Dwiki Dharmawan – Collaborating Harmony

Dwiki Dharmawan - 2014 Collaborating Harmony wmOrang boleh bilang industri musik mati suri tapi kreasi tak pernah mati. 30 tahun berkarya di dunia musik Indonesia, Dwiki Dharmawan membuktikannya. Lagu-lagunya yang dulu menjadi hits diinterpretasi ulang oleh penyayi-penyayi yang sebagian belum lahir pada saat lagu-lagu itu membahana. Tak hanya lagu-lagu yang sudah pernah direkam dan menjadi hits pada waktunya, di album Collaborating Harmony yang dirilis dalam rangka 30 tahun berkarya juga terdapat tiga lagu yang belum pernah diproduksi dan masuk ke dalam sebuah album. Inilah bukti kreativitas yang tak pernah mati. Continue reading

Tulus – Gajah

Tulus - 2014 Gajah wmKesuksesan yang diraih Tulus di album pertama yang merupakan album self-titled dua tahun lalu nampaknya akan berlanjut di album keduanya, Gajah, yang dirilis 20 Pebuari 2014. Lewat judul album yang merupakan panggilannya ketika kecil, Tulus ingin semakin dekat dengan pendengarnya lewat cara menyuguhkan cerita yang personal. Sebagaimana di album pertamanya yang bertema cinta dan liriknya berupa essay, di album ini Tulus masih melakukan hal yang sama dengan menggunakan kiasan pada beberapa judul lagunya. Continue reading

Ditha – Pemain Biola nan Cantik

Ditha, pemain biola cantik dengan badan yang mungil. Menurut bio di akun Twitter-nya, namanya Cecilia Ditha. Saya belum tau nama lengkapnya. Yang saya tau hanyalah ia salah satu personil Violet, group yang beranggotakan tiga orang cewek yang semuanya bermain biola. Sebuah group yang bernaung di bawah KLa Corp, perusahaan tempat KLa Project berada. Karya mereka yang saya dengar baru Bahagia Tanpamu, sebuah lagu KLa Project dari album V (1995) ciptaan Katon Bagaskara, Lilo & Adi Adrian yang ada di album A Tribute To KLa Project (2011). Interpretasi ulang Bahagia Tanpamu yang mereka bawakan menyajikan sesuatu yang baru dengan unsur biola yang tak terdapat di versi aslinya.

Tapi, kali ini saya tak ingin bercerita panjang lebar tentang Ditha. Saya hanya ingin menikmati hasil foto saya ketika Ditha memainkan biolanya di reinKLanasi di Yogyakarta, 14 Pebruari 2014 beberapa hari yang lalu. “A thing of beauty is a joy forever”. Begitu kata John Keats (1795 – 1821).

BTW, ini update nama lengkap Dhita: Cecilia Ditha Rachmani 🙂

Adi – Sang Maestro di KLa

Pembawaannya yang pendiam dan cenderung “cool”, banyak KLanese yang berpendapat, Adi adalah mastermind dari karya-karya KLa Project. Kebenaran pendapat ini memang perlu dikonfirmasi padanya. Tapi, percuma saja. Ia pasti merendah dan akan mengatakan tidak. KLa adalah Katon, Lilo & Adi. Anyway, KLanese berhak berpendapat tanpa harus dikonfirmasi karena ini adalah sebuah proses pengamatan ribuan atau bahkan jutaan orang atas maha karya KLa Project. Memang perlu melihat bagaimana Adi memainkan jari-jemarinya di atas tuts kibor pada saat show, terutama pada lagu Semoga yang seringnya memberi ruang luas padanya untuk menunjukkan bahwa ia adalah pemain piano klasik.

Tj Singo
Pengagum KLa Project

Lilo – Gitaris Asik Dan Komunikator di KLa

 

Lilo mengakui dirinya bukanlah gitaris hebat tapi dia adalah gitaris asik. Asik memang memiliki konotasi yang luas. Asik main gitarnya, asik menghadapai orang-orang yang berkomunikasi dengannya. Tak pernah bosan berbicara dengannya. Ia adalah seorang komunikator yang ulung, berjiwa rock ‘n roll. Dia bukan orang yang birokratis. Dialah pencetus wadah fans KLa Project yang disebut KLanese. Dan, dia memang orang yang hangat bagi para KLanese. Dialah “ayah” bagi banyak orang di seputaran KLa seperti musisi tambahan, backing vocal, teknisi dan orang-orang lain yang terlibat dalam produksi. Pantaslah dia dipanggil “papi”.

Tj Singo
Pengagum KLa Project

Katon – Sang Pujangga di KLa

Jika dianalogikan computer, Katon adalah monitor. Dialah yang menyajikan karya KLa Project kepada penikmatnya. Karya yang mentah (musik) diproses oleh CPU (central processing unit) kemudian karya itu diisi oleh kata, barisan puisi, penyesuaian rima lewat papan ketik (keyboard) dan kemudian karya yang sudah jadi ditampilkan dan bisa dinikmati lewat layar monitor. Lewat suaranya yang mengisi sebagian besar lagu-lagu KLa Project, semua penikmat karya mendengar suaranya dan melihat ekspresi wajahnya ketika melagukan karya-karya itu. Lirik-lirik yang dibuat Katon begitu puitis dan bernilai sastra. Saya memilih menyebutnya .

Tj Singo
Pengagum KLa Project

Capung – The Music Producer

“Shared joy is a double joy; shared sorrow is half a sorrow” – Swedish Proverb

Capung - the Music Producer coverItulah sebuah peribahasa Swedia yang jika diterjemahkan menjadi: “Kebahagiaan yang dibagikan akan menjadi berlipat; kesedihan yang dibagikan akan menjadi berkurang”.

Kira-kira itulah yang akan disampaikan Hery Purnomo atau yang lebih dikenal dengan nama Capung, gitaris band Java Jive yang telah 20 tahun berkarya secara profesional di dunia musik Indonesia. Continue reading