KLa Project – Grand KLakustik CD 1

KLa Project - 2014 GrandKLakustik 1 kodak wmBagi penggemar berat KLa Project seperti saya, tak menghadiri Konser Grand KLakustik pada 26 November 2013 sebagai konser 25 tahun mereka berkarya di industri musik Indonesia adalah sebuah kerugian besar. Ada penyesalan mendalam bagaimana saya tak menyaksikan para jendral itu beraksi. Namun sudahlah. Harus move-on dan tidak larut karena saya yakin idola saya tak akan melewatkan momen itu menjadi sebuah karya yang tak bisa dinikmati penggemarnya dalam bentuk lain sebagaimana mereka lakukan di tahun 1996 ketika mengadakan konser KLakustik.

Hampir setahun setelah konser berlalu, kini KLa Project merilis album musik dalam bentuk cakram dengar Grand KLakustik Yang sudah tersedia di pasaran bertuliskan CD 1. Artinya akan ada CD 2 karena pada konser itu mereka membawakan 25 komposisi ditambah encore.

The Songs
Album ini berisi 13 lagu yang ditampilkan pada konser tersebut. Dimulai dengan Lara Melanda sebagai sebuah overture. Cukup mengejutkan ketika lagu ini dipakai sebagai pembuka karena lagu ini jarang mereka bawakan di pertunjukan-pertunjukan mereka. Tapi itulah KLa Project. Mereka selalu hadir dengan sesuatu yang baru. Lagu ciptaan Katon Bagaskara ini aslinya ada di album Kedua (1990). Kemegahan sebuah konser sangat terasa di lagu-lagu di album ini. Tak terkecuali pada lagu Lara Melanda yang durasi aslinya hanya empat menit dan menjadi tujuh menit di sini.

Berlanjut ke lagu kedua, Kidung Mesra yang dulunya ada di album KLasik (1990) dan liriknya ditulis oleh Katon. Lagu ini tak luput dari kemegahan sebuah aransemen musik akustik meskipun di album ini durasinya sedikit lebih pendek dari lagu di album aslinya.

Terdengar riuh tepuk tangan penonton mengiringi lagu ketiga, Dekadensi yang dulunya ada di album Sintesa (1998), sebuah album jenius yang tak siap diterima oleh pendengar KLa Project saat itu. Di album aslinya musiknya yang techno dengan tempo yang sama hadir di album ini. Aransemen yang grande tentu saja hadir di lagu yang bertema keprihatinan kemunduran nilai-nilai yang ada.

Lagu keempat adalah Mana Kutahu yang dulu menghiasi album eXellentia (2010). Inilah satu-satunya lagu KLa Project yang liriknya tidak diciptakan oleh anggota band tersebut. Lirik lagu ini dibuat oleh Anita Kastubi yang saat itu berada di lingkaran KLa Project. Di versi aslinya, raungan gitar Lilo yang terasa garang terganti dengan petikan gitar yang akustik manis.

Prahara yang dulunya ada di album KLasik mengisi album ini di urutan kelima. Lirik ciptaan Katon Bagaskara. Lagu ini termasuk yang tidak sering dibawakan pada pertunjukan KLa Project. Aransemen string yang kental di komposisi ini menambah durasi satu menit lebih panjang dari versi aslinya.

Satu Kayuh Berdua yang dikatakan Katon sebagai lagu romantis berisi tepuk tangan penonton pada pembuka ada di track keenam. Lagu yang kadang digunakan sebagai pembuka pertunjukan KLa Project ini dulunya ada di album Ungu (1994). Album yang menandaskan bahwa KLa adalah Katon, Lilo dan Adi, tanpa Ari Burhani lagi sebagai drummer.

Meski Tlah Jauh yang identik dengan lagu Lilo di KLa Project menjadi lagu ketujuh. Lilo yang komunikator ulung di group ini menunjukkan kemampuannya dengan mengomando penonton untuk berkaraoke massal pada refren lagu yang dulunya ada di album V (1995). Orkestrasi yang mengiringi membuat lagu ini menambah durasi dua menit lebih dan benar-benar bikin merinding.

Hey, sebuah lagu yang memotivasi, yang ada di album Pasir Putih (1992) menjadi lagu kedelapan di album ini. Aransemen dan orkestrasi pada lagu ini dikerjakan oleh Tohpati. Alat tiup sangat terasa di lagu yang berubah menjadi lebih rancak di versi ini.

Jiwa Merapuh yang dulunya di album Sintesa menjadi lagu berikutnya. Dentingan piano Adi Adrian terasa lebih anggun di versi ini. Nuansa techno pada versi aslinya menjadi lebih akustik dan megah di album ini.

Kau Pulihkan Luka yang ada di album eXellentia menyertakan Angel Pieters, peserta ajang Idola Cilik, berduet dengan Katon. Entah apa yang terjadi pada Angel yang pada awal lagu bisa mengimbangi vokal Katon tapi di bagian akhir lagu suaranya melemah.

Lagu Semoga yang aslinya di album Kedua adalah sebuah lagu yang menjadi ajang “pamer” kepiawaian Adi bermain piano. Lagu yang hampir selalu dibawakan di setiap show KLa Project ini nampaknya memang tercipta menjadi sebuah lagu yang grande. Orkestrasi yang dipercayakan pada Alvin Witarsa membuat lagu ini benar-benar megah, indah, hidup dan bisa bikin menitikkan air mata.

Anak Dara, lagu yang ada di album pertama KLa Project (1989), diaransemen dan diorkestrasi oleh Lilo dan Budi Bidhun menjadi lagu yang syahdu, berbeda dengan versi aslinya yang memasukkan unsur techno yang saat itu adalah sebuah terobosan.

Album ini ditutup dengan lagu Romansa dari album V. Di versi akustik ini, Lilo menyanyikan lagu yang di album aslinya berisi suara Katon. Hal ini sudah beberapa kali dilakukan di pertunjukan-pertunjukan KLa Project. Versi baru ini sekali lagi menandaskan bahwa lagu-lagu KLa Project yang tak lekang dimakan jaman memang lagu yang indah. Indah didengarkan, indah dinikmati, indah pula diaransemen ulang dengan megah.

KLa Project yang adalah Katon, Lilo dan Adi didukung Harry Goro pada drum, Henry pada bass, Arie Kurniawan pada saksofon dan Ninna KD plus Mia Ismi sebagai personil tambahan (yang tetap) pada saat mereka melakukan pertunjukan. Pada pementasan Grand KLakustik ini mereka mendapat tambahan Henry Gasperz sebagai penyanyi latar tambahan, didukung Deddy Wiradz pada perkusi, Verico Indra dan Irvan Borneo pada gitar serta Susanto “Sonyol” Hadi sebagai pimpinan dan konduktor Synchronous Orkestra.

Adi Adrian dan Lilo bertindak sebagai penata musik (music director). Ditambah beberapa orang yang mengerjakan aransemen dan orkestrasi yang berbeda pada masing-masing lagu. Daftar selengkapnya bisa dilihat pada credit title di album yang pantas dibeli dan hanya tersedia di jaringan mini market Indomaret.

KLa Project telah dua kali melakukan konser dengan orkestrasi. Yang pertama pada konser KLakustik (1996) dan kemudian Grand KLakustik. Pada saat KLakustik, usia berkarya mereka masih delapan tahun dan kali ini mereka berusia 25 tahun. Kematangan musikalitas mereka yang semakin bertambah jelas (terlihat dan) terdengar di album ini. Musik yang dipersiapkan dengan serius dan hasilnya adalah sebuah kemegahan maha karya KLa Project.

Entah kenapa KLa Project baru merilis satu album saja, tidak langsung dua dan sekalian dalam bentuk cakram visual (DVD). Mungkin KLa Project memang sedang memainkan emosi para pembeli albumnya agar penasaran. Bukankah semakin penasaran akan semakin menggemaskan dan ini bisa menjadi stragegi pemasaran yang jitu? Entahlah. Hanya mereka yang bisa menjawab. Toh apa pun yang mereka lakukan, mereka selalu mendapat sambutan dari pengagumnya. Misalnya, saya.
Tj Singo
Penggemar KLa Project

Advertisements

7 thoughts on “KLa Project – Grand KLakustik CD 1

  1. Luar biasa…!!! Sangat Kak Singo..!!!
    Review dengan tambahan informasi dimana-mana, tentu dengan riset yang tak sedikit 🙂

  2. Begitu saya tahu album Grand Klakustik beredar saya langsung mendatangi indomaret di propinsi sebelah (di propinsi tempat tinggal saya tidak ada indomaret, kebetulan ada urusan di propinsi sebelah). Saya cukup surprise melihat kemasan yang seolah “apa adanya” begitu juga harganya 25 ribu; mungkin pihak manajemen ingin menyisir semua kalangan. Dengan harga yang cukup murah diharapkan konsumen akan rela membeli cd originalnya daripada mendownload secara ilegal.
    Untuk pilihan lagu, sebelumnya saya berharap ada beberapa lagu yang jarang dibawakan dimasukkan dalam live Grand Klakustik ini. Harapan saya terkabul, karena ada lagu Lara Melanda, Datanglah Pesona, Dekadensi, Anak Dara , Prahara dibawakan secara akustik mesikpun tidak ada salah satu lagu fav saya Datanglah Pesona sebuah single yang tidak ada di album-album Kla Project. Seperti halnya Klaskustik, Kla Project mampu membawakan lagu-lagunya versi live akustik dengan sempurna. Pada Grand Klakustik ini kemegahan di tiap lagu sangat terasa karena Kla Project juga menghadirkan orkestra di tengah panggung pada saat penampilannya.
    Ada sedikit kekurangan (subjektif), kualitas olah rekam pada album Grand Klakustik ini tidak sebagus album Klakustik. Misalnya, pada lagu pertama Lara Melanda, vokal Katon Bagaskara terdengar sangat tebal. Pada album ini orkestra sangat mendominasi sehingga saya agak kesulitan mendengarkan instrumen lain misalnya petikan gitar akustik ataupun suara perkusi.
    Namun kehadiran album ini bagi Klanese ibarat oase yang bisa menghilangkan dahaga akan karya-karya jenius bagi grup musik legendaris Kla Project. Dua Jempol untuk Kla Project!

    Tsabit
    Klanese

  3. Review nya sangat menarik mas… saya baru2 ini mendengar album Grand Klakustik ini secara “tidak sengaja” dari salah satu situs streaming… dan saya langsung jatuh cinta dan saya putar terus setiap hari.. haha… jadi berandai2 kalau saja saya waktu itu sudah jadi fans KLA Project saya pasti akan datangi konsernya..

    Ngomong-ngomong, udah 2 tahun lewat tapi kok Part 2-nya ga keluar2 ya…? Saya cari kemana2 engga ada, padahal harusnya udah dari awal tahun 2015 di rilis… apa mas tahu alasannya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s