KLa Project – Tak Bisa Ke Lain Hati

KLa Project 2010 wm
Intro
Di dunia industri musik Indonesia, di tahun 80an sampai 2000 awal, label (recording company) sering memproduksi album kompilasi sebagai tes pasar untuk group atau vokalis baru yang memulai karirnya. Beberapa tahun lalu ketika NSP alias RBT (Nada Sambung Pribadi atau Ring Back Tone) sedang jaya, musisi bisa menjual singlenya untuk dibeli lewat NSP. Saat ini, group atau vokalis baru yang hendak memasuki dunia industri musik, bisa melempar single dengan beberapa cara. Mereka bisa mengunggah di laman tertentu untuk diunduh secara gratis, atau mengirimkannya ke radio-radio untuk diputar. Dari pemutaran single itu, diharapkan mereka mulai dikenal dan akhirnya bisa membuat album.

KLa Project, group yang karyanya mulai muncul di tahun 1988, termasuk group yang memulai karirnya dengan single mereka masuk di kompilasi, 10 Bintang Nusantara (1988) produksi Team Records. Waktu itu, mereka melempar Tentang Kita. Dan saat itu, lagu mereka berada di urutan A2. Dalam waktu tiga bulan, lagu mereka sangat populer sehingga album kompilasi itu dirilis ulang dengang urutan yang berubah. Tentang Kita berada di side A1. Cover album pun diubah.

Tentang Kita kemudian dimasukkan pula di kompilasi Indonesia’s Top 10 ’89 dalam extended version. Tentang Kita versi awal menjadi lagu yang sering diputar di radio dan tak pelak lagi membuat KLa Project menjadi pendatang baru yang populer. KLa merupakan singkatan dari para personilnya, Katon (Bagaskara), Lilo (Romulo Radjadin), Adi (Adrian) dan Ari (Burhani) Selain keempat nama tersebut, ada Sisca yang setia menjadi backing vocal sejak awal dan selalu mengisi satu atau dua lagu di hampir semua album mereka meskipun Sisca harus menempuh perjalanan selama proses rekaman karena dia kuliah di Malang.

all albums crop for blog editThe Albums
Mereka merilis album pertama mereka, KLa Project di tahun 1989. Mereka mencuri perhatian karena jenis musik dan lirik lagu mereka yang “beda”, fresh. KLa memasukkan unsur techno dan bersifat progresif. Lagu-lagu KLa Project menjadi istimewa karena liriknya yang sangat puitis dan bernilai sastra. Lirik lagunya tak eksplisit, yang sekali dengar sudah bisa dimengerti artinya. Perlu “pencernaan” lebih dalam untuk memahami tema lagu-lagu mereka. Album ini diterima masyarakat. Tujuh dari sembilan dari lagu di album ini (Rentang Asmara, Jumpa Kamu, Waktu Tersisa, Tentang Kita, Lantai Dansa, Anak Dara dan Laguku) membahana menjadi koor massal ketika dilagukan pada show-show KLa Project.

Sukses di album pertama berlanjut pada album Kedua (1990). Lagu Yogyakarta menancapkan KLa Project sebagai super group saat itu dan membuat lagu itu menjadi image yang menempel lekat pada KLa Project. Lagu lain seperti Lagu Baru, Bantu Aku, Semoga, Lara Melanda, dan Baiknya banyak melekat di telinga pendengar KLa Project. Album yang menuai sukses ini mendapatkan BASF Award 1991 untuk Kriteria Artistik: Komposisi Lagu Terbaik, Tata Musik Terbaik serta Kriteria Komersial (Album Terlaris) Techno Pop dan penghargaan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X karena lagu Yogyakarta. Karena suksesnya lagu Yogyakarta, album ini dirilis ulang dengan menempatkan lagu tersebut di urutan A1 setelah sebelumnya A1 diisi oleh Lagu Baru.

Setelah album Kedua, mereka memiliki satu single, Datanglah Pesona, yang dirilis di kompilasi Tembang Unggulan 1990. Lagu Datanglah Pesona ini tak pernah ada di album KLa manapun maupun kompilasi lagu-lagu terbaik resmi yang disetujui KLa Project (Dekade1998 & Best Of 2001). Karena lagu-lagu mereka yang diterima pasar, ditambah satu lagu Datanglah Pesona, pihak label memproduksi Best Collection (1991). Kompilasi lagu-lagu terbaik ini sebenarnya bukan kemauan KLa. Mereka juga tak menyetujui beredarnya album ini. Di luar kebiasaan lazim, group yang baru menelorkan dua album sudah memiliki kompilasi lagu terbaik. Cover di album ini pun memunculkan foto personil KLa yang di dua album sebelumnya, disain sampul mereka tak memunculkan foto personil.

Setelah album Kedua, mereka merilis album Pasir Putih (1992) di bawah label Pro Sound. Tak Bisa Ke Lain Hati, Belahan Jiwa, Pasir Putih dan Radio menjadi lagu-lagu yang sangat digemari. Pasir Putih pernah dibawakan Hari Moekti di tahun 1990 di album Nona Nona Nona. Tak Bisa Ke Lain Hati memberi cap baru buat KLa Project yang sering digunakan KLanese untuk menyatakan mereka tak pernah berpaling dari group ini.

Setelah album ketiga mereka, terdapat album kompilasi The Best yang diproduksi oleh label Aquarius (1993). Album ini diisi oleh lagu-lagu dari album pertama sampai ketiga KLa Project. Ketika era cakram mulai merebak, sampai saat ini, selain album KLa Project dan Kedua, semua album KLa diproduksi dalam bentuk CD. Termasuk satu kompilasi Best Cut yang berisi lagu-lagu dari album pertama dan kedua mereka (Team Records). Kedua album kompilasi lagu-lagu terbaik ini juga bukan kemauan group.

Di tahun 1994, KLa Project memasuki babak baru tanpa adanya Ari Burhani (drummer) mereka. Mereka merilis album Ungu. Album ini benar-benar ungu, mulai dari sampul sampai casing untuk pita magnetiknya. Tak banyak lagu yang menjadi hits di album ini. Terpuruk Ku Disini dan Satu Kayuh Berdua adalah lagu yang paling banyak dikenal di album ini.

Perjalanan berlanjut ke album V di tahun 1995. Lebih dari separoh lagu dari keseluruhan album (delapan lagu) ini terbilang hits. Romansa, Terkenang, Bahagia Tanpamu, Hingga Memutih Tulang, Takluk dan Meski Tlah Jauh sangat akrab bagi KLanese.

Di pertengahan tahun 1990, Indonesia dilanda demam akustik. AN-TV sebagai salah satu stasiun televisi memiliki acara Akustik Plus dan menampilkan musik-musik akustik. Chrisye sempat membuat album AkustiChrisye (1996). KLa Project yang diproyeksikan untuk mengisi acara itu pun tak ingin sekedar berada di acara itu. Mereka ingin sesuatu yang lebih. Maka, dibuatlah konser KLaKUSTIK di Gedung Kesenian Jakarta pada 11 Maret 1996. Konser dengan penonton terbatas (undangan dan pers) disiarkan oleh AN-TV sebagai sesuatu yang berbeda dengan penampilan-penampilan group lain di acara itu. Konser ini direkam dan dijadikan dua album termasuk VCD dan dirilis ulang dalam bentuk DVD, beredar tahun 2011. Terdapat dua lagu baru di album ini, Gerimis (KLaKUSTIK #1) dan Salamku Sahabat (KLaKUSTIK #2).

Di usia 10 tahun perjalanan karya mereka, KLa Project merilis album Dekade (1988 – 1998). Inilah album kompilasi lagu-lagu terbaik mereka yang resmi. Disain sampulnya juga resmi dari mereka. Penjualan album ini, baik bentuk kaset maupun cakram, disertai bonus booklet lirik yang didisain secara khusus dan artistik. Beberapa lagu di di album ini diambil dari album KLaKUSTIK #1 & KLaKUSTIK #2 yang aransemennya berbeda dari album studio mereka.

Di tahun 1998 pula, mereka merilis album Sintesa. Sebuah album “jenius” terutama dari sisi musik. Di album ini, KLa Project berpindah ke label Sony Music. Ini menjadi reuni mereka dengan bapak Jan Djuhana yang dulunya berperan mengorbitkan mereka di kompilasi 10 Bintang Nusantara. Mereka kembali ke pangkuan “bapak”nya. Nampaknya, KLanese tak siap dengan “inovasi” musik jenius ini, mereka tak begitu menikmati. Penjualan album ini tak selaris album-album sebelumnya. Namun demikian, toh KLanese “tak bisa ke lain hati” dan akhirnya akrab dengan Sudi Turun Ke Bumi, Saujana, Dekadensi, Ratu Hati, Jiwa Merapuh, Sayap Rindu dan Sara.

Setelah album Sintesa yang tak begitu memikat pasar, KLa Project melahirkan album KLasik di tahun 1999 yang secara seloroh merupakan singkatan “KLa back to basic”. Mereka kembali dengan lagu-lagu seperti di album-album lama mereka, lirik dan musik.  Album ini kembali mencatat sukses. Dari delapan lagu di album ini, hanya satu yang tak begitu populer. Sementara Menjemput Impian, Prahara, Bunga Tidur, Tambah Usia, Prasangka, Panggung Untukmu dan Kidung Mesra selalu bisa membuat mereka berkaraoke massal ketika menonton konser-konser KLa Project.

Di tahun 2001, mereka telah menyiapkan single Sebuah Rahasia. Mereka telah selesai membuat video clip untuk album itu. Namun apa hendak dikata. Lilo memutuskan keluar dari group. Video clip tak jadi ditayangkan dan akhirnya yang muncul adalah album The Best Of dengan menyertakan Sebuah Rahasia di antara lagu-lagu lama mereka. Sebagian besar KLanese yang menyesalkan kejadian ini. Terjadi diskusi di website mereka (http://www.klaproject.com) yang menyayangkan hengkangnya Lilo. Beberapa komentar kekecewaan ditanggapi dengan begitu diplomatis oleh admin website yang tetap tak membuat KLanese tak puas. Buat KLanese, KLa adalah Katon, Lilo & Adi. Tanpa salah satu dari mereka, KLa bukanlah KLa. Lilo memang personil yang paling dekat dengan KLanese. Dia lah yang berinisiatif membentuk KLanese.

Selepas Lilo dari KLa Project, ada satu album yang dibuat oleh Katon dan Adi. Mereka mengajak Yul Priatna pada guitar, Erwin Prasetya (ex Dewa19) pada bass dan Harry Goro pada drum. Harry sendiri sebenarnya adalah pemain tambahan yang sudah mengikuti KLa Project cukup lama. Mereka membentuk NUKLa dengan album New Chapter pada 2004. Sayang, penjualan album ini lebih buruk lagi daripada Sintesa. Tak satupun lagu yang menempel buat KLanese.

Di tahun 2008, Lilo was back! Inilah saat yang ditunggu oleh KLanese. Mereka kembali dengan album KLa Returns yang berisi empat lagu (mini album). Ada dua lagu baru di album ini: Someday dan Tak Ingin Ku Beralih. Dua lagu lainnya adalah Yogyakarta dan Semoga. Bagaimana pun, album ini sungguh ditunggu oleh KLanese. Album ini dirilis di bawah label Catz Records.

Di tahun 2010, KLa Project merilis album eXellentia yang mereka anggap sebagai album ke sepuluh. Di album ini, mereka sudah berada di bawah perusahaan sendiri, KLa Corp.  Lagu Tak Ingin Ku Beralihdari album KLa Returns dimasukkan lagi di album ini menyertai lagu-lagu baru yang lain seperti Revolusi Disco, Cinta (Bukan) Hanya Kata, Hilang Separuh Hati, Mana Kutahu, Impian Tumbang, Kau Pulihkan Luka, Rahasia Semesta, Hidup Adalah Pilihan dan Mimpimu Nyata. Ada catatan khusus di album ini. Masuknya nama di luar KLa Project yang menulis lirik Mana Kutahu, Anita Kastubi. Selama ini, tak pernah ada nama lain di luar personil KLa Project yang ikut menulis lirik.

Catatan Kecil
Mengikuti perjalanan KLa Project memang bak membaca sebuah cerita romansa tingkat romantis akut. Lirik-lirik lagu menjadi kekuatan mereka. Musik mereka yang progresif memberi pembaharuan di dunia musik Indonesia. Group ini adalah group yang memiliki konsep kuat. Mereka tak sembarangan menerima tawaran show. Mereka tak sering show, tapi sekali show, mereka ditunggu. Inilah ekslusivitas yang mereka bangun. Ekslusivitas itu bukanlah hal yang harus diterjemahkan secara kamus. Toh, buktinya mereka tak keberatan melayani dan diajak berfoto ketika para KLanese telah menunggu mereka selesai show.

Mereka tak pernah punya lagu unreleased. Semua lagu yang dipersiapkan untuk satu album, tak ada yang dibuang dan diganti. Ketika mereka menyetorkan 10 lagu, 10 lagu itulah yang semua ada di album. Tak ada yang dibuang atau disimpan untuk album berikutnya.

Tahun depan (2013) merupakan tahun ke-25 mereka berkarya di musik Indonesia. Untuk urusan umur, group ini pun mereka punya konsep yang hampir tak pernah dipakai group lain. Mereka memakai patokan sejak karya mereka mulai ada (dalam bentuk lagu yang dirilis – Tentang Kita). Itu artinya, mereka menghitung usia mereka mulai 1988. Dan, mereka telah menyiapkan sesuatu yang besar di tahun itu. Tanyakanlah kepada KLanese apakah mereka mau menunggu kejutan itu? Pasti jawabannya “mauuuuuu……..” sambil mereka bernyanyi…

Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi
Tercipta nelangsa merenggut sukma
Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati
Pindah ke lain hati
Pindah ke lain hati

Tj Singo
Pengagum Berat Mahakarya KLa Project

singo & KLa 2

Advertisements

2 thoughts on “KLa Project – Tak Bisa Ke Lain Hati

  1. dapat album the best kla yg ada lagu datanglahpesona gimana caranya ya,ama album 10 bintang nusantara juga. kayaknya lagu tentang kita di album itu agak beda aransemennya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s