pendengar musik Indonesia. Ku Cinta Kau Apa Adanya (Aku Mau) (2007) ciptaan Sandy, Pay & Dewiq dan Dealova ciptaan Opick yang merupakan OST Dealove (2005)

Dari pilihan 10 lagu pada album ini, sayangnya, lagu Simphony yang Indah, yang didaur ulang dari suara Bob Tutupoly lewat album Festival Lagu Populer Indonesia 1980 tak dimasukkan di sini. Padahal, lagu yang dibawakan oleh Once ini memberi suasana baru pada lagu lama tersebut. Terlalu bagus untuk tak dimasukkan dalam album ini.

The Packaging & The Distribution
Sampul album ini minimalis artistik. Begitu juga disain booklet lirik. Perlu dipikirkan bagaimana kemasan secara keseluruhan bisa lebih awet untuk dikoleksi dan didokumentasi misalnya dengan bahan mika seperti yang selama bertahun-tahun terjadi pada penjualan karya berupa CD. Jika dengan harga Rp 50.000,00 album ini berbalutkan casing mika, niscaya karya ini bisa dinikmati dalam jangka waktu yang panjang karena cakram tidak terus bersentuhan dengan kertas. Lagu-lagu yang dinyanyikan Once termasuk berusia panjang (durable and evergreen) dan layak disimpan dengan baik, bukan hanya sekedar didengar pada saat baru dirilis. Pendengar karya Once berharap memiliki barang yang “reliable dan collectible”, bukan sekedar karya yang bungkusnya seperti bungkus single untuk promosi.

Peredaran album terbitan Aquarius ini dilakukan secara ekslusif lewat toko buku Gramedia. Ini bukanlah kali pertama sebuah album beredar lewat toko buku yang memiliki jaringan nasional. Album Musikal Laskar Pelangi dan OST Negeri 5 Menara juga didistribusikan lewat toko ini. Peredaran secara ekslusif tidak selamanya membawa kemaslahatan karena outlet yang terbatas biasanya hanya menjangkau kota besar atau level kabupaten (kecuali outlet mini market). Dan, ketika pendengar musik ingin memiliki album tapi tak bisa mendapatkannya, akan terbersitlah cara ingin memiliki yang tak diharapkan baik oleh musisi maupun label.

Tj Singo (@singolion)
Penikmat Musik Indonesia

catatan: review ini pernah dimuat di CD Review Kamar Musik, 17 Juli 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s