Erwin Gutawa & Gita Gutawa’s Project – Di Atas Rata-rata

Gita Gutawa & Erwin Gutawa - 2013 Di Atas Rata-rataDi bulan Juni 2012, seorang teman yang berprofesi sebagai vocal director memberi info ke saya bahwa Erwin Gutawa dan Gita Gutawa sedang menggarap sebuah proyek album untuk anak-anak. Tapi dia tidak memberi info lanjutan. Itu saja. Saya tau, ini akan jadi sebuah karya yang bagus. Saya tau betul Erwin Gutawa adalah orang yang tak perlu diragukan lagi kualitas musikalitas dan karyanya.

Sembilan bulan setelah kabar itu (bak umur sebuah kehamilan), lahirlah sebuah album yang berjudul Erwin Gutawa & Gita Gutawa’s Project Di Atas Rata-rata. Dengan melihat siapa yang berada di belakang album ini, tak ada alasan bagi saya untuk tidak membelinya.

Album ini tercetus dari obrolan atas keyakinan banyaknya anak Indonesia yang memiliki talenta. Erwin Gutawa memang selalu serius dengan karya. Ia memiliki standar yang tinggi. Standar itu yang ia tunjukkan dalam album ini. Album ini tak sekedar hadir sebagai sebuah album lagu biasa. Di sana terlihat sebuah musikalitas, teknik bernyanyi, lirik, harmonisasi, improvisasi, karakter dan juga ciri khas anak-anak yang terlibat di sini.

Sebagai seorang idealis di bidangnya, Erwin Gutawa (dan Gita Gutawa) adalah orang yang mementingkan kesempurnaan karya. Tak heran jika proses album ini bukanlah sebuah proses instan sebagaimana sekarang banyak mewabah. Proses audisi tertutup selama berbulan-bulan dan diikuti ratusan anak dari beberapa kota melahirkan 13 anak yang akhirnya diberi kepercayaan untuk mengisi album ini. Dan hasil akhirnya memang sebuah musik yang berkualitas dengan tetap mengedepankan ciri anak-anak.

Ketigabelas anak-anak tersebut terbagi menjadi satu group trio anak laki-laki, satu group trio anak perempuan dan 7 penyanyi solo. Ketigabelas anak-anak itu bernyanyi dalam berbagai genre musik. Ada yang membawakan lagu pop, jazz, klasik, R & B, country dan musik tradisional Indonesia (baca: Jawa).

The Album & The Songs
Album ini berisi sepuluh lagu dengan dua lagu baru dan sisanya adalah lagu yang pernah populer. Album ini banyak melibatkan musisi di dalamnya. Selain orkestrasi yang  dipercayakan kepada Czech Symphony Orchrestra dan Brass section oleh Karel Vlach Orchestra, musisi lokal juga ikut terlibat di album ini. Pada gitar, ada nama-nama Venandra Budianto, Erik Nur Firmansyah, Andre Dinuth dan Nikita Dompas sementara pada bass terdapat nama-nama Ari Firman, Adrenanda Reno (Reno Revano), Barry Likumahuwa, Indra Alamshah dan Adam Ndu. Drum diisi oleh permainan Echa Soemantri, Demas Narawangsa, Agung Yudha Asmara, Rayendra Sunito (The Bakuucakar), Carlo Liberianto (Jikustik), dan Jeane Phialsa (Alsa) sementara piano dan keyboard/synthesizer dimainkan oleh Erwin Gutawa dan Glen Dauna serta Noni yang juga bernyanyi di lagu Di Duniaku. Pada arahan vocal (vocal directing), selain Erwin Gutawa sendiri, terdapat nama Lucky Tampilang, Yandi Bronsu, Gabriel B Harvianto, Sruti Respati, Lucia Palupi dan Irvan Nat.

Melihat nama-nama yang terlibat di album ini, tentulah ini bukan album main-main. Inilah bukti keseriusan dan sikap perfeksionis seorang Erwin Gutawa. Ia tau mana musisi yang cocok untuk mengisi sebuah lagu. Secara teknis dan bisnis, beragamnya musisi yang ikut mengisi album adalah sebuah harga yang tidak murah.

  • Track pertama diisi oleh lagu Damai BersamaMU oleh Boy Sopranos (Sabian, Christo, Moses). Kelompok trio anak laki-laki ini terbentuk karena Erwin dan Gita menemukan bakat mereka yang mengarah pada vocal klasik. Dan untuk menyempurkannya, Erwin mempercayakan Christopher Abimanyu untuk melatih mereka. Lagu ini ciptaan Johnny Sahilatua. Lagu ini dulu dipopulerkan oleh Chrisye di album AkustiChrisye (1996).
  • Apanya Dong menjadi lagu kedua di album ini. Lagu ini diciptakan oleh maestro Titiek Puspa dan pertama kali dibawakan oleh Euis Darliah di tahun 1982 di album Apanya Dong dan mengangkat nama Euis Darliah ke kancah musik nasional. Lirik lagu ini mengalami adaptasi disesuaikan dengan jaman sekarang. Adaptasi dibuat oleh Titiek Puspa dan Gita Gutawa. Lagu dibawakan oleh Sensen dengan gaya soul.
  • Lagu ketiga Di Duniaku bernuansa pop, dibawakan oleh Noni  yang juga bermain piano dan mengisi backing vocal sendiri. Lagu baru ini ciptaan Erwin Gutawa dan Gita Gutawa. Lagu ini bercerita tentang indahnya dunia dimana tak ada permusuhan dan kebencian.
  • Di track keempat, lagu Kenangan Terindah yang dulu dibawakan oleh group Samsons di album Naluri Lelaki (2005), dibawakan oleh trio anak perempuan Aorea (Naomi, Rara, Dea). Kelompok ini dibentuk dengan cerita yang hampir sama dengan Boy Sopranos. Mereka memiliki bakat yang mengarah pada vocal klasik. Namun, pada lagu ciptaan Irfan Aulia, sentuhan pop masih bisa dirasakan. Persembahan lagu ini kepada orangtua sang penyanyi merupakan interpretasi lagu ini, bukan kenangan atas sebuah hubungan cinta pria & wanita.
  • Pada track kelima, Rafi menyanyikan Doo Be Doo dengan nuansa jazz. Lagu ini dulu dipopulerkan oleh Gita Gutawa di album Gita Gutawa (2007). Sebuah lagu ciptaan Z Mahola/J Hawks/S Attwell/A Turest-Swarts/J Siagauque/K Smit/P Cohen dan adaptasi lirik oleh Eross Chandra.
  • Di track keenam, Ari membawakan lagu Ayah. Lagu ciptaan Rinto Harahap ini sangat terkenal di tahun 70an. Sebuah lagu tentang kerinduan sosok ayah. Lagu ini dibawakan dengan nuansa pop.
  • Selanjutnya di track ketujuh, sebuah lagu tradisional (Jawa) berjudul Walang Kekek dibawakan oleh Woro, seorang dalang kecil dari Solo yang juga menguasai keroncong. Ini sebuah lagu yang telah menjadi milik umum yang tak diketahui pengarangnya. Dipopulerkan oleh Waljinah, seorang maestro lagu tradisional (Jawa) dan penyanyi keroncong. Di album ini, lagu ini mengalami adaptasi lirik dan berisi ajakan yang positif. Adaptasi lirik oleh Gita Gutawa dan Sruti Respati, pesinden asal Solo yang merekomendasikan Woro pada Erwin Gutawa untuk proyek ini.
  • Pada track kedelapan, Kanya menyanyikan lagu Melati Suci ciptaan Guruh Sukarno Putra. Lagu ini dulu dibawakan oleh Vina Panduwinata di album Pagelaran Guruh Sukarno Putra volume III Cinta Indonesia (1984).
  • Lagu kesembilan adalah Kupu-kupu yang dinyanyikan oleh Dian yang memiliki jenis suara mezzo sopran. . Lagu ini dulu dibawakan oleh Melly Goeslaw di album solonya, Melly (1999). Di album ini, lagu ini juga berisi interlude Kupu-kupu Kemanakah Engkau Terbang ciptaan Ibu Sud.
  • Lagu terakhir adalah sebuah lagu baru ciptaan Erwin Gutawa dan Gita Gutawa. Lagu yang berjudul Jangan Remehkan ini dibawakan oleh ketigabelas anak-anak yang terlibat di album ini. Mereka adalah Anak-anak Di Atas Rata-rata (DARR). Sebuah lagu yang menyuarakan bahwa meskipun mereka anak kecil, bukan berarti mereka tak bisa melakukan apa yang bisa dilakukan orang besar. Bahkan, mereka bisa melakukan apa yang orang besar tak bisa lakukan.

Tak usah lagi meragukan kualitas album ini. Ini adalah album yang dibawakan anak-anak dan perlu didengarkan oleh anak-anak bahkan orang dewasa. Album ini adalah oase di tengah membanjirnya lagu orang dewasa yang dinyanyikan oleh anak-anak tanpa mereka tau apa arti lagu-lagu itu. Sebagaimana ditulis oleh Erwin Gutawa di kata pengantar, album ini diharapkan menjadi sebuah cara berpikir, berperilaku untuk bekerja semaksimal mungkin agar mendapatkan hasil “Di Atas Rata-rata”. Sementara Gita Gutawa berharap album ini adalah sebuah gerakan, etos, semangat, bahwa anak-anak Indonesia punya kemampuan di atas rata-rata”.

Kemasan & Distribusi
Album yang bagus ini kemasannya terlalu sederhana. Hanya dikemas dengan kertas tanpa pengaman yang representatif untuk bisa menjadi koleksi yang berharga. Sayang sekali jika album ini sering diputar tapi mudah rusak karena cakram sering tergesek dengan kertas pembungkusnya. Dan, sayang sekali jika distribusi album ini juga terbatas hanya bisa didapatkan di outlet Gramedia yang hanya sampai kabupaten (dan tidak di semua kabupaten di Indonesia). Alangkah lebih indah jika pendengar musik Indonesia (termasuk anak-anak) di tingkat kecamatan mendapat kesempatan memiliki album ini. Mungkin perlu penjualan yang lebih merata dengan lebih memperluas distribusi atau dijual secara online?

Tj Singo
Penikmat Musik Indonesia

Advertisements

2 thoughts on “Erwin Gutawa & Gita Gutawa’s Project – Di Atas Rata-rata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s