A Romantic Night With Andre Hehanussa

Salah satu penyanyi Indonesia yang saya tunggu kehadirannya di Yogya adalah Andre Hehanussa. Dan keinginan itu terpenuhi ketika Hyatt Regency Yogyakarta menggelar event A Romantic Night With Andre Hehanussa pada tanggal 28 Juni 2013.

Ketika jarum jam menunjukkan posisi yang banyak digunakan sebagai iklan jam dinding atau arloji analog, acara dimulai. Muncul dari kerumunan penonton di barisan belakang, Andre menunggu band memainkan musik beberapa saat sampai pas waktunya ia melantunkan To All The Girls I’ve Loved Before. Sebuah lagu romantis yang aslinya disuarakan oleh Julio Iglesias dan liriknya diterjemahkan oleh Wieke Gur, pencipta lagu yang banyak berkolaborasi dengan almarhum Elfa Secioria dan melahirkan banyak lagu bagus di ajang Festival Lagu Populer Indonesia di rentang tahun 1980 – 1990. Lagu ini diambil dari album The Best Of Andre Hehanussa (2001). Di album itu, Andre memang berduet dengan Julio Iglesias, sang penyanyi aslinya. Suara penonton bergemuruh melihat sosok Andre Hehanussa yang flamboyan dan memiliki lagu-lagu romantis.

Menyanyikan lagu Terlalu dari album Kedua (1996) sebagai lagu kedua, Andre tak bernyanyi sendiri, banyak penonton yang ikut bersuara. Selepas lagu ini, ia menyapa penonton yang nampak merindukan penampilannya. Di sinilah Andre menunjukkan betapa komunikatifnya dia membangun hubungan dengan audience. Ia mulai bercerita tentang awal karirnya meskipun tak secara kronologis. Ia menceritakan tentang betapa Yogya menjadi kota yang menumbuhkan kepercayaan dirinya karena lagu Kisah Kehidupan ciptaannya yang disuarakan oleh Utha Likumahuwa dan Trie Utami menjadi lagu terbaik di Festival Lagu Populer 1991 yang diadakan di Prambanan. Ia pun membawakan lagu ini. Bagi sebagian penonton, lagu ini tak begitu akrab tapi bagi yang mengikuti dunia musik Indonesia, lagu ini bukanlah barang asing.

Andre melanjutkan kisahnya tentang lagu yang akan dibawakannya. Inilah awal mula karirnya di dunia musik Indonesia. Ia membawakan lagu Ceria yang diambil dari album kompilasi 10 Bintang Nusantara (1988). Lagu ini dinyanyikan bersama groupnya kala itu, Katara, bekerja sama dengan Wachdach Band. Album kompilasi ini pula yang melambungkan nama KLa Project yang membawakan lagu Tentang Kita di album tersebut. Pertunjukan berlanjut dengan lagu Masa Bodo yang ada di album Katara, Ternyata (1988) yang diproduseri dan musiknya digarap oleh Erwin Gutawa dan Aminoto Kosin. Kecermatan pandangan Andre tertuju pada seorang penonton yang ikut menyanyikan lagu ini. Ia mengajak penonton tersebut untuk naik panggung tapi tak berhasil karena sang penonton tak bersedia.

Komunikasi dengan penonton berlanjut ketika Andre menceritakan dia sangat mengagumi Utha Likumahuwa dan langsung membawakan Esok Kan Masih Ada milik almarhum dari album Bersatu Dalam Damai (1983) yang musiknya digarap Addie MS. Penonton menyertai Andre menyanyikan lagu ini. Kemudian berlanjut dengan lagu Utha yang berduet dengan Trie Utami, Mungkinkah Terjadi (1996).

Setelah lagu itu, Andre kembali bercerita tentang asal mula lagu yang akan dinyanyikannya. Cerita itu bermula dari sebuah pantai di Bali dimana dia mendapatkan ide. Ia menceritakan pula lagu ini ditunjukkan pada Adi Adrian KLa Project yang langsung memberikan sentuhan musiknya. Penonton sudah bisa menebak lagu itu adalah Kuta Bali dari album solo pertamanya, Bidadari (1995). Tak ayal, semua berteriak dan ikut bernyanyi. Kala itu, waktu sudah menunjukkan 20 menit menuju pukul 23.00.

Selepas lagu romantis yang melambungkan namanya di dunia solo karir, Andre mengajak penonton bergembira dengan lagu berirama riang. Sebuah lagu dari manca negara, Save The Last Dance For Me. Penonton yang terhipnotis oleh kharisma Andre mengiyakan ajakan sang bintang untuk berdiri dan ikut bernyanyi. Bahkan beberapa penonton di barisan depan memanfaatkan ruang sempit yang bisa digunakan untuk berdansa. Tak cukup sampai di sana, Andre melanjutkan dengan sebuah lagu Ambon, Dansa Rame Rame sambil turun dan menghampiri beberapa kelompok penonton. Suasana menjadi ceria.

Peluh menetes dari wajahnya yang sangat khas Ambon manise. Andre mencoba membuat suasana sedikit santai dengan menceritakan sebuah lagu yang berasal dari curhat temannya sehingga terciptalah lagu KKEB (Karna Kutau Engkau Begitu) yang ada di album pertamanya. Penonton langsung berteriak dan ikut bernyanyi. Berlanjut ke lagu legendaris No Woman No Cry berirama reggae milik Bob Marley.

Setelah penonton bergoyang, Andre membawa emosi penonton ke lagu-lagu romantis untuk menuju akhir pertunjukan. Ia melantunkan Bidadari dari album yang sama dengan lagu KKEB dan Kuta Bali yang sangat terkenal itu dan dilanjutkan dengan lagu Bintang-bintang yang dulunya dinyanyikan Titi DJ di album Bintang-bintang (1994). Lagu ini ciptaan Andre Hehanussa bersama Titi DJ dan Irianti Erningpraja. Lagu terakhir yang dilantunkan Andre di pertunjukan ini adalah Untukmu dari album ketiganya, Untukmu (1997).

Pertunjukan ini adalah sebuah pagelaran musik yang sangat bersahabat. Andre yang tak ingin menjadi artis dengan bungkus tebal sebagai tembok pemisah dengan penontonnya berhasil membangun suasana yang akrab. Interaksi yang hangat membuat Andre mendapatkan energi sebagai umpan balik yang dibutuhkannya untuk bisa membuat sebuah show menjadi menarik. Lagu-lagu yang dibawakannya tak terpaku pada setlist yang direncanakan, misalnya lagu Bintang-bintang yang muncul begitu saja karena di kamar artis, ada yang sempat mengingatkan lagu ciptaannya ini. Meskipun bisa saja merepotkan pemain band, tapi itu tak terjadi karena anggota band mengenal lagu ini. Pertunjukan ini mengalir bak sebuah cerita yang ingin ia bacakan ketika berkisah tentang perjalanan karir dan cerita di balik lagu-lagunya.

Jumlah penonton yang berkisar 300an membawa keuntungan sendiri karena dapat menciptakan suasana yang hangat. Rasanya lebih pas jika tajuk pertunjukan ini bukan A Romantic Night With Andre Hehanussa tapi An Intimate Night With Andre Hehanussa.

Tj Singo
Penikmat Musik Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s