Kahitna – Sepanjang Usia

Tahun ini, Kahitna berusia 28 tahun. Usia berkarya itu diperingati dengan Konser 28 Tahun Sepanjang Usia di Surabaya, tepatnya di Surabaya Town Square yang lebih populer dengan sebutan Sutos.

Boleh dibilang, tiga tahun lalu, konser 25 Tahun Kahitna yang sukses besar membuat Kahitna menjadi semakin besar. Tawaran manggung berdatangan tanpa henti. Sebelum konser itu, beberapa orang bahkan mempertanyakan apakah Kahitna masih eksis. Yang bertanya pastilah orang yang tak mengikuti perkembangan dunia musik Indonesia.

Setelah konser itu, tiap tahun mereka selalu merayakan ulang tahunnya dengan konser atau pertunjukan. Di usia 26, mereka membuat konser tertutup, hanya mengundang beberapa teman dekat dan beberapa Soulmate, fans mereka, di GKJ (Gedung Kesenian Jakarta). ‘Setahun kemarin’, mereka juga mengadakan konser ulang tahun di Citos, Cilandak Town Square.

Tahun ini, ulang tahun Kahitna dirayakan lagi. Tidak di Jakarta, atau Bandung tempat lahir mereka, tapi di Surabaya. Dengan dukungan sebuah perusahaan farmasi, mereka mengadakan konser ini untuk umum dan gratis. Tak pelak lagi, tontonan gratis dari band besar ini menyedot pengunjung sampai berjumlah ribuan.

Suasana suksesnya konser ini sudah terasa sejak sore hari pukul 15.00 ketika mereka melakukan sound check. Pengunjung yang mendatangi pusat perbelanjaan (kuliner) itu memang banyak, tapi tak sedikit pula yang hadir untuk menyaksikan aktivitas “gladi bersih” alias persiapan untuk konser malam itu sambil berharap bisa berfoto dengan para personil Kahitna yang tak pernah menolak atau mempersulit ketika diajak berfoto.

Usai melakukan sound check, para personil yang berjalan bebas di area itu banyak mendapat ajakan berfoto dari para pengunjung tempat itu sampai kira-kira waktu menunjukkan pukul 17.00 ketika mereka harus berkemas untuk persiapan konser ulang tahun malam itu.

Banyak penonton yang tak ingin kehilangan momen ini dan mereka langsung berada di barisan terdekat dengan panggung sejak pukul 18.00 dari jadwal konser yang tercantum pukul 19.00. Sampai-sampai, ada beberapa penonton yang pingsan dan harus ditangani tim kesehatan karena mereka belum sempat makan malam.

Sambil menunggu seluruh pengisi acara yang berada di atap Yovie Widianto Music Factory tampil, sejak pukul 20.00 home band menyajikan lagu-lagu karya Yovie Widianto. Pukul 20.30, seluruh pengisi acara malam itu diantar oleh para security menuju belakang panggung dengan bebas hambatan bak cerita Nabi Musa yang membela Laut Merah di Kitab Suci.

Seluruh penonton yang berada di barisan yang dilewati bintang-bintang yang tampil malam itu, Kahitna, Andien, Yovie & Nuno serta 5 Romeo, tak henti-hentinya mengelu-ngelukan para bintang itu sambil menggunakan gadgetnya untuk mengambil gambar dari momen itu. Beberapa saat berada di belakang panggung, akhirnya pembawa acara meneriakkan dimulainya acara itu.

Pertunjukan dimulai oleh Andien yang membawakan lagu Sepanjang Usia, sebuah lagu yang diciptakan oleh Yovie Widianto sebagai lagu tema sponsor namun tak ada satu kata pun yang menyebutkan produk itu. Lagu ini lebih terasa sebagai sebuah lagu pop dengan tema universal tentang perlunya menjadi sehat. Penampilan cantik Andien malam itu dengan busana pink tua terus dielu-elukan penonton yang semakin histeris ketika Andien menyebut nama Kahitna yang segera tampil.

Tepat pukul 21.00 Kahitna menggebrak dengan lagu Bagaimana dari album pertama mereka, Cerita Cinta (1994). Sambutan penonton yang ikut menyanyikan lagu ini berlanjut ke lagu berikutnya, Cerita Cinta, sebuah lagu dari album sekaligus menjadi tagline band ini. Penonton yang kenal lagu ini tak hanya mereka yang mengikuti perjalanan Kahitna sejak awal. Beberapa penonton yang berusia belasan pun ikut larut dalam karaoke masal di lagu yang membuat Kahitna menjadi super group. Inilah keberhasilan Kahitna menjadi group yang disukai segala usia.

Berlanjut ke lagu berikutnya, Katakan Saja yang diambil dari album Soulmate (2006) yang diaransemen rancak tak seperti lagu aslinya di album. Di lagu ini, Kahitna menyuarakan ciri khasnya dengan menyanyikan oo ea eo….. dan setelah selesai lagu ini, Hedi Yunus memberikan salam pembuka dengan meneriakkan “apa kabar Surabaya?” yang disambut dengan seruan masal “baiiiiiik……”

Di kesempatan ini, Hedi menyatakan bahwa ini adalah kesempatan istimewa bagi arek Suroboyo karena meskipun berasal dari Bandung, mereka belum pernah merayakan konser ulang tahun di kota kelahirannya.

Hanya sedikit kata dari Hedi Yunus, mereka melanjutkan kegalauan dan keromantisan malam itu dengan lagu Soulmate yang sudah berusia 8 tahun dari album dengan judul yang sama dengan lagu itu. Di lagu ini, Mario sempat menunjukkan kebolehannya dengan mempertontonkan kekuatan nafasnya dan kemudian Hedi mewakili group nya mengucapkan terima kasih pada sponsor acara ini, Combiphar.

Aku, Dirimu, Dirinya masih dari album yang sama dengan lagu sebelumnya segera mengalun. Beberapa penonton terlihat larut seolah lagu ini merupakan kisah nyata dalam hidup mereka. Meskipun tersurat wajah memelas, tapi mereka toh ikut bernyanyi. Kahitna memang jagonya membuat orang merasakan lagu-lagu yang dinyanyikan menjadi “gue banget” sambil mungkin meresapi kisah nyata cinta mereka.

Dengan alunan permainan kibor Yovie Widianto yang khas, mereka melanjutkan dengan Engga Ngerti dari album Permaisuriku (1999). Penonton seakan tak kehabisan energi untuk ikut bernyanyi. Seusai lagu ini, lagu yang di awal pertunjukan dibawakan oleh Andien, kali ini dibawakan oleh Kahitna dengan ciri mereka.

Setelah itu, mereka memanggil Andien untuk kembali ke panggung. Andien berkolaborasi dengan Kahitna membawakan lagu Tentang Diriku dari album Cinta Sudah Lewat (2003) yang merupakan album pertama Kahitna bersama Mario. Lagu yang diaransemen swing jazz ini mengingatkan pada penampilan Elfa’s Singers yang adalah “kakak” Kahitna dan merupakan akar bermusik Yovie Widianto.

Berikutnya, Andien tampil secara solo. Sebelum membawakan lagunya, Andien memancing penonton dengan ucapan “enaknya berandai-andai tentang apa ya?”. Pancingan ini sudah bisa ditebak penonton sebagai lagu Andai Dia Tahu dari album II Kahitna (1996). Lagu yang biasa dibawakan ketiga cowok di Kahitna ini tak kalah manisnya dibawakan oleh Andien.

Selepas lagu ini, Andien kembali membawakan lagu ciptaan Yovie Widianto yang dibawakan oleh penyanyi yang bisa membuat wanita bertekuk lutut, Glenn Fredly. Lagu yang ada di album Kembali milik Glenn tahun 2000 dan juga di album A Portrait of Yovie (2005) berjudul Kasih Putih. Kelembutan suara Andien menyihir penonton untuk larut dalam malam galau malam itu.

Andien menyerahkan panggung kepada Kahitna yang melanjutkan aksi mereka kembali ke tahun 1998 dengan membawakan lagu Setahun Kemarin dari album Sampai Nanti. Sekali lagi terlihat betapa penonton yang bercampur usia ini bisa menembus sekat masa untuk menyanyikan lagu yang diciptakan oleh Carlo Saba dan sempat dibawakan oleh Icha eks Jikustik di albumnya Bintang Yang Bersinar (2010).

Selanjutnya, tampillah Dikta, vokalis Yovie & Nuno. Sebelum membawakan lagu ini, Dikta sempat ditanya lagu Kahitna apa yang menjadi favoritnya. Setelah menjawab, Dikta segera membawakan bagian awal lagu Untukku yang ada di album Lebih Dari Sekedar Cantik (2010) yang diciptakan oleh Yovie untuk sang legenda, Chrisye, di album Kala Cinta Menggoda (1997).

Setelah Dikta selesai membawakan lagu tadi, muncul ke panggung beberapa Soulmate yang membawa dua kue ulang tahun untuk Kahitna dan langsung personil Kahitna membawakan potongan lagu Selamat Ulang Tahun Cinta dari album Soulmate. Lagu ini hampir tak pernah dibawakan oleh Kahitna di pertunjukan mereka. Ya, karena ini adalah event ulang tahun, wajarlah mereka membawakannya.

Acara tiup lilin kue ulang tahun segera dilanjutkan dengan memanggil para personil 5 Romeo dan Dikta serta Windura, vokalis Yovie & Nuno. Kali ini, semua penyanyi dari Yovie Widianto Music Factory bernyanyi bersama dan menunjukkan kualitas vokal mereka. Penonton sempat ikut menyanyi tapi Yovie Widianto meminta mereka untuk tidak bernyanyi.

Mereka bersama-sama melagukan medley Kebahagiaan yang merupakan rangkaian lirik Janji Suci, Tak Sebebas Merpati, Menikahimu dan Cinta Abadi. Kesepuluh cowok ini ini menciptakan harmoni yang begitu padu. Tanpa kekompakan dan kualitas yang bagus, tak mungkin pertunjukan ini menjadi sebuah tontonan luar biasa. Pada bagian akhir medley ini, penonton tak tertahan untuk tidak bernyanyi.

Unjuk kebolehan kesepuluh penyanyi tadi dilanjutkan dengan penampilan 5 Romeo yang membawakan lagu mereka, Bukan Modus. Kualitas vokal mereka jelas menunjukkan bahwa mereka bukan “boyband” yang hanya menjual tampang belaka. Setelah itu, mereka membawakan lagu Kahitna yang belum dirilis yang berjudul Bunga Cinta Lestari. Asingnya penonton dengan lagu ini membuat hanya sebagian mereka sedikit senyap.

5 Romeo mundur dari panggung dan kali ini, kedua vokalis Yovie & Nuno tampil ke panggung dan “berperang” dengan Kahitna. Personil Kahitna menyanyikan Cerita Cinta dan Yovie & Nuno menyanyikan Dia Milikku secara bersamaan dan bersahutan. Masing-masing menunjukkan konsistensinya dengan lagu mereka dan perpaduan kedua lagu ini menjadi sebuah atraksi dan hadiah luar biasa bagi penonton yang belum tentu bisa disaksikan di konser yang lain.

Selesai “berperang”, Kahitna menyerahkan panggung kepada Yovie & Nuno. Segera Dikta dan Windura bersama kang Diat yang bermain gitar dan Gerry yang menggebuk drum membawakan lagu Sakit Hati dari album terbaru mereka You’re Still The One (2014) yang konon penjualannya sudah mencapai angka platinum. Tak usah ditanya bagaimana penonton menanggapi lagu ini. Mereka ikut bernyanyi seolah bercerita sakit hati mereka, terutama para penonton cewek.

Setelah itu, panggung kembali dikuasai oleh Kahitna yang mengajak seorang penonton cewek untuk mempermanis aksi panggung mereka. Kahitna membawakan Seandainya Aku Bisa Terbang dari album pertama mereka. Cewek bernama Maudi yang membuat penonton cewek lain jadi iri karena mendapatkan “privilege” malam itu pasti tak menyangka dia bisa diajak ke panggung. Inilah Kahitna. Mereka tak hanya menyanyi tapi juga bisa membuat wanita jadi salah tingkah.

Tak hanya dibelai seolah dia adalah cewek di cerita lagu itu, Maudi juga “diasinin” oleh Hedi, Carlo dan Mario. Rambutnya diacak-acak oleh ketiga cowok yang malam itu tampil prima. Dan, entah apa yang sebenarnya terjadi ketika cewek itu menyebutkan namanya, para personil Kahitna seolah menyimpan cerita tentang seseorang bernama Maudi. Who knows? It’s entertaining!

Setelah lagu yang ditampilkan dengan bagus dan aksi panggung yang menghibur tadi, Kahitna melanjutkan aksinya dengan lagu Takkan Terganti dari album Cinta Sudah Lewat. Pertunjukan yang sudah dilalui selama 90 menit tak mengendurkan stamina mereka. Di lagu ini, Mario kembali mempertunjukkan kekuatan olah vokalnya. Dengan nafasnya yang begitu panjang, dia memulai aksinya di lirik “… kau tak akan terganti ooooo…..” selama 30 detik! Lagu ini memang menjadi milik Mario di setiap pertunjukan Kahitna untuk menunjukkan kebolehannya.

Lagu Mantan Terindah dari album Lebih Dari Sekedar Cantik (2010) menjadi puncak penampilan Kahitna. Tak ada rasa lelah dari penonton terlibat di pertunjukan ini. Akhirnya seluruh artis pendukung naik ke panggung dan menutup konser Sepanjang Usia itu dengan bersama-sama menyanyikan lagu Cantik dari album kedua Kahitna (1996) …..

ada hati yang termanis yang penuh cinta…
tentu saja kan ku balas seisi jiwa
tiada lagi
tiada lagi yang ganggu kita
ini kesungguhan
sungguh aku sayang kamu

Kahitna memang cantik! Cantik lagunya, cantik pertunjukannya, cantik sikap personil-personilnya.

Tak ada lagu tambahan malam itu. Pertunjukan sepanjang 110 menit bak durasi sebuah film tapi dilakukan secara live memang menguras tenaga. Tapi tak nampak rasa lelah dari para penampil malam itu dan juga penonton yang sepanjang pertunjukan ikut bernyanyi tanpa henti.

Menyaksikan Kahitna memang tak hanya sekedar menyaksikan sebuah group yang bernyanyi di atas panggung. Yovie Widianto sebagai leader di group itu adalah seorang seniman yang selalu ingin menampilkan karya baru. Tak pernah ada yang sama dari setiap penampilannya dan itulah yang membuat para Soulmate tak pernah bosan dan bahkan selalu berusaha mengagendakan jadwalnya untuk menghadiri konser-konser Kahitna, terutama konser khusus seperti konser dalam rangka memperingati hari jadinya.

Konser-konser mereka selalu dipenuhi dengan lagu-lagu cinta dan juga cinta itu sendiri. Mereka selalu memperlakukan penonton dan fans sebagai manusia yang dihargai atau dalam bahasa Jawa diistilahkan “di-wong-ke”. Mereka selalu menampilkan yang terbaik dan menebar rasa bahagia. Dan itulah cinta dari Kahitna untuk semua.

Selamat hari jadi ke-28 untuk Kahitna: Yovie Widianto sang pemain kibor dan leader, Hedi Yunus, Mario Ginanjar & Carlo Saba sang vokalis, Dody Is pembetot bass, Harry SW pemain perkusi, Boedhiana sang drummer, Andre pemain gitar dan Bambang Purwono pemain kibor yang malam itu tak hadir karena alasan keluarga dan digantikan oleh CahyoArifianto.

Sukses selalu sepanjang usia …

Tj Singo (@singolion)
Penikmat Musik Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s