Ngayogjazz 2012

Festival, secara semantic, memiliki arti PESTA. Bisa juga berarti rangkaian pertunjukan budaya. Dan, definisi yang demikian bagi banyak orang terasosiasi kepada pertunjukan jazz yang menghadirkan banyak musisi jazz dan tempat pertunjukannya di gedung yang besar, mewah dan bahkan sifatnya internasional. Misalnya: Java Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, dan lain-lain.

Sementara itu, di Yogyakarta, sudah enam tahun ini ada sebuah perhelatan jazz yang bernama Ngayogjazz. Selama enam kali perhelatannya (mulai tahun 2007), Ngayogjazz tak pernah menempati gedung berkapasitas besar dengan panggung yang canggih. Ngayogjazz justru selalu diadakan di desa, kampung, dusun dan wilayah yang jauh dari gambaran sebuah tempat perhelatan musik “elit”. Ngayogjazz lebih terkesan “ndeso”. Meskipun mengusung kata “jazz” yang menurut banyak orang adalah musik kaum berpunya, Ngayogjazz jauh dari kesan itu. Jazz yang biasanya dipentaskan di gedung (mewah) dan penontonnya berpakaian rapi jali, di event Ngayogjazz semuanya menjadi anomali.

Ngayogjazz yang selalu punya misi ikut membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar (pada saat event), selalu menjadi gula bagi masyarakat sekitar yang bertransformasi jadi semut. Di event yang selama enam kali perhelatan tak pernah berada di lokasi yang sama, Ngayogjazz benar-benar telah menjadi ajang panen (finansial) tahunan. Mereka merasakan manisnya gula setahun sekali. Sebagaimana tahun ini, masyarakat Dusun Brayut yang memiliki makanan khas Legondo, benar-benar merasakan rejeki dari perhelatan ini. Jika dalam keseharian, penghasilan mereka dari berjualan makanan ini berkisar Rp 300.000,00 (itupun didapatkan dengan susah payah), pada hari Minggu, 18 November 2012 kemarin, mereka bisa mendapatkan penghasilan Rp 5.000.000,00!!! Entah berapa ton bahan yang mereka habiskan untuk perhelatan yang belum tentu akan menghampiri mereka lagi.

Di Ngayogjazz, bercampur baur pula orang dari segala lapisan untuk mengisi ruang-ruang dagang (lapak) yang menjajakan berbagai macam produk. Ada kaos, makanan, rokok, produk seluler, dan barang-barang lain yang ada hubungannya dengan musik (kaset dan PH).  Ada pasar di Ngayogjazz…….. tempat bertemunya pedagang dan pembeli.

Dan, anomali yang sedikit disebut di atas tercermin pula dari penonton. Jika lumrahnya orang menonton perhelatan jazz dengan pakaian yang rapi, sepatu yang mengkilap, parfum yang aromanya bisa bernilai jutaan, jangan harap menemukan penonton seperti itu di Ngayogjazz. Di sini, penonton dengan santai berpakaian celana pendek, kaos oblong, (sepatu) sandal, dan parfumnya pun parfum alami ciptaan Tuhan. Mereka menikmati hujan yang membasahi tubuh, sesuatu yang ditakuti para penonton jazz di gedung mewah.

Lalu, bagaimana para musisi yang tampil di perhelatan ini? Tahun demi tahun, branding Ngayogjazz semakin kuat. Beberapa musisi antri untuk tampil di perhelatan ini. Mereka yang tampil di perhelatan ini bersedia menyumbangkan keahlian mereka sebagai bentuk CSR (corporate social responsibility) jika bicara tentang honor. Jangan bandingkan dengan honor mereka ketika tampil di panggung profesional. Tapi, mereka happy bisa berada di perhelatan ini.

Selain menampilkan para musisi yang telah memiliki nama nasional atau bahkan telah mendedikasikan hidupnya untuk musik selama puluhan tahun, perhelatan ini juga memberi ruang pada musisi-musisi lokal dari beberapa tempat yang memiliki kantung group jazz. Di sinilah terjadi interaksi antara musisi yang punya nama dan yang baru mulai melangkahkan kakinya di dunia musik (jazz). Para penampil di Ngayogjazz benar-benar sebuah improvisasi! Siapa saja mereka? Silahkan click di sini.

Dengan gambaran di atas tak pantaskah kita menyematkan sebutan FESTIVAL pada perhelatan Ngayogjazz? Di sana ada orang (rakyat) berpesta, bersuka ria, ada pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli, ada musik yang bisa ditonton. Ada suasana alamiah seperti hujan dan tawa renyah. Semua melepaskan beban kerja di arena yang digelar setahun sekali. Di perhelatan ini, rakyat (sekitar) “panen” raya.

Ngayogjazz memang jazz. Ngayogjazz memang sebuah FESTIVAL sebenarnya!

Tj Singo
Penikmat Musik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s