Jikustik – Sampai Samudra Mengering

Jikustik kaset all miring 15 crop res
Awal Mula
Awalnya, Jikustik adalah G-coustic. Mereka lahir dari sekumpulan remaja yang sering berkumpul di radio Geronimo di jalan Gayam, Yogyakarta. Dalam suatu kesempatan di sekitar tahun 1996, saya bertanya pada Pulung Agusta, mantan penyiar Radio Geronimo FM, “So, what are you going to do tonight?” Pulung yang pembawaannya sangat casual dan cengengesan menjawab: “I will “ngamen” at Galeria Mall, sir!” Itulah percakapan untuk memancing Pulung mempraktekkan “ilmu” yang dibeli dari saya. Dulu G-coustic memang ngamen kesana kemari. Penamaan G-coustic tak lepas dari instrumen music yang ditampilkan dengan gitar akustik. Waktu itu, demam akustik (unplugged) memang sedang hangat. G dalam G-coustic sendiri adalah Geronimo, tempat awal mula mereka berasal.

Di bawah naungan Radio Geronimo, akhirnya mereka yang masih bernama G-coustic merilis album Bulan Di Djogja (1999) dengan formasi Dadik, Carlo, Icha, Ivan (keyboard) dan Pongki. Album ini dikerjakan dengan sederhana. Bersemangatkan karya awal yang diharapkan nantinya mereka bisa berkiprah di dunia musik Indonesia. Beberapa lagu di album ini terdapat di album pertama mereka bersama major label. Lagu-lagu itu adalah Adinda, 1000 Tahun Lamanya, Separuh Hati dan Berdua Lagi sementara lagu Rie…., Bersanding Denganmu, Menunggumu Pulang dan Didera Hujan tak pernah masuk di album mereka bersama major label. .

Belum lama beredar, album ini sudah ditarik dari pasar karena G-coustic langsung mendapatkan kontrak dari Warner dan melahirkan album pertama mereka Seribu Tahun (2000) dan sekaligus menjelma menjadi Jikustik dan Adhit menjadi keyboardist menggantikan Ivan. Album ini di-remake pada tahun 2001 dengan menambahkan lagu Jangan Pernah Kau Layu dan Setia yang menjadi hits luar biasa.

Seiring sering tampilnya video klip Maaf di stasiun-stasiun televisi, lagu ini menjadi akrab di telinga. Lagu ini sepintas seperti lagu KLa Project. Banyak orang sempat “terkecoh”. Tak heran karena pada saat itu KLa Project mengalami penurunan seiring kepergian Lilo dari group itu. Di sinilah Jikustik hadir mengisi ruang kosong kerinduan saya akan KLa Project. Buat saya, Jikustik bak titisan KLa Project.

Aku Pasti Mencarimu
Lagu demi lagu dari album Seribu Tahun (2000 & 2001) mulai menggema di jagad musik Indonesia. Dan setelah album-album berikutnya muncul, saya mulai menangkap bahwa kekuatan Jikustik (Adit, Carlo, Dadi, Icha, dan Pongki – urut abjad) ada pada liriknya yang nampak sederhana namun sebenarnya sangat filosofis tapi tepat dan sah secara linguistik. Inilah yang membuat saya memborong empat album Jikustik sekaligus setelah mereka merelease album Pagi di tahun 2004. Saya tak pernah melakukan tindakan ini sebelumnya apalagi untuk band-band lain kelahiran 2000an.

Saya menyebut tag “romantic-tragic” pada karya-karya Jikustik. Pasar mereka adalah orang-orang yang lagi kasmaran dengan segala ups and downs-nya. Satu hal yang juga menarik buat saya tentang band ini adalah faktor vokalis. Biasanya, grup band identik dengan sang vokalis. Meskipun sebagian besar lagu dinyanyikan oleh Pongki, Icha juga ikut bernyanyi di cukup banyak lagu. Mereka memiliki karakter vocal yang berbeda. Menurut saya, ini adalah hal yang baik, bisa memperkaya warna pada band ini.

Seribu Tahun Menuju Trilogi
Berikut adalah sedikit ulasan per album dan sebagian lagu dari album mereka yang memberi trade mark pada Jikustik.

Album Pertama, Seribu Tahun (2000 & 2001)
Inilah langkah awal mereka berada di dunia musik Indonesia, menyejajarkan diri dengan band-band lain yang sudah eksis dan juga menyusul Sheila on 7 sebagai ikon dari Yogyakarta. Di tahun 2001, album ini dicetak ulang dengan menambahkan dua lagu Jangan Pernah Kau Layu dan Setia yang menjadi hits  

  • Maaf Sebuah “pertengkaran” antar pasangan yang sering terjadi ditangkap menjadi sebuah lagu. Seberapa banyak pasangan yang mengalami hal ini? Inilah lagu yang cocok buat mereka persembahkan kepada pacarnya sebagai media “apology”
  • Seribu Tahun Lamanya sebuah pembuktian bahwa cinta butuh kesabaran dan kesediaan menunggu
  • Saat Kau Tak Disini (SKTD) ungkapan ketidakmampuan melupakan seseorang yang dicintai.
  • Lagu Setia menjadi lagu penutup di album pertama (edisi remake). Lagu yang begitu mendayu-dayu yang mengisahkan sebuah kesetiaan.

Album kedua, Perjalanan Panjang (2002)
Setelah sukses dengan album pertama, perjalanan mereka berlanjut dengan album ini. Salah satu lagu di album ini, Sebelum Dirimu Pergi, adalah lagu persembahan Pongki kepada temannya yang “melepaskan hidup” karena sakit, Wiwik Setyaningsih. Wiwik adalah sahabat Pongki. Bersama Pongki, Wiwik menciptakan lagu Saat Kau Tak Disini di album Seribu Tahun. Mereka menempuh ilmu di kampus yang sama. Di album ini, tertulis catatan kecil pada setiap lagunya. Sebenarnya ini sesuatu yang bagus namun entah kenapa catatan kecil seperti ini tak muncul lagi di album-album berikutnya.

  • Tak Ada Yang Abadi melukiskan kematian dengan cara wajar maupun tak wajar menjadi begitu puitis dan tidak ekstrim karena kata “melepaskan hidup”
  • Pandangi Langit Malam Ini sebuah lagu tentang perpisahan yang berat untuk dijalankan.
  • Lagu Akhiri Dengan Indah menceritakan PHK (pemutusan hubungan kekasih) yang banyak berakhir dengan dispute. Inilah ajakan seorang seorang pecinta damai yang menyarankan PHK dengan indah. Dan, semoga ketika Pongki dan Icha memutuskan keluar dari rumah (Jikustik) untuk mencari mata pencaharian sendiri, mereka benar-benar melagukan karya ini.

Album ketiga, Sepanjang Musim (2003)
Judul-judul album Jikustik seolah bisa dirangkai menjadi sebuah cerita. Seribu Tahun, Perjalanan Panjang dan kemudian Sepanjang Musim. Album ketiga ini melahirkan beberapa lagu yang semakin mengukuhkan prestasi mereka. Bahkan menurut majalah Hai edisi 22 – 28 Juli 2002, Jikustik termasuk salah satu band terkaya karena jadwal manggung yang padat dan angka penjualan album yang bagus.

  • Untuk Dikenang adalah sebuah permintaan halus untuk tidak melupakan orang yang pernah dicintai. Permintaan yang tak tercantum secara tersurat.
  • Samudra Mengering adalah lagu yang mengajak kita menjadi orang yang sabar menunggu dan mengalahkan halangan yang berat. Sebuah lagu yang motivating. Mari bersabar menunggu sampai samudra mengering.
  • Tak Pantas Untukmu sebuah penyesalan dan permintaan maaf karena mencintai seseorang tak sepenuh hati.

Album keempat, Pagi (2004)
Meskipun album ini tak begitu laku di pasaran, sebenarnya album ini adalah album Jikustik sebenarnya. Inilah karya-karya bagus yang sangat Jikustik! Album ini sendiri memiliki dua versi, CD dan kaset. Masing-masing berisi duabelas lagu namun dua lagu dari masing-masing versi berbeda. Jadi, mestinya di album ini ada empatbelas karya.

  • Pulanglah Padanya adalah sebuah lagu dengan lirik yang filosofis dan sangat bijak (Jangan pernah merasa//Hidup ini tak adil//Kau tak akan bisa mendapatkan semua).
  • Takluk. Sebuah cerita luluhnya hati seseorang pada lawan jenisnya dan menjadi tempat berlabuh terakhir sampai menjadi satu dalam hidupku hidupmu.
  • Aku Pasti Mencarimu menceritakan betapa sulitnya melupakan sakit hati karena sang kekasih pernah berpaling ke orang lain (namun masih cinta padanya)
  • Kawan Aku Pulang adalah sebuah lagu tentang hangatnya sebuah persahabatan dan janji suatu saat persahabatan akan terjalin kembali.

Album kelima (kompilasi), Kumpulan Terbaik (2005)
Album ini dalam bahasa umum disebut Best Of. Jikustik ingin beda dan menamainya Kumpulan Terbaik. 14 lagu di album ini merupakan 11 lagu dari album-album sebelumnya dan 3 lagu baru.

  • Aku Datang Untukmu dengan menggandeng Lea Simanjuntak, lagu ini bercerita tentang kekuatan seseorang yang selalu berada disampingnya.
  • Merasa Sepi sebuah lagu yang bercerita tentang sebuah keputusan yang tepat meskipun di hati kecil masih ada ganjalan.
  • Sudah KehendakNya sebuah cerita perpisahan karena salah satunya ”melepaskan hidup”

Album keenam, Siang (2006)
Secara penjualan, album ini memang tak begitu bagus. Namun Ring Back Tone (RBT) yang sempat menjadi trend memberi mereka pundi-pundi uang yang wah. Ditambah pula, jadwal manggung mereka juga sangat padat.

  • Mentari Dikalahkan Malam bercerita tentang pemutusan hubungan yang tak perlu disesali karena memang jika jodoh, pasti suatu saat akan bertemu lagi.
  • Dimana Kau Ada adalah sebuah lagu yang berkisah tentang kehilangan jejak setelah pemutusan hubungan kasih.
  • Puisi masih tentang sebuah hubungan yang sudah kandas tapi tetap berharap untuk suatu saat bisa bersama lagi. Lagu ini merupakan lagu yang hits dari album ini.

Album ketujuh, Malam (2008)
Album ini awalnya saya rasakan sebagai album yang ”keluar” dari ciri Jikustik karena lagu Selamat Malam dan Dia Harus Tahu yang begitu ”rame”. Saya sempat mencurigai Jikustik ingin meraih pasar baru, para ABG karena lagu unggulan ini bertemakan kehidupan malam Minggu. Tapi, jika lagu-lagu lain diputar, ternyata Jikustik tak menghilangkan karakternya.

  • Selamat Malam lagu ini bertema tentang kehidupan remaja di malam Minggu.
  • Melupakanmu bercerita tentang ditemukannya kembali kekasih yang selama ini hilang.
  • Dia Harus Tahu adalah cerita tentang ketidakrelaan melepaskan kekasih yang didapatkan dengan begitu susah
  • Sekuat Tenaga merupakan sebuah cerita tentang diputuskannya seorang kekasih namun ia tak bisa melupakan sang kekasih itu.

Babak Baru
Album Malam merupakan album terakhir Jikustik bersama Pongki sebagai vokalis. Setelah itu, mereka harus memulai karya baru bersama Brian Prasetyo Adi. Kehadiran Brian menjadi nafas dan semangat baru untuk keempat anggota group band yang ada. Ia hadir ibarat hembusan angin semilir yang kembali menyegarkan group band ini. Usia yang masih belia menjadi magnet baru bagi Jikustik mendapatkan pendengar baru yang juga belia. Sebuah rencana tak terduga yang pantas disyukuri hasilnya.
Brian adalah pemenang BRTV 2008. Dengan range vocal yang lebar dan teknik yang bagus, lagu-lagu yang dibawakan Brian menjadi nyaman masuk ke indra dengar.
Selain menjadi vokalis, Brian juga telah diberi kepercayaan menciptakan tiga lagu di album ini. Inilah yang menjadikan album ini lebih berarti. Seorang anggota baru, garda depan, diberi kepercayaan berada di rumah baru.

Kembali Indah
Sangatlah pas dan pantas jika Jikustik memberi tajuk Kembali Indah (2011) pada album dengan vokalis baru. Mereka bangun dari sebuah masa hibernasi tanpa kehilangan ciri manis mereka dan bukti sebuah group yang tak hanyut oleh trend industri. Mereka masih mempertahankan jati diri mereka. Ada sebuah perubahan di album kali ini. Mereka eksplisit mengungkapkan kata “cinta”. Sebuah kata yang tak muncul di delapan album sebelumnya meskipun lagu mereka banyak yang bercerita tentang cinta. Pilihan kata lain yang agak keluar dari kebiasaan mereka adalah pemilihan kata “juwita” dimana sebelumnya mereka selalu menggunakan “bunga” untuk sebuah personifikasi wanita. Dan, baru kali ini Jikustik menampilkan foto personilnya sebagai cover album.

  • Pujaan Hatiku dengan intro kental akustik dan unsur flute menjadi sesuatu yang baru. Lagu ini bercerita tentang kerinduan seorang lelaki pada pujaan hatinya. Lagu ini mendapat respon yang bagus.
  • Untuk Cinta yang dipilih sebagai single pertama yang dipromosikan bercerita tentang harapan pasangan yang terpisah dan masih menginginkan bersatu kembali.
  • Juwitaku ciptaan Icha, sang bassist saat itu, berkisah tentang hubungan cinta yang tak berlanjut karena sang juwita meninggalkan sang pria tanpa tahu apa kesalahannya.
  • Kembali Indah yang sekaligus menjadi judul album ini masih bercerita tentang putusnya hubungan asmara dan harapan untuk bersatu kembali, agar kembali indah.

Review lengkap album ini, silahkan click di sini.

Babak Baru Berikutnya
Setahun setelah Jikustik menghasilkan album Kembali Indah, Icha memutuskan untuk keluar dari rumah Jikustik. Bagi para Jikustikan, ini adalah sebuah keputusan yang mengejutkan dan sekaligus menyedihkan karena Icha termasuk hits maker (selain Pongki) bagi Jikustik.
Tentu, keluarnya Icha menjadi tantangan baru bagi Jikustik untuk terus berkarya bersama bassist baru mereka, Abadi Bayu.
Jikustikan dan dunia musik Indonesia masih menunggu karya-karya Jikustik yang tetap manis dan tragic romantic dengan pergantian personil yang terjadi – dan diharapkan ini menjadi yang terakhir. Tak ada kata untuk mundur karena tiga tahun lagi mereka berhak bergelar band legendaris. Mereka diharapkan melanjutkan perjalanan panjang, sepanjang pagi, siang dan malam di sepanjang musim sampai seribu tahun lamanya bahkan ketika samudra mengering untuk kembali indah.
Mungkin saja, suatu saat kelak, ketika kerinduan kembali ke rumah yang telah mereka bangun bersama sejak awal, Pongki & Icha akan menyanyikan Kawan Aku Pulang

Sehangat secangkir kopi
Menghantar perbincangan
Tentang masa lalu kita
Merancang masa depan

Ingatkah janjiku kawan
Bila nanti ku terbang
Takkan ku melupakan jalan pulang
#
Sebuah bangku halaman kita jadikan teman
Di situ kita mengukir tawa dan kepedihan
Ingatkah semua mimpi yang kita perjuangkan
Sampai titik darah yang penghabisan
Reff:
Meski aku tak lagi di situ
Tolong ingat-ingatlah aku
Demi senja dan secangkir teh hangat
Ku sempatkan berkunjung pulang
Kawan aku pulang…
Back to #, Reff
Kawan aku pulang..
Back to Reff
Kawan aku pulang.. 3x

Selamat ulang tahun ke-17, Jikustik. Semoga keinginan di atas bisa terlaksana sebelum banyak penggemar melepaskan hidup……

Tj Singo
Pecinta Jikustik

Advertisements

2 thoughts on “Jikustik – Sampai Samudra Mengering

  1. Pingback: Upaya Pongki Menyegarkan Diri | masjaki

  2. Pingback: Upaya Pongki Menyegarkan Diri - Masjaki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s