Novita Dewi – Sebuah Kematangan Cara Pandang

Novita DewiDi acara ajang pencarian bakat X-Factor, Novita Dewi adalah salah satu jagoan saya. Saya tertarik dengan penampilannya yang lebih variatif dibanding peserta lain. Suaranya juga jadi bahan pertimbangan mengapa saya menjagokannya.

Di ruang artis yang kecil di Liquid Café, Yogyakarta, kemarin malam saya bertemu sebelum dia naik panggung. Dialah bintang malam itu yang ditunggu pengunjung café itu. Tak banyak yang kami bicarakan karena waktu yang begitu singkat sementara puluhan orang yang berada di ruang yang sama juga ingin berfoto dengannya.

Saya menyodorkan kaset Jack Marpaung sebagai ice-breaking pembicaraan kami. Dia tertawa dan juga bangga dengan kaset itu. Itu adalah album papanya. Sebuah album rilisan tahun 80an. Entah tahun berapa tepatnya.

Yang menarik buat saya dari Novita adalah bagaimana dia berjuang di ajang itu sehingga sekarang dia sudah menjadi salah satu pelaku industri musik Indonesia. Meskipun tak menjadi juara di ajang itu, buat saya Novita adalah ikon baru. Teknik vokal penyanyi bergaris keturunan suku Batak bermarga Marpaung ini sudah siap saji. Perjuangan dia menjadi seperti sekarang inilah yang saya tanyakan. Paling tidak, saya ingin tau bagaimana seorang peserta ajang pencarian bakat berproses meraih mimpinya.

Apa yang terjadi di balik panggung megah dan perjuangan para kontestan itu di tengah pendapat orang yang mengatakan para kontestan itu melakoni proses karbit menjadi bintang? Ternyata, mereka harus mengalami kehidupan “abnormal”. Berpisah dengan keluarga di masa karantina. Tidur hanya beberapa jam karena harus latihan demi penampilan di malam mereka berjuang menarik simpati penonton televisi. Belum lagi ketika ekspektasi menjadi yang terbaik di ajang itu harus berakhir karena berbagai macam alasan.

Apa yang diceritakan Novita – yang mengagumi Mulan Jameela sebagai penyanyi bersuara keren sejak bergabung di grup Ratu – kepada saya membuat saya berkesimpulan Novita memang pribadi yang matang menyikapi apa yang terjadi. Dia sadar betul bahwa semua proses harus dijalani. Yang tak kalah penting, keyakinan diri adalah modal untuk fokus pada apa yang hendak dicapai tanpa harus memusingkan hal-hal yang sebenarnya ganjil.

Setuju, Novita! Fokuslah pada usaha kerasmu untuk menjadi lebih baik. Seperti yang saya sampaikan, semoga apa yang terjadi di ajang pencarian bakat lain bisa terjadi pada dirimu. Tak perlu menjadi pemenang di ajang yang digelar beberapa bulan tapi bisa jadi pemenang di dunia sebenarnya akan membuatmu lebih memuji karunia Tuhan seperti di bio akun Twittermu.

Semoga lain kali kita punya waktu ngobrol lebih panjang ya… Sambil menikmati minuman pengganti minuman yang kemarin tak sempat kuteguk … Salam buat papa Jack Marpaung.

Tj Singo
Penikmat Musik Indonesia

Singo & Novita Dewi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s