Instrumantic – Ketika Senyawa Bertemu

Camera
Canon EOS REBEL T3
Focal Length
50mm
Aperture
f/2.5
Exposure
1/40s
ISO
Camera
Canon EOS REBEL T3
Focal Length
50mm
Aperture
f/2.5
Exposure
1/40s
ISO
Camera
Canon EOS REBEL T3
Focal Length
50mm
Aperture
f/2.5
Exposure
1/40s
ISO

Dalam sepuluh hari, Glenn Fredly dua kali tampil di Yogyakarta, kota budaya, kota yang termasuk Glenn suka. Yang pertama, 24 Oktober 2012 lalu bersama Tompi dan Vicky Shu dalam pagelaran Virtual World. Dan semalam (3 November 2012), dalam tajuk Instrumantic, Glenn kembali tampil di kota Yogyakarta.

Adakah yang istimewa dalam pertunjukan ini? Glenn, yang belakangan ini concern terhadap kehidupan bernegara memang mulai menunjukkan metamorfosis dalam sikapnya. Dia memasukkan keprihatinannya dalam karya-karya barunya di album Luka Cinta & Merdeka (2012). Beberapa lagunya berbicara tentang keadaan negara dan sosial di negeri ini. Glenn tak hanya berada di rana pop tapi sudah merambah ke dunia budaya. Untuk itu juga, dia pernah punya keinginan tampil di sebuah gedung yang dirancang untuk kepentingan budaya. Dia pernah mengungkapkan, ingin sekali tampil di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), tempat semalam dia mengadakan pertunjukan.

Bagi Glenn, Taman Budaya adalah sebuah identitas wilayah tersebut. Dan, tampil di Taman Budaya bukan hanya menggelar sebuah pertunjukan tapi bagaimana peristiwa budaya terjadi di sana. Banyak eksplorasi dan intimasi yang terjadi.

Dan, keinginan itu terpenuhi semalam. Ini seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan karena tak sering sebuah Event Organizer (EO) mau menggunakan tempat ini untuk sebuah pertunjukan yang mendatangkan artis yang digemari banyak orang. Bahkan ketika publikasi sudah tersebar, masih banyak yang menanyakan TBY itu apa dan dimana. Demikian menurut Mukhlis, ketua pelaksana Instrumantic, dari Koper, Komunitas Pertunjukan.

Mukhlis juga menambahkan, Glenn memang sudah lama ingin tampil di TBY setelah ia sempat menyaksikan pertunjukan yang digelar oleh Djaduk Ferianto ketika merilis album Kua Etnika, NusaSwara di tahun 2010. Dan, ketika konsep ini ditawarkan, Glenn menyambut dengan gembira. Pemilihan TBY sebagai tempat pertunjukan dan keinginan Glenn tampil di sana adalah sebuah senyawa yang bertemu. Kapasitas gedung maksimal 1300 dirasa cocok untuk membuat pertunjukan ini menjadi sebuah pertunjukan yang intim bersama Glenn. Tiket pun dijual dengan harga yang tak tinggi. Dan, semalam, konser ini ditonton oleh sekitar 1100 orang.

Konser Glenn dibuka dengan lagu Karena Cinta. Lagu ciptaan Glenn yang dijadikan “winning song” ajang pencarian bakat Indonesian Idol pertama. Dilanjutkan dengan Selamat Pagi Dunia (dari album Selamat Pagi Dunia, 2003) kemudian Pelangi (Lovevolution, 2010), Sabda Rindu (Luka Cinta & Merdeka, 2012), Habis (Selamat Pagi Dunia repackage, 2004) yang di-medley-kan dengan Jejak Langkah, Kisah Yang Salah (Happy Sunday, 2007), Malaikat Juga Tahu dan Jakarta (keduanya dari album Luka Cinta & Merdeka) dan ditutup dengan lagu Timur (Lovevolution, 2010).

Seorang penyanyi tak hanya dituntut untuk membawakan lagu-lagunya ketika mengadakan pertunjukan tapi bagaimana ia bisa menyampaikan pesan-pesan yang bisa diterima audience itu juga merupakan hal penting. Dan, Glenn adalah komunikator yang baik. Ia menceritakan bagaimana sebuah lagu yang dinyanyikannya tercipta dan juga memberikan pengantar untuk masuk ke sebuah lagu. Inilah perlunya menyaksikan sebuah pertunjukan live, berbeda dari mendengarkan lagu dari peralatan audio. Di situ pula, Glenn menyampaikan bagaimana ia concern terhadap kehidupan di negara tercinta ini.

Di penampilan lagu Malaikat Juga Tahu, Glenn hanya diiringi oleh dentingan keyboard Harry Anggoman, seorang musisi senior yang pernah bergabung dengan group rock Gong 2000. Suasana hening dan romantis tercipta. Penonton tak mengeluarkan suara, semua memperhatikan dengan seksama dan terbuai oleh kharisma yang magis seorang Glenn. Dan, ketika lagu Timur sudah selesai, layar diturunkan, Glenn dan semua anggota band Bakuucakar pun siap-siap menuju ke hotel. Mobil sudah tersedia.

Namun, penonton belum puas. Mereka tak beranjak dari tempat duduk sampai kira-kira lima menit sambil meneriakkan “we want more….we want more……” Salah seorang anggota band melihat semua penonton benar-benar tak beranjak dan melaporkan pada Glenn tentang situasi ini. Dan, sebagai penyanyi yang mencintai dan banyak dicintai fans, Glenn menunjukkan tanggung jawabnya sebagai artis profesional. Ia tak ingin fans nya kecewa. Maka, hanya berpakaian kaos oblong putih pun, Glenn dan anggota band kembali ke panggung. Dengan sedikit bercerita tentang kecintaan kepada bangsa dan ia yakin musik lah yang bisa menyebarkan cinta itu, Glenn melantunkan Kasih Putih (Kembali, 2000). Penonton langsung histeris dan berdiri. Mereka ikut bernyanyi memenuhi gedung yang seakan tak butuh lagi sound system untuk mendengarkan lagu ini. Apa yang dikomandokan Glenn dituruti oleh penonton. Mereka menggerakkan dan melambaikan kedua tangan di atas kepala, beberapa membawa sekuntum bunga, ada yang membawa lampu kecil warna warni.

Glenn tak hanya memberikan satu lagu tambahan tadi. Melihat antusiasme penonton, ia pun melantunkan Kisah Romantis dan You Are My Everything (OST Cinta Silver, 2005) yang bernada riang. Sekali lagi, penonton melakukan karaoke massal yang membuat Glenn dan beberapa anggota band begitu antusias dan “menggila” di panggung, tak seperti pada 9 lagu utama dimana mereka lebih santun (hm…….). Di lagu ini pula, Glenn menyisipkan kekagumannya pada penonton Yogya dengan improvisasi lirik yang berisi kata “Yogya istimewa”. Ketika lagu ini hampir habis, beberapa penonton seperti pelari jarak pendek (sprinter), mengambil ancang-ancang mendekati panggung namun panitia sudah siap mencegah supaya tak terjadi kekacauan.

Selesai sudah. Glenn dan semua anggota band memberikan hormat pada penonton. Layar panggung ditutup dan Instrumantic pun selesai…..

Seusai pementasan, Glenn mengatakan masih terkesan pada penonton Yogya. “Istimewa puoool,” katanya. Ia pun menambahkan, “mereka adalah penikmat dan pengapresiasi yang cerdas…..”

Selamat Glenn, keinginan tampil di sebuah tempat yang menjadi identitas wilayah (Yogya) sudah terlaksana. Nampaknya perlu berkunjung lagi di tempat ini karena masih banyak pecintamu yang tak sempat datang. Selamat juga kepada panitia yang telah menyambung senyawa keinginan Glenn terhadap identitas budaya dan pertunjukan yang menunjukkan intimasi.

singolion

Advertisements

2 thoughts on “Instrumantic – Ketika Senyawa Bertemu

  1. Perpaduan manis antara Glenn sang musisi hebat, dan Pak Singo yang menulis ulasan dengan manis.
    Can’t wait until next year to see him performing (again)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s