Krakatau Kembali Satu

Kau Datang

kau datang seketika
mengejutkan jiwa
sehingga ku terlena
sekejap ku merasa
kau datang
demi kebahagiaanku
yang kucari

Itu adalah cuplikan lirik lagu Kau Datang dari album Top Hits Single (1989) dan Kembali Satu (1990). Dan lirik itu benar-benar cocok menggambarkan bagaimana berita yang saya terima mengejutkan jiwa demi kebahagiaanku.

Kembali Satu kiriman Pra re wm 18 February 2013, 20.31 saat saya sedang menikmati makan malam di sebuah warung kuliner, nada pesan masuk di perangkat telepon pintar saya berbunyi. Tanpa ada pesan, yang muncul hanya sebuah foto, kiriman salah satu personil Krakatau, band jazz favorit saya. Foto itu sebuah kejutan karena di situ ada enam orang anggota Krakatau dimana keempat anggotanya saat ini tak lagi di group tersebut. Itu bukan foto di masa mereka masih produktif menghasilkan album. Itu foto yang baru saja diambil dan langsung dikirim ke saya. Sungguh suatu kejutan dan berubah menjadi keharuan buat saya. Bertahun-tahun saya menunggu mereka “Kembali Satu” dan baru kali ini itu terjadi. Foto itu benar-benar foto yang “fresh from the oven” dan langsung dari tempat mereka berkumpul malam itu.
Selanjutnya, terjadi sedikit pembicaraan via perangkat tadi dan ada kabar gembira berikutnya. Mereka serius akan Kembali Satu beberapa bulan yang akan datang dan Yogyakarta termasuk kota yang dikunjungi. Adrenalin saya langsung meningkat namun saya tak berani berkicau eksplisit di Twitter. Saya hanya membuat kicauan yang ambigu karena begitu kicauan eksplisit terbaca di dunia maya, maka tuntutan di dunia maya yang kadang lebih “ganas” daripada tuntutan di dunia nyata atas terjadinya acara itu akan bisa menjadi sebuah bumerang untuk mereka jika ternyata tak jadi datang.

Ciputat-20130218-00158 re wm Beberapa menit kemudian, saya mendapat kiriman foto lain yang menggambarkan pertemuan mereka dari teman lain yang boleh dibilang “orang dalam” Krakatau. Saya semakin senang namun masih tak bersedia berkicau. Saya masih menyimpannya sebagai informasi untuk saya sendiri. Saya sungguh beruntung dan bangga, mengenal idola saya secara personal dan mendapat berita yang baru digodok. Kebanggaan itu terjadi karena saya bukanlah media massa yang biasanya pertama kali mendapat berita hangat dari sumbernya untuk kemudian digulirkan menjadi sebuat berita besar.

Setelah itu, di Facebook (FB), mantan vokalis Krakatau memasang foto yang sama dengan yang saya terima. Rasa mantap makin tebal. Beberapa hari setelahnya, saya mendapat saran untuk “Like” page Krakatau Kembali Satu di FB. Dan, akun Twitter Krakatau2013 pun tercipta. Beberapa hari ini  kegiatan menulis – yang hampir dua bulan tak tertuang di blog pribadi – saya terangsang untuk menulis tentang Krakatau.

Ini Bukan Reuni

krakatau kembali satu pictures crop wm res

Melihat foto-foto yang terpasang di FB Krakatau Kembali Satu dan pernyataan-pernyataan dari sumber-sumber nomor 1, saya semakin yakin keenam personil Krakatau dan eks Krakatau memang serius ber-Kembali Satu. Ini bukan reuni yang sekedar bertemu, ngobrol dan setelah itu bubar atau berlanjut dengan kabar-kabaran belaka. Mereka akan berkarya kembali, memenuhi kerinduan para fans nya dan akan melahirkan lagi karya-karya hebat seperti mereka hasilkan pada empat album mereka di rentang tahun 1986 – 1992 sebagai band beraliran fusion jazz sebelum akhirnya mengubah format musiknya menjadi ethno-kontemporer yang berbasis pada musik tradisional.

Krakatau Kembali Satu hadir sebagai tontonan live tentu saja merupakan suatu suguhan yang ditunggu-tunggu para penggemar Krakatau. Sebelumnya, pernah ada pementasan di kota kelahiran mereka, Bandung, pada 26 Januari 2012. Tajuk yang diusung saat itu adalah Remembering Krakatau, Trie Utami and Audiensi Band featuring Donny Suhendra, Dwiki Dharmawan, Gilang Ramadhan, dan Pra B Dharma. Proyek ini merupakan ide dari Trie Utami di pertengahan Mei 2010 dan baru terealisasi pada Januari 2012. Saat itu, Trie Utami memang ingin menyatukan kembali Krakatau dan membawanya ke beberapa kota yang memiliki penonton dengan tingkat apresiasi yang tinggi terhadap karya Krakatau. Di balik kesuksesan yang terjadi hanya di Bandung, kini kita tinggal menunggu kehadiran keenam personil yang namanya besar dan dikenal semua penggemar musik di Indonesia dalam format yang komplit, Krakatau Kembali Satu.

Jika ditanya mengapa baru sekarang mereka Kembali Satu, rasanya tak akan ada jawaban yang eksak yang bisa menjelaskan. Semua berpulang pada sang waktu, sang “moment of truth” yang tak pernah dirancang namun tiba-tiba datang. Salah seorang personilnya pun sampai tak bisa menjelaskan kenapa baru kali ini dia baru mau mengatakan YES untuk sebuah peristiwa besar ini. Semuanya by nature, not by design.

Kembali ke keseriusan mereka berenam untuk berkarya lagi, masih menurut sumber terpercaya level 1, mereka memutuskan untuk menyediakan waktu dua kali seminggu untuk berlatih. Apakah ini bukan tandanya serius di tengah kesibukan masing-masing personil? Donny Suhendra, sang gitaris, banyak mengisi musik bagi musisi/vokalis di negeri ini. Dwiki Dharmawan, sang pemain keyboard memiliki sekolah musik dan berkelana mempromosikan perdamaian lewat musik ke se antero dunia. Gilang Ramadhan, sang penabuh drum, memiliki sekolah yang jaringannya tersebar di seluruh Nusantara dan selalu menyempatkan waktu mengunjungi cabang-cabang sekolahnya dan juga memiliki seabreg kegiatan lain dalam memasyarakatkan drum. Indra Lesmana, sang pemain keyboard, selain sibuk mengurusi RW Lounge miliknya, juga mencurahkan waktunya berkolaborasi dengan musisi-musisi muda menghasilkan album rekaman. Pra B Dharma, sang bassist, masih bersama Krakatau dan juga mengurusi sekolah bersama Gilang Ramadhan sambil sesekali mengurusi barang-barang antiknya yang bisa dibilang prasasti. Last but not least, sang “penyanyi cilik”, Trie Utami, menjual suaranya dimana-mana, menulis buku dan membantu kegiatan-kegiatan spiritual kemana kakinya melangkah. Benar-benar mereka serius untuk Kembali Satu.

Kembali Satu
Penamaan akun Krakatau Kembali Satu memang bisa dirancang. Tapi, apakah sebuah kebetulan belaka ketika sebuah rencana besar bersatunya mereka kembali dicomot dari judul lagu dan nama album mereka di tahun 1990, sekaligus album terakhir Krakatau dengan formasi berenam itu?
Entah apa yang ada di benak Indra Lesmana dan Pra B Dharma sebagai pencipta lagu Kembali Satu. Penerawangannya begitu “canggih”. Apa yang mereka tulis 23 tahun yang lalu, liriknya menjadi kontekstual dengan kondisi Kembali Satu-nya mereka berenam saat ini.

Ku ikuti angin jaman berlalu
Ke masa silam terbayang pilu
Ketika sinar meredup k’labu
Sisa-sisa wajah menanam semu
Di lubuk hati menggenggam rindu
Akan cita-cita yang dulu layu

Ku berlari bebas menembus waktu
Tinggalkan hati tiada menentu
Ku dambakan s’lalu masa depanku
‘Kan pasti kembali satu

Kini penuh harap tak akan ragu
Sejak terbuka hari baru
Bulat tekad hati untuk melaju

Saya terlalu sentimentil menghubungkan lirik lagu ini dengan kejadian Kembali Satu karena saya tau cerita yang ada di dalam group ini. Tapi, lupakan saja semua kegetiran yang pernah terjadi dan sangat jamak di sebuah group karena menyeragamkan buah pikir enam orang dimana setiap personil memiliki branding yang kuat dan karir yang hebat bukanlah hal mudah. Setiap manusia pasti punya vested interest. Sebuah group band bukanlah sebuah partai politik atau satuan keamanan negara yang taat pada garis komando. Perbedaan-perbedaan yang mereka miliki justru bisa memperkaya mereka untuk menjadi karya indah dan terkenang. Paling tidak bagi pendengar musik Indonesia yang mengikuti perjalanan mereka sejak awal karya mereka tercatat di album Krakatau (1987), Second Album (1988), Top Hits Single (1989) dan Kembali Satu (1990) serta Let There Be Life 91992) yang kini mulai menggema kembali dan ditunggu banyak orang.

Kredit spesial perlu ditujukan kepada mas Donny DSS dan Dion Momongan, dua orang yang sangat mengetahui perjalanan Krakatau dan menjadi saksi hidup serta menjadi kunci terjadinya peristiwa Kembali Satu ini.

Tj Singo
Krakatau-freak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s