Tipe-X – Seven

Tipe-X - 2012 SevenTipe-X adalah group bergenre SKA yang konsisten di jalurnya. Mereka merilis album ketujuh, SEVEN, baru-baru ini. Ini adalah album ketujuh, tahun ke-13 sejak album mereka pertama, Ska Phobia (1999). Tema-tema lagu mereka adalah kejadian sehari-hari yang diangkat menjadi lirik. Lirik mereka sederhana tapi lucu.

Ini adalah sebuah album Tipe-X yang kembali ke selera asal setelah di album sebelumnya, Festival Perasaan (2009), mereka kehilangan “roh” karena (mungkin) terlalu memaksakan unsur “industri” (permintaan produser atau manajemen yang menaungi mereka saat itu). Buat saya, hanya lagu Saat-saat Menyebalkan adalah satu-satunya lagu dari album itu yang “Tipe-X banget”. Lagu-lagu lain lebih terasa pop dan rock.

Setelah ratusan acara off air dan menari-nari ska di banyak panggung pensi di sekolah-sekolah, akhirnya tahun ini mereka kembali merilis album. Ada perbedaan personil dari album sebelumnya dan mereka kembali ke roh asli mereka.

Personil di album ini berjumlah enam orang. Sama dengan di album sebelumnya. Namun, Andi Toha peniup saxofon tak lagi bergabung dan Arie Hardjo yang di album sebelumnya adalah additional drummer, pada album ini sudah menjadi penggebuk drum tetap.

The Songs

  • Dibuka dengan lagu Jantungku. Intronya sudah Tipe-X banget. Lagu ini bercerita tentang sebuah kencan (kopi darat) yang dikenal via chatting dan ternyata orang yang ditemuinya seorang transgender. Mati gak lu!
  • Menyusul Boyband. Lagu ini merupakan single yang mereka munculkan pertama dari album ini. Video clip nya pun sudah bisa dilihat. Judul ini dipilih untuk menangkap fenomena boyband yang marak akhir-akhir ini meskipun isinya sebenarnya adalah sindiran bahwa anggota boyband sebenarnya bukanlah hal yang membanggakan.
  • Lagu ketiga adalah Pesta. Sebuah ajakan untuk bersenang-senang, khas sebuah perhelatan yang disebut pesta.
  • Aku Cukup Senang sebagai lagu keempat menggambarkan perasaan seseorang yang begitu bahagia mendapatkan cinta meskipun dia tak punya apa-apa.
  • Di track 5, Gak Terang Terang menceritakan orang yang selalu curhat tentang cintanya tapi tak pernah punya solusi atas hubungan cintanya.
  • Indonesia Juara di track berikutnya adalah sebuah lagu yang ditujukan untuk memberi motivasi bagi Indonesia agar menjadi juara. Lagu yang bisa memberi motivasi seperti ini bukanlah yang pertama dibuat oleh Tipe-X. Di album Super Surprise (2003), mereka punya lagu Jangan Jadi Pecundang. Lagu yang bagus untuk membangkitkan semangat untuk jadi pemenang.
  • Di urutan ke tujuh, Cinta Jatuh bercerita jika cinta yang begitu kuat, segala jarak dan rintangan pun akan dilalui.
  • Jangan Omong Sembarangan di urutan selanjutnya adalah sebuah himbauan untuk tak banyak bicara. “Actions speaks louder than words”. Kira-kira begitu. Ada unsur reggae di lagu ini.
  • Dari judulnya, lagu Happy Birthday jelas bertemakan ucapan selamat ulang tahun.
  • Album ini disudahi dengan lagu Reuni. Lagu yang bercerita tentang keceriaan berkumpul dengan teman lama mengenang masa-masa indah. Lagu ini dibuka dengan intro gitar akustik dan hampir sepanjang lagu, irama yang dimunculkan adalah lagu folk.

Secara keseluruhan, Tipe-X telah kembali ke khittah nya sebagai group band Ska. Musiknya asik didengarkan dan tak kalah dengan lagu manca yang sering diputar untuk konsumsi ajojing. Inilah Tipe-X yang selalu tampil dengan tema-tema sederhana dan lirik yang tak sulit dicerna. Tapi ketika didengarkan dengan penuh konsentrasi, liriknya kadang juga menggelitik.

The Packaging & Distribution
Album ini didistribusikan lewat gerai mini market sebagaimana sekarang banyak dilakukan para label karena peran toko kaset/CD yang makin lama makin tenggelam dan dilupakan dan mungkin suatu saat hanya akan jadi sejarah atau monumen yang turut membesarkan artis/musisi pada suatu masa tertentu . Hal yang dianggap lazim di negara ini. Ketika perannya sudah tak bisa diharapkan, yang terjadi adalah penghancuran.

Distribusi ekslusif di gerai mini market seperti ini saat ini dianggap lebih menguntungkan secara ekonomi karena gerainya menyebar sampai tingkat kecamatan atau desa. Namun, mini market tak selalu bisa membantu distribusi sampai ke seluruh pelosok negeri karena di pulau tertentu, mini market ini tak memiliki gerai.

Entah apa yang ada di benak label (Offbeat Music) yang memproduksi album Tipe-X ini sampai kemasannya dibuat amat sangat sederhana. Tanpa disediakan lirik dan hanya ada potongan di cover sebagai penjepit untuk cakram tanpa perlindungan terhadap fisik cakram tersebut. Jika saja Tipe-X dan label mau memikirkan bahwa karyanya perlu disimpan & dikoleksi untuk jangka waktu yang lama dan suatu saat menjadi artefak untuk musik Indonesia, kemasan yang lebih menjamin durability (keawetan) mestinya harus menjadi pertimbangan.

Tj Singo
Penikmat musik Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s