Nidji – Liberty & Victory

Di minggu pertama September 2011, lini masa Twitter berisi kicauan para personil group band Nidji (Adri, Andro, Ariel, Giring, Rama, RunD) yang begitu antusias akan memulai proses rekaman album mereka yang akan diedarkan ke pasar internasional. Selama beberapa hari itu, mereka terus berkicau tentang rencana (saat itu) album mereka Liberty & Victory. Kegiatan mereka di studio rekaman pun sempat ditayangkan secara langsung di acara musik di salah satu televisi dengan menggunakan Skype..

Tentu ini bukan peristiwa biasa untuk musisi Indonesia. Apalagi, group band yang tahun ini mencapai usia satu dekade ini beranggotakan anak-anak muda di usia produktif. Sebuah lompatan “gila” di usia kebersamaan yang “baru” 10 tahun dan usia personilnya masih bisa dibilang belia.

Sebulan setelah proses rekaman itu selesai, beredarlah album Liberty yang berisi 10 lagu sebagai album keempat Nidji. Sementara itu, album Victory yang saat itu dikatakan akan diedarkan untuk pasar internasional, harus ditunggu dengan sabar peredarannya.

Liberty
Menikmati album Liberty seperti mendapatkan kembali “roh” Nidji yang sempat tak begitu “gentayangan” di album sebelumnya (Let’s Play, 2009). Semangat mereka begitu menggebu dengan rilisnya album ini. Nampaknya proses pembuatan album mereka di Melbourne memang memberikan mereka spirit baru untuk proyeksi “go international” yang tak lama lagi menjadi nyata, bukan hanya rencana atau wacana seperti artis yang sudah sering mengumumkan rencana mereka di media infotainmen tapi tak kunjung jadi bukti nyata.

Mereka rajin berkeliaran di lini masa. Sambutan Nidjiholic semakin memberi semangat buat mereka. Dalam penampilan live mereka baik di media elektronik maupun pertunjukan off air, penonton bisa ikut menyanyikan lagu-lagu mereka dari album baru ini khususnya lagu Jangan Takut, Save Me, Lagu Cinta, Indahnya Cinta dan Saturday Night. Kesuksesan album ini tak bisa dihitung dari jumlah penjualan fisik karena mau tak mau, suka tak suka, harus diakui kondisi industri musik Indonesia, khususnya penjualan fisik, memang sedang sakit. Tapi, lihatlah bagaimana para Nidjiholic begitu menikmati dan ikut melagukan tembang-tembang baru dari album ini.

Victory
Di pertengahan tahun ini, mereka mengeluarkan double album, Liberty & Victory. Album Liberty yang sudah beredar di tahun 2011 dikemas lagi melengkapi album Victory dalam satu kemasan. Kerja mereka di Melbourne bisa dinikmati di negeri sendiri.

Langkah “go international” mereka tak terbendung lagi. Saat nyata menjadi internasional sudah di pelupuk mata. Lagu mereka, Liberty Victory yang ada di album Victory dipinang oleh Mister Potato, sebuah produk keripik kentang dari Malaysia yang sponsor klub sepak bola ternama nan kaya raya dari Liga Primer Inggris, Manchester United (MU), untuk dijadikan sebagai lagu tema. Mereka pun berangkat  ke Old Trafford, markas MU guna syuting video clip Liberty Victory bersama beberapa pemain MU seperti Antonio Valencia, David De Gea, Federico Macheda, Javier Hernandez, Shinji Kagawa dan Wayne Rooney. Ini adalah peristiwa pertama bagi musisi Indonesia; lagunya dipinang oleh institusi internasional dan pembuatan video clip melibatkan klub sepakbola yang namanya tersohor di dunia.

Album Victory ini berisi lima lagu yang semuanya berlirik bahasa Inggris ditambah tiga lagu dari lima lagu tersebut dalam versi remix. Lagu Hold Up, Simple Man dan Liberty Victory merupakan lagu yang mengajak menghadapi hidup dengan optimisme.

Hold Up adalah sebuah ajakan untuk mengenali kekuatan diri sendiri dan kuat untuk bertahan. Simple Man bercerita tentang sebuah impian untuk menaklukkan dunia. Liberty Victory merupakan sebuah ajakan untuk meraih mimpi. Kanye bercerita tentang rasa kekaguman mereka pada penyanyi Hip Hop, Kanye West. Sementara Party Kids adalah lagu tentang kehidupan khas anak muda dengan dunia gemerlapan.

Distribusi
Bernaung di bawah label Musica Studio sejak album pertama, album Nidji Liberty Victory ini bisa didapatkan dengan gampang di outlet-outlet penjualan kaset/CD. Dan, sebuah gerai makanan juga tertarik menjadikan album Liberty sebagai promosi penjualan paket makanan mereka. Dan, jumlah yang dibeli pun sudah bisa menghasilkan platinum.

Bagi yang sudah membeli album Liberty saja sebelumnya, album Liberty Victory ini terasa kurang menarik karena isinya sama persis. Jika saja ditambah satu lagu baru di album Liberty, pasti menjadi lebih asik.

Semangat Baru
Album Victory ini adalah sebuah prestasi musisi Indonesia. Semua lagu berbahasa Inggris dan diciptakan oleh group Nidji sendiri. Produksi album ini benar-benar mendapat support luar biasa. Video clip Liberty dibuat di Old Trafford, markas MU. Dan acara launching video pun dirancang. Dan yang juga menggembirakan adalah tanggal 12 November 2012 kemarin, lagu Hold Up mengudara di radio-radio di Australia.

Hasil karya Nidji ini benar-benar angin segar di tengah terpuruknya industri musik tanah air dimana karya bajakan lebih banyak dibeli daripada karya asli sementara pemerintah tak nampak punya niat memberantas “kejahatan” ini. Data menunjukkan, penjualan fisik album musik Indonesia, 98% berupa bajakan. Sebuah hal yang sungguh sangat memprihatikan.

Yang dilakukan Nidji adalah sebuah contoh baik, sebuah role model. Mereka tak peduli pada kondisi yang memprihatinkan ini. Mereka terus berkarya. Karya adalah nafas bagi eksistensi sebuah musisi. Apalagi, karya mereka yang baru ini telah mengantar mereka “keluar kandang” dan tentu saja ikut membanggakan Indonesia. Bagaimana musisi lain? Tak adakah keinginan seperti yang dilakukan Nidji, anak-anak muda penuh energi?

singolion

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s