Krakatau – Reunion Show Java Jazz Festival

Krakatau, group band jazz favorit saya, group yang membuat saya bisa mendengarkan musik bergenre jazz, tampil di Java Jazz 2014 dalam format Krakatau Reunion. Mereka tampil di Clear-Hall D2 yang merupakan venue terbesar dan paling ekslusif di gelaran Java Jazz 2014 kali ini. Berita ini menyenangkan tapi di lain sisi juga menyesakkan saya karena saya tak bisa menyaksikan mereka secara langsung.

Anyway, saya tetap ingin tau tentang penampilan mereka dan saya berusaha menghubungi personil Krakatau yang buat saya adalah Donny Suhendra (gitar), Dwiki Dharmawan (keyboard), Gilang Ramadhan (drum), Indra Lesmana (keyboard), Pra B Dharma (bass) dan Trie Utami (vocal). Saya ingin tau bagaimana komentar mereka tentang acara itu. Inilah cuplikan obrolan saya dengan Gilang via telepon pintar.

singolion: Gillllll
singolion: Gimana semalem?
singolion: Inget jaman remaja? 🙂
GilanG Ramadhan: Wahhhhh lo orang yang paling menyesal enggo nonton =D
singolion: 😥

Yang dimaksud Gilang pastilah karena saya adalah salah satu Krakatau freak tapi gak nonton. Dan Gilang tau betapa gilanya saya pada Krakatau tapi tak hadir di sana. Seandainya saja Konser Krakatau Kembali Satu jadi dilaksanakan beberapa saat yang lalu di Yogya, pasti ceritanya lain.

Inilah kali pertama keenam maestro di dunia musik Indonesia kembali satu di panggung setelah hampir seperempat abad mereka terpisahkan oleh urusan karir masing-masing. Apa kata mereka tentang pertunjukan malam itu?

GilanG Ramadhan:
“Setelah sekian lamanya kami berpisah dalam groop Krakatau original album…tapi persahabatan engga putus”…tetap saja kami bermain musik satu sama lainnya berpuluh tahun….Nah itu yang membuat kami penasaran kalau tampil lagi Krakatau formasi ini pastinya akan jauh jauh lebih ashik dalam bermain musik krakataunya !”

Pra Budi Dharma: (kutipan ini adalah sambungan dari pernyataan-pernyataannya)
“Seneng aja excited !!! Nyaris perfecto. Ada satu bagian yg rada bingung tp ga apa2 juga. Si iie super prima vista!!! Semua main relax aja. Abis maen badan gw pegel2 semua. Banyak org ga bisa masuk sbb full house. Padahal fasilitas kursi 3000. Tambah yg berdiri ampir 4rb. Mungkin lebih.”

Donny Suhendra:
singolion: Gimana penampilan reuni semalam?
Donny Suhendra: Waah seruuuu bgt
singolion: Nangis gak?

singolion: Hahahhaa
singolion: Maksud saya terharu
singolion: Melihat penonton begitu apresiatif
Donny Suhendra: Waah penonton bnyk yg nangis

Rully (suami Trie Utami)
singolion: Rul, mintain comment dari Iie ttg reuni semalem ya….
Rully F.Baksh: Penonton nya padet banget, jadi kebagian di belakang
singolion: Kata Donny penontonnya ada yg nangis, terharu
Rully F.Baksh: Buanyak banget yg terharu..
singolion: Termasuk personil Krakatau? 😉
Rully F.Baksh: Abis konser, banyak penonton yg nyalamin sambil bilang merinding, terharu, ingin nangis dan nangis
singolion: Kekuatan (gunung) Krakatau!
Rully F.Baksh: Termasuk personil Krakatau, dan crew nya.. 😀
Rully F.Baksh: Semuanya terharu
Rully F.Baksh: Atmosfir waktu konser memang gila banget
Rully F.Baksh: Tiap lagu di sambut dgn antusias banget.. Penonton ikutan nyanyi hampir disemua lagu
Rully F.Baksh: Yg muda maupun tua
singolion: Gilaaaaa
Rully F.Baksh: Memang gila banget.. Tiga lagu terakhir (encore), Kau Datang, Sekitar Kita, Gemilang (penutup), penonton full ikut nyanyi diseluruh lagu… Mereka masih hafal liriknya. Setelah lagu Gemilang selesai, dan personil Krakatau memberi hormatt ke penonton, sontak bergemuruh tepuk tangan seluruh penonton di iringi teriakan “we want more”.. Diteruskan dgn teriakan “lagi lagi lagi”.. Itu terus sampe personil Krakatau silam.. Penonton ternyata ada yg dr malaysia, singapore (tau waktu mereka ngenalin diri utk minta foto).. Memang gila banget atmosfirnya. Penonton (iie panggil mereka dgn sebutan “keluarga Krakatau”) yg tua dan muda semua larut emosinya dgn lagu, dr sejak lagu pertama (Kembali Satu).
singolion: (y)

Sebelum percakapan ini, mereka meminta saya memencet tautan berita-berita aksi panggung mereka di portal-portal berita. Saya menolak, karena saya tak ingin menambah kesedihan dan kekecewaan saya tak menyaksikan mereka. Secara bergurau, saya katakan, saya tak mau kena serangan jantung seperti sang bassist yang belum lama ini mendapatkannya setelah manggung di Yogya. Hiks….

Setelah mencoba meredakan “kekecewaan”, mau tak mau, saya juga mengintip bagaimana para pewarta memberitakan aksi salah satu super band di Indonesia ini. Tentu, saya ingin tau lagu apa saja yang mereka bawakan. Saya mencoba melayangkan kenangan saya 27 tahun yang lalu ketika saya menyaksikan mereka di Yogya. Tentu tak semua lagu saat itu sama dengan yang mereka bawakan di Java Jazz karena saat saya menonton mereka, mereka masih merilis dua album.

Reportase yang saya baca berulang-ulang dan sangat saya percaya adalah tulisan sahabat saya, Dion Momongan, di portal NewsMusik di sini karena dia sama freak-nya dengan saya soal Krakatau. Bahkan dia tau lebih banyak tentang Krakatau dari saya karena dia mengikuti perjalanan band ini sejak awal. Dari laman itu plus cek & recek pada anggota Krakatau, saya bisa membayangkan bagaimana Krakatau bersama si ‘penyanyi cilik’, Trie Utami, membawakan mereka membawakan tigabelas komposisi.

Mereka membuka dengan ‘Kembali Satu’ yang memang cocok dengan keadaan mereka saat ini. Lagu ini dari album Kembali Satu, 1990. Dilanjutkan dengan ‘Kemelut’ dan ‘Dirimu Kasih’ dari album pertama mereka tahun 1987. Kemudian, ‘Perjalanan’ dari album Kembali Satu, ‘Cita Pasti’ dari Second Album (1988), ‘Imaji’ dari album pertama, ‘Ironis’ dari Second Album, ‘Seraut Wajah’ dari album Kembali Satu, ‘Haiti’ dari album pertama, ‘La Samba Primadona’ dari Second Album, ‘Kau Datang’ dari Top Hits Single dan Kembali Satu, ‘Sekitar Kita’ dari Let There Be Life dan ditutup dengan ‘Gemilang’, lagu dari album pertama yang melambungkan Krakatau di Indonesia, bahkan di dunia!

Urutan tepat lagu-lagu yang dibawakan di malam itu tak bisa saya pastikan karena saya tak hadir di sana. Tapi urutan itu buat saya tak menjadi poin signifikan. Yang lebih penting, saya sangat tau semua komposisi itu.

Saya juga tak heran jika Iie yang luwes dalam penampilan di panggung dan menjadi komunikator yang hebat menyebut penonton di sana dengan sebutan “keluarga”. Saya sudah merasakan bagaimana mereka memperlakukan saya sebagai keluarga. Saya hanya seorang fans dan mereka memperlakukan saya sebagai teman. Bagaimana saya tak mencintai mereka luar dalam?

Rasa penyesalan saya mau tak mau berubah menjadi rasa ingin tau bagaimana aksi mereka. Berkat kemajuan jaman, saya bisa menikmati sedikit penampilan mereka lewat website You Tube yang menyediakan video-video yang diunggah oleh orang-orang yang menjadi saksi kehebatan mereka yang tak lekang oleh jaman.

Duapuluh empat tahun berlalu, mereka masih saja prima. Mereka masih seperti dulu dengan balutan musik yang lebih modern. Suara Iie tak berubah. Kematangannya menjadikannya pantas didapuk menjadi juri atau komentator pada lomba-lomba ajang pencarian bakat. Gilang yang bertambah usia juga tak surut gebukan drumnya. Dia masih enerjik seolah dia adalah Gilang yang bergabung dengan Krakatau di pertengahan tahun 80an ketika dia masih remaja.

Pra yang salah satu pemain fretless bass di negeri ini, penampilannya masih saja cool seperti dulu tapi betotannya tetap powerful. Donny yang menjadi model dan idola bagi banyak gitaris di negeri ini, juga masih memetik gitarnya dengan piawai. Dwiki dan Indra yang ketika saya tonton 27 tahun yang lalu menunjukkan pemain kibor berkualitas, tetap saja memancarkan daya magis. Tak ada yang bisa membuat saya memalingkan pilihan dari group ini.

Mungkin saya terlalu subyektif. Tapi, ketika banyak orang mengatakan kekagumannya pada group ini, artinya penilaian saya tak lagi subyektif. Pendapat saya sama dengan mereka.

Dan jika penampilan mereka di Java Jazz ditonton sampai 4000 orang, memenuhi atau bahkan melebihi kapasitas serta menjadi pertunjukan paling ditunggu dan bahkan bisa membuat penonton terharu, maka tak heran jika saya pun bisa merinding dan hampir menitikkan air mata ketika melihat video penampilan mereka yang diunggah oleh Hadi Ahdiana (‘Kau Datang’), Adib Hidayat (‘La Samba Primadona’) dan Ponki Sutanto (‘Gemilang’).

Masih ada cerita di belakang panggung yang juga mengharukan yang tak bisa saya tulis di sini. Melihat foto-foto hasil bidikan Dion saja saya sudah tak kuasa menahan haru. Bagaimana saya bisa menulis kisah-kisah itu? Tapi kita tetap harus move on dengan menyimak apa kata Adib Hidayat, Editor In Chief majalah Rolling Stone Indonesia di video yang diunggahnya:
“Selama ini hanya bisa menikmati legenda hidup bernama Krakatau dari audio saja. Saya belum pernah menyaksikan band ini secara live. Malam ini di Java Jazz 2014 akhirnya mereka berkumpul kembali setelah berpisah selama 24 tahun. Terima kasih Indra Lesmana, Dwiki Dharmawan, Gilang Ramadhan, Pra Budi Dharma, Donny Suhendra & Trie Utami untuk Krakatau Reunion yang sangat gemilang dan memukau. Lanjut tur sangat layak ini.”

Saya sangat setuju dengan Adib dan Dion, penampilan mereka perlu dilanjutkan! Percayalah, masih banyak penikmat Krakatau yang tak beruntung bisa datang malam itu tapi tetap merindukan penampilan mereka. Dan, saya berdoa agar ini bisa terjadi. Bukankah doa adalah harapan? Bukankah mimpi bisa menjadi kenyataan? Seperti pepatah lama Cina yang mengatakan “A journey of a thousand miles begins with a single step” (Lao Tzu).

Krakatau Reunion Show di Java Jazz Festival adalah single step itu!

Tj Singo
Krakatau Freak

foto-foto by Dion Momongan

Advertisements

6 thoughts on “Krakatau – Reunion Show Java Jazz Festival

  1. Salam kenal Mas,

    Saya penyuka Krakatau juga.Terakahir melihat penampilan Krakatau Reunion saat di Kampoeng Jazz 2014. Sungguh menawan.
    Besok tgl 10 Okt, rencana saya akan menyaksikan kembali Krakatau Reunion yang tampil bareng Casiopea,di grand pacific hall, Yogya.
    Demi Krakatau dan Casiopea, dan demi jazz era 80-an saya akan mendatangi Yogya dari Bekasi.
    Apakah MasSingo akan menyaksikan penampilan mereka juga?
    Oh iya saya baru pertama kali berkunjung ke blog ini. Blog yang sangat menarik Mas…

    Salam persahabatan,

    • Salam persahabatan buat mas Titik Asa. Terima kasih atas kunjungannya.
      Saya belum bisa memastikan apakah akan menyaksikan penampilan mereka nanti. Ada cerita di balik itu yang belum saatnya saya ceritakan. Tidak ada hubungannya dengan group favorit saya ini tapi ada faktor lain.

  2. Jika akhirnya saya tidak menonton, itu demi kebesaran nama mereka. Saya bangga punya hubungan baik dengan personil Krakatau tapi dalam hidup, tidak semua yan kita idealkan bisa terjadi. Untuk sementara, itu saja keterangan saya. Selamat menikmati acara itu, mas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s