Maliq & d’essentials – Pesta Rakyat UGM

Dalam waktu tepat setengah bulan alias 15 hari menyaksikan pertunjukan Maliq & d’essentials sebanyak dua kali semakin bisa mencerna musiknya yang memang gurih.

Yang pertama, Maliq pada pagelaran Jazz Traffic yang diadakan di gedung Grand Pacific, Yogyakarta tanggal 7 Desember 2013 dan yang kedua, mereka tampil di Balairung Utara pada Pesta Rakyat UGM (Peragam), 22 Desember 2013.

Baik di Jazz Traffic maupun di Peragam, group yang beranggotakan Angga (vokal), Ilman (keyboard), Jawa (bass), Lale (gitar), Widi (drum) tampil tanpa Indah sang vokalis yang masih berkutat dengan penyakit yang membuat dia tak bisa menyanyi dengan semestinya. Di kedua kesempatan itu, mereka diperkuat oleh Amar (trompet) yang dulu adalah anggota tetap Maliq. Yang membedakan, pada penampilan mereka di Peragam, mereka diperkuat oleh Rejoz, pemain perkusi, yang juga anggota The Groove. Ini membuat musik mereka sedikit lebih ramai dan groovy.

Tampil setengah jam sebelum tengah malam, mereka langsung menggebrak panggung yang didisain khusus untuk acara ini. Balairung tempat mereka manggung malam itu adalah lokasi film legendaris Cintaku Di Kampus Biru (1976) yang jarang sekali digunakan untuk acara musik. Tapi, malam itu tempat ini menjadi meriah dengan tata lampu beraneka warna. Walaupun jumlah penonton tak begitu banyak untuk ukuran sebuah pertunjukan musik, tapi Maliq bisa membuat penonton yang sebelumnya hanya duduk manis langsung merangsek mendekati pagar barikade.

Rintik hujan yang tak deras tapi berlangsung sampai akhir acara tak dihiraukan penonton yang sudah menunggu Maliq tampil. Para fans Maliq rela berbasah ria demi menyaksikan band ini. Mereka telah siap dengan pernak pernik yang berhubungan dengan Maliq seperti art work album Sriwedari, album terbaru Maliq. Sepanjang pertunjukan, para penonton terus ikut menari dan menyanyikan lagu-lagu Maliq yang dibawakan malam itu antara lain ‘Kangen’, ‘Terdiam’, ‘Untitled’, ‘Menari’, ‘Pilihanku’, ‘Dunia Sekitar’, ‘Setapak Sriwedari’ dan ‘Drama Romantika’.

Pada beberapa lagu, Maliq menunjukkan kekompakan mereka dengan tambahan koreografi sederhana di panggung yang mengingatkan kita pada kelompok Earth Wind & Fire. Seluruh personil – kecuali Widi – menampilkan gerakan sederhana. Penonton pun mengikuti dengan melambai-lambaikan tangan. Sesekali, penonton meneriakkan nama-nama personil band ini khususnya nama Lale dan Ilman yang memang paling imut diantara yang lain.

Lagu ‘Setapak Sriwedari’ dan ‘Drama Romantika’ yang ada di album mereka terbaru sudah akrab di telinga penonton. Tak mengherankan jika mereka sangat menikmati kedua lagu ini. Secara keseluruhan, penonton menikmati musik Maliq yang mereka sebut sebagai organik, sebuah musik yang terdiri dari campuran antara jazz, soul, funk, rock, blues dan yang lain. Ya, bukankah sekarang orang mulai sadar mengonsumsi makanan organik merupakan salah satu cara untuk menjadi sehat? So, menikmati musik Maliq sama dengan menjadi sehat? Hm…..

Yang jelas, secara musikalitas, Maliq telah memberikan sajian yang menunjukkan mereka tak hanya bagus di rekaman tapi juga memiliki aksi panggung yang menarik dan komunikasi yang baik dengan penonton. Durasi selama lebih dari 60 menit malam itu tak terasa harus berakhir. Penonton pulang dengan kondisi basah karena cuaca yang kurang bersahabat. Namun mereka puas dengan sajian yang sayang sekali kurang terpublikasi dengan baik atau momen yang kurang pas karena diadakan setelah para mahasiswa selesai ujian akhir semester?

Singo Tj

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s