Jikustik – Live Acoustic

2014 - Live Acoustic wmHarus menunggu dengan sabar selama tiga tahun untuk mendengarkan (lagi) karya-karya Jikustik, sebuah group asal Yogyakarta yang memulai karirnya dengan merilis album Bulan Di Jogja secara indie di tahun 1999 dan kemudian dikontrak oleh Warner Music Indonesia untuk memperkaya dunia industri musik Indonesia lewat album Seribu Tahun di tahun 2000.

Setelah terakhir bersama Pongki di tahun 2008 merilis album Malam, Jikustik tampil dengan vokalis baru, Brian Prasetyo Adi, dengan album Kembali Indah di tahun 2011. Dan album ini menjadi album terakhir Jikustik bersama sang bassist, Aji Mirza Hakim alias Icha.

Selepas kepergian Icha, Jikustik merekrut Bayu. Bersama Bayu, mereka melanjutkan perjalanan musikal untuk tetap eksis di dunia musik Indonesia dengan merilis album Live Acoustic yang berupa album mini berisi lima lagu dimana empat lagu merupakan lagu lama yang diaransemen secara akustik dan direkam secara langsung (live).

Album ini bisa menjadi jawaban bagi banyak orang yang sering bertanya di media sosial tentang eksistensi Jikustik. Album ini sekaligus menjadi penanda bahwa Jikustik juga berhasil merekrut pendengar baru karya mereka.

The Album
Jikustik yang awalnya adalah sebuah band pertemanan dan memainkan lagu-lagu secara akustik memang pernah merekam sebuah lagu akustik yaitu Tak Pantas Untukmu yang ada di album Sepanjang Musim (2003). Bisa jadi album ini adalah tantangan atau mimpi lama yang menjadi kenyataan ketika mereka dibentuk?
Album ini dibuka dengan lagu Puisi yang dulu ada di album Siang (2006). Lagu ciptaan sang gitaris, Dadik, ini menjadi salah satu lagu terpopuler Jikustik di antara lagu-lagu lain seperti Maaf, Setia, SKTD, Pandangi Langit Malam Ini dan lain-lain yang diciptakan Pongki. Intro di versi album ini membawa ingatan pada lagu Close To Heaven milik Color Me Badd (1993).
Lagu kedua adalah Bila Ada Cinta Yang Lain ciptaan sang vokalis, Brian Prasetyo Adi, yang sudah diberi kepercayaan menciptakan lagu sejak dia bergabung di album Kembali Indah (2011). Lagu ini memberi variasi baru pada karya-karya Jikustik lama mengingat usia Brian yang masih muda dan gaya menulisnya pasti berbeda dengan para personil yang sudah bergabung sejak awal. Meskipun dengan gaya penulisan lirik yang berbeda, lagu ini tetap saja berciri Jikustik yang jagoan meracik lagu sweet pop.
Lagu ini sudah banyak diputar di radio-radio dan sempat menduduki tangga juara lagu Indonesia khususnya di Yogyakarta. Lagu ini pula yang membuat Jikustik mulai mendapatkan penggemar baru.
Di urutan ketiga, ada Untuk Cinta yang menghiasi album Kembali Indah. Lagu yang sempat menjadi hits saat itu dan selalu ditunggu pada penampilan-penampilan off air mereka, kali ini dibawakan dengan lebih lembut dari suara vokalis yang sama.
Di urutan keempat adalah Tetap Percaya ciptaan Dadik yang diambil dari album Malam (2008). Secara komersil, lagu ini tidak begitu hits tapi kekuatan lirik lagu ini terlihat saat dibawakan secara live di setiap penampilan off air Jikustik. Lagu yang bercerita tentang kekuatan cinta ini selalu membuat larut para Jikustikan.
Lagu terakhir di album ini adalah Pujaan Hatiku ciptaan Adhit, sang pemain kibor, yang ada di album Kembali Indah. Di album itu, lagu ini kental dengan instrumen flute dan dibawakan secara mellow tapi di album ini, lagu ini diaransemen lebih rancak

Dua lagu di album ini dulunya dibawakan oleh Pongki namun di versi akustik ini Brian berhasil keluar dari image Pongki dengan kekayaan jangkauan suara yang dimilikinya. Secara keseluruhan, Jikustik ingin menunjukkan bahwa kelima lagu di album ini bisa menjadi tonggak sebagai Jikustik baru dengan personil yang ada sekarang.

Distribusi dan Kemasan
Sejak mengumumkan dirilisnya album ini secara resmi lewat akun media sosialnya per 15 Juli, album ini sudah mencapai angka penjualan seribu. Cara penjualan album musik yang saat ini tak bisa berharap banyak pada outlet toko CD membuat Jikustik melakukan kerja sama awal dengan distro pakaian dan menempuh cara bundling dengan produk pakaian.

Bundling memang telah menjadi tren penjualan karya musik namun paling tidak Jikustik tak melakukan kerja samanya dengan restoran ayam goreng cepat saji yang penjualannya kadang tidak transparan dengan memaksakan pelanggannya langsung ditodong untuk memiliki album yang belum tentu disukai.

Setelah cara bundling, mungkinkah album ini dijual dengan sistem direct selling yang mereka lakukan sendiri? Bagaimanapun, inilah cara penjualan yang paling obyektif untuk mengukur seberapa banyak peminat album ini.

Kemasan album mini ini terlalu ringkih untuk menjadi barang yang awet dikoleksi karena hanya terbuat dari kertas meskipun karya-karya Jikustik tetap layak menjadi collectible item. Dan, album ini memang menjadi bukti eksistensi Jikustik yang sekarang beranggotakan Adhitya Bhagaskara pada kibor, Abadi Bayu pada bass, Ardi Nurdin alias Dadik pada gitar, Carlo Liberianto pada drum dan Brian Prasetyo Adi pada vokal.

Tj Singo
Penikmat Musik Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s