Dewi Lestari – Sekarang Ia Adalah Ibu Peri

Singo & Dewi 2012 12 01Seandainya kedatangannya ke Yogya disertai dua orang temannya di group vocal RSD (Rida Sita Dewi), pasti A Cup of Tea ini adalah catatan tentang pertemuan saya dengan seluruh tiga wanita cantik itu. Sayang, rencana itu batal.

Dewi adalah bagian dari RSD, salah satu group yang ikut mengisi dunia musik Indonesia di pertengahan tahun 90an sampai 2000 awal. Dari ketiga wanita cantik itu, hanya Rida saja yang saya belum sempat bertemu. Saya yakin, batalnya pertemuan dengan Rida kali ini hanyalah pertemuan yang tertunda.

Di pertengahan November, saya mendapat kabar gembira dari Rida bahwa mereka bertiga akan ke Yogya untuk menjadi group pembuka konser sebuah group dari manca negara. Betapa girangnya saya bisa bertemu mereka semua dan sekalian menonton penampilan mereka di atas panggung yang belum pernah saya lakukan. Sayang, keinginan itu harus tertunda. Tapi saya yakin, suatu saat akan bertemu mereka semua dalam satu penampilan di panggung.

Kesempatan bertemu Dewi saja membuat saya gembira. Dewi yang jadwalnya begitu padat di tengah produktivitasnya sebagai seorang penulis novel, karir yang dijalaninya sekarang setelah RSD mereka nyatakan bubar – tapi sempat melakukan show reuni beberapa tahun yang lalu – tak ingin kehilangan waktu. Jadwal di agendanya untuk berada di Yogya pada 1 Desember 2012 tetap membuat dia mengunjungi kota ini. Acara awal menghibur penonton bersama Rida dan Sita, dia ubah menjadi pertemuan dengan para pembaca karyanya.

Dan, saya tak ingin kehilangan kesempatan untuk menemuinya. Dewi menyediakan waktu buat saya bertemu sebelum dia berada di tengah para pembaca karyanya yang memanggilnya “Ibu Peri”. Saya merasa mendapat apresiasi yang luar biasa darinya. Bagaimana saya tak makin mencintai dia dan kedua temannya itu? wink…wink….

Sebagai pengagum karya musiknya, kami lebih banyak berbicara tentang karya RSD dibanding novel-novel karyanya. Kami juga bicara tentang lagu-lagu ciptaannya. Dia tak menutup pintu pada karya masa lalu. Percakapan diselingi makan siang. Saya hanya ditemani minuman saja. Dewi butuh energi sebelum menemui penggemarnya.

Kami sedikit menyinggung tentang batalnya rencana manggung mereka sebagai “pemanasan” show RSD di suatu saat nanti (kapan ya?) Berlanjut pada rencana jika show bersama RSD kelak menjadi nyata. Konsep masih digodok, tapi bisa saja – seperti yang saya inginkan – RSD akan menyertakan orang-orang yang ada di balik kelahiran mereka seperti Adi Adrian, Andre Hehanussa, Ipey, Irianti Erningpraja, Raidy Noor, Yovie Widianto dan lain-lain. RSD memang lahir dan berkarya dengan menyertakan nama-nama hebat di blantika musik Indonesia.

Pembicaraan berlanjut ke karya-karya lagu ciptaan Dewi. Pembicaraan ini membuat saya lebih tahu bahwa ternyata Dewi juga menulis beberapa lagu di album Shanty, OST 8 Naga, dan beberapa lagi yang dia sendiri tidak begitu ingat. Ada juga satu karya dia untuk sebuah group terkenal yang dia tulis bersama ……. (kasih tau gak ya?). Gak usah ah…. Malaikat Juga Tahu …….

Berbicara dengan Dewi itu asik. Sebagai penulis yang terbilang produktif, banyak sekali ide yang melayang-layang di atas benaknya dan bisa berubah menjadi sebuah karya bagus. Begitu juga ketika langsung berbicara dengannya. Konversasi begitu lancar, selancar dia menulis. Mengalir mulus bak alur cerita di novel-novelnya. Kalau saja dia tak harus menghadiri acara yang sudah direncakan, pasti saya masih ngobrol dan mendengar ceritanya yang sesekali juga lucu dan konyol.

Pembicaraan harus berakhir, ditutup dengan ritual legalisir CD OST Perahu Kertas yang saya beli semata-mata karena di album itu ada satu lagu yang dinyanyikan groupnya, RSD, Langit Amat Indah. Saya kangen karya mereka.

Terima kasih Dewi, atas kesempatan tak semua orang bisa mendapatkannya sehingga bisa menjadi tulisan di kolom A Cup of Tea, padahal saat itu, saya menenggak jus rasperberry. Kapan-kapan kita ngobrol sambil mendengarkan lagu Jalanmu, lagu favoritmu dari album RSD, Bertiga, 1997. Setuju?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s