Musikimia – Indonesia Adalah

Musikimia - 2013 Indonesia Adalah cover wmApa yang bisa dilakukan oleh musisi untuk menunjukkan kecintaan pada tanah air? Banyak. Salah satunya adalah menghasilkan karya yang bisa membangkitkan kesadaran semangat agar terciptalah kecintaan pada tanah air.

Itulah yang hendak disampaikan oleh group band Musikimia di album mini Indonesia Adalah.  Sebuah album yang musik dan temanya memang menjadi passion para personilnya saat ini. Album yang dirilis awal Desember 2013 sudah ditunggu banyak orang khususnya para Sobat Padi. Musikimia memang tak jauh dari Padi, group band yang berjaya di awal sampai pertengahan tahun 2000.

Musikimia adalah Padi minus Piyu dan Ari ditambah Stephan Santoso. Ari sang gitaris di Padi bukannya tak bergabung dengan Musikimia tapi ia hadir di sana sebagai manager. Fadly, Rindra & Yoyo adalah personil dengan fungsi yang sama di Padi. Stephan adalah orang yang dekat dengan Padi. Dia orang yang selama ini membantu mixing & mastering hampir semua lagu Padi.

Seluruh personil Padi memang kompak dengan status Padi yang mereka nyatakan tidak bubar. Setelah vakum di tahun 2010 – jadwal terakhir mereka manggung adalah 8 Agustus 2010 – tak ada kegiatan musikal Padi untuk umum sebesar ketika mereka masih aktif manggung. Satu-satunya yang pernah terjadi dalam skala kecil adalah Jambore Sobat Padi tahun 2013 di Yogyakarta (baca di sini).

Musikimia bukanlah Padi. “Musikimia hadir tidak untuk menggantikan Padi, tapi lebih kepada mencari pencerahan dan mengeksplor kekuatan masing-masing personil yang terlibat di dalamnya,” demikian kata Fadly kepada NewsMusik, sebuah portal berita musik. Tentu saja, ketika mendengarkan album Indonesia Adalah tak bisa ditampik bahwa musik mereka berbau Padi.

Dalam membuat album ini, mereka tak hanya sekedar berkarya. Mereka juga menghargai karya orang lain yang dimasukkan ke dalam album ini. Ada dua puisi karya Wiji Thukul yang dimasukkan pada lagu ‘Merdeka Sampai Mati’. Untuk urusan ini, mereka mencari ahli waris dan sudah mendapatkan ijin dari istri dan anak Wiji Thukul. Puisi lain yang dimasukkan dalam komposisi ‘Tanah Airku’ merupakan tulisan Haris Rahmat Nugraha, seorang siswa SMP di Cirebon. Pencarian ahli waris dan pencipta puisi untuk mendapatkan ijin merupakan bentuk apresiasi yang benar dan patut dicontoh.

Album ini berisi lima lagu. Tiga lagu yaitu ‘Ini Dadaku’, ‘Apakah Harus Seperti Ini’ dan  ‘Merdeka Sampai Mati’ merupakan karya baru mereka dan dua lainnya, ‘Kolam Susu’ dan ‘Tanah Airku’ adalah lagu yang sudah sering didengar. ‘Kolam Susu’ merupakan lagu band legendaris Indonesia, Koes Plus, ciptaan Yok Koeswoyo dan ‘Tanah Airku’ adalah lagu nasional ciptaan Ibu Sud. Sesuai tema album ini, empat lagu di album ini memang karya yang bisa membangkitkan nasionalisme dan mengingatkan kita betapa kaya negeri ini.

Apakah ‘Harus Seperti Ini’ yang sudah sering didengar di radio-radio sedikit keluar konteks tema album. Banyak yang menginterpretasikan lagu ini sebagai sebuah “curhat” atas kejadian dengan Padi, khususnya Piyu yang sampai saat ini belum kembali bersatu dengan mereka. Namun, kelima personil Padi tak pernah mengiyakan atau menyangkal interpretasi pendengar. Sebuah karya seni memang multi interpretasi. Kebenarannya kembali ke masing-masing penterjemah karya itu sendiri.

Ini adalah sebuah album yang bisa menanamkan kecintaan pada tanah air sekaligus mengobati kerinduan sobat Padi untuk mendengarkan suara khas Fadly dan permainan drum Yoyo, bass Rindra ditambah raungan gitar Stephan Santoso yang tak jauh dari musik Padi. Album mini ini bisa saja merupakan awal untuk karya berikutnya yang nantinya bisa seperti karya-karya Padi sambil menunggu kembalinya Piyu untuk bersama-sama memanen Padi yang sudah lama mereka tanam agar enak dikonsumsi. Bukankah padi makin berisi makin tunduk? Semakin tinggi pencapaiannya, semakin rendah hati. Seperti para personil Padi yang selama ini saya kenal.

Tj Singo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s