Yovie Widianto Dari Dekat : Perempuan, Politik & Pemerintah

like this and no reason of not reblogging this. Thanks Marissa for enriching me about Yovie Widianto. please stop by at my blog 🙂

MARISSA ANITA

Mokul – modal dengkul adalah panggilannya semasa SMA. Di saat kawan-kawannya mengendarai mobil bermerk nan trendi ke sekolah, pria ini kemana-mana berjalan kaki. Itu yang membuat dirinya perlu usaha lebih untuk menarik perhatian kaum perempuan di sekitarnya saat itu. Namun ini cerita lama.

“Halo! Saya sudah mondar-mandir dua kali tadi,” sapa Yovie Widianto yang datang lebih awal dari saya meski tinggal di luar Jakarta.

Yovie baru mulai bermain piano saat SMP. Meski demikian ia telah terbiasa dengan musik sejak kecil. Ayahnya seorang kontraktor. Ibunya seorang ibu rumah tangga yang selalu ikut ayah kemana pekerjaan ayah membawa. Mereka berdua inilah yang mengenalkan Yovie pada musik. “Bapak suka memainkan lagu-lagu jazz. Seperti Miles Davis, Oscar Peterson, Chick Corea, Ella Fitzgerald dan Selena Jones. Ibu dulu mendengarkan The Carpenters dan The Beatles,” kata Yovie.

Perlahan tapi pasti ia merambah dunia musik. Ia bermula dari seorang pemain piano di Hotel Savoy Homann di…

View original post 1,155 more words

Ahmad Dhani – Sebuah Jendela

Singo & Dhani 20140327

 

 

 

Ngobrol dengan musisi yang saya koleksi karyanya adalah sebuah kesempatan menyenangkan. Terlebih jika musisi tersebut memiliki karya-karya bagus. Salah satunya adalah Ahmad Dhani, pentolan Dewa 19. Saya termasuk orang yang beruntung bisa ngobrol dengannya. Tak banyak orang yang memiliki kesempatan itu. Beberapa kali saya ngobrol dengannya, dan saya semakin mengenalinya. Kami berbicara dengan bahasa Suroboyoan yang akrab dan mengasyikkan. Continue reading