Music Matters

inilah suasana “backstage” sebuah tontonan di televisi. Kita jadi tau apa yang selama ini kita tidak tau. Sebuah tontonan yang tersaji begitu fresh, tapi di belakangnya itu para juri itu sebenarnya harus “mengorbankan” waktunya yang begitu banyak.

Music Matters by Glenn Fredly

Saya masih mengingat betul, bagaimana hari itu shooting babak Blind Audition sangat melelahkan, karena kami para coach (Armand Maulana, Giring, Sherina dan saya)  telah memulai kegiatan shooting Blind Audition dari beberapa hari sebelumnya (dari pagi sampai tengah malam, bahkan selesai subuh…) dan hari itu 1 Februari 2013 adalah hari terakhir kami mencari penyanyi, untuk masuk di team masing-masing…

Kuota penyanyi yang ditentukan untuk masing-masing team dari para coach adalah 14 penyanyi dan  di shooting hari terakhir Blind Audition tersebut, saya telah  mencapai Kuota  yang  telah ditetapkan!

Menurut peraturan The Voice Kuota (jumlah) 14 penyanyi dari masing-masing team tidak mutlak, para coach masih punya  1 hak atau kesempatan ‘istimewa’ untuk menambah 1 lagi penyanyi, untuk masuk kedalam teamnya, asalkan penyanyi yang dipilih tersebut harus benar-benar istimewa bagi si coach…dan seperti saya bilang, di hari terakhir shooting itu, selain rasa lelah yang sudah hampir puool rasanya, saya juga sudah memenuhi kuota standart…

View original post 1,583 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s