Uce Haryono, Sang Drummer Sejuta Band


Note ini saya buat pukul 23.30.

Rasanya tak percaya membaca twit yang mengabarkan bahwa Uce Haryono meninggal dunia. Beberapa menit sebelumnya, twit Denny Sakrie mengabarkan mohon doa untuk kesembuhannya.

Dennysakrie Denny Sakrie
Drummer Uce Haryono jatuh collapse saat main bers Alligator Band.Skrg Uce di SOS Antasari dibawa oleh @yudisdwiko
43 minutes ago

Dennysakrie Denny Sakrie
Kondisi terakhir Uce Haryono mengalami stroke.Mohon dukungan doa utk kesembuhan salah satu drummer terbaik Indonesia cc @yudisdwiko
15 minutes ago

Dennysakrie Denny Sakrie
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun telah berpulang sahabat kita Uce Haryono jam 22.55 WIB krn serangan jantung di SOS Antasari
6 minutes ago

Saya seperti tersambar petir! Rasanya baru kemarin kami bertemu, bulan Januari tanggal 15 di Ngayogjazz. Inilah pertemuan kami kedua dan terakhir setelah beberapa saat kami sering melakukan pembicaraan (chat) FACEBOOK. Saya baru akan mematikan computer, tapi setelah membaca beberapa kicauan di Twitter, saya langsung ingin menulis catatan ini.

Pertemuan kami pertama terjadi awal tahun 2000an ketika Uce mengiringi almarhum Chrisye show di Yogya bersama Erwin Gutawa. Setelah itu, hampir tak ada pertemuan sampai kami bertemu lagi di jejaring social Facebook ini.

Saat bertemu di awal tahun 2000 itu, saya kenal Uce Haryono sebagai penabuh drum di grup Karimata, di album Pasti & Lima. Selain group itu, saat itu saya tak mengenal siapa Uce Haryono. Ketika saya semakin mengenal musik Indonesia, saya temukan nama Uce Haryono begitu banyak bertebaran di album-album penyanyi Indonesia. Dari referensi yang saya baca, banyak yang menyebutnya Drummer Sejuta Band, sebagai analogi dari “dai sejuta umat”

Setelah bertemu di facebook, kami termasuk cukup sering melakukan konversasi di ruang ngobrol di sini. Meskipun kami hanya berjumpa darat satu kali, konversasi kami terasa sangat hangat dan saya pun merasa dekat. Kami saling menanyakan kabar dan kesibukan. Dan, ketika event Ngayogjazz, 15 January 2011 menampilkan Chaseiro, saya sangat girang karena akan bertemu sang drummer.

Saat sedang rehat setelah sesi cek sound di arena Ngayogjazz, saya menyapanya. Dia lupa-lupa ingat, tapi akhirnya dia menyebut nama saya. Mungkin foto profile saya di FB mengandung ketidakjelasan khususnya warna rambut. Di foto, rambut saya tak seuban aslinya. Mungkin itu yang membuat dia tak berani menyapa.

Kami sempat santai di penginapan Rumah Tembi setelah mas Uce bangun dari tidur siangnya. Minum wedang uwuh, melihat foto-foto, dan melihat cover-cover album sepuh. Kami pun berfoto. Dia merangkul saya dengan hangat. Dia memang termasuk orang yang rendah hati, dibandingkan dengan prestasinya yang melangit sebagai drummer.

Malam ini sungguh malam yang tak diharapkan. Uce Haryono, yang namanya berkibar sebagai drummer sejak musik Indonesia berjaya di tahun 80an sampai waktu sekarang, telah berpulang. Selamat jalan, mas Uce…. Gebukan drummu memenuhi pikiran kacauku malam ini.

yogyakarta, 4 Mei 2011, tengah malam di antara lapar dan rasa kehilangan

catatan: tulisan ini pernah saya tulis di Note Facebook, 5 Mei 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s