Sheila on 7 – Musim Yang Baik

foto demonstrasi sheila gank edMungkin baru kali ini terjadi di dunia industri musik Indonesia. Sebuah album musik milik sebuah band akhirnya dirilis setelah label yang menaungi didemo oleh para fans band tersebut. Lihat twit di sini 

twit demonstrasi sheila gank ed

Adalah Sheila Gank, fans Sheila on 7 (So7), yang melakukan demo ke kantor Sony Music pada minggu pertama bulan September tahun ini. Intinya, mereka meminta agar album terakhir kebersamaan So7 bersama Sony Music segera dirilis. Bukan tanpa alasan mereka melakukan hal ini karena materi album tersebut sebenarnya sudah siap sejak 2012. Entah apa alasan Sony Music untuk tidak segera mengeluarkan album ini. Only God and Sony Music know.

So7 memang pencatat sejarah khususnya untuk musisi atau band asal Yogyakarta. Inilah group pertama dari kota budaya yang menembus belantara industri musik Indonesia yang sebelumnya didominasi oleh musisi dari kota Bandung, Surabaya dan tentu saja Jakarta. Dan, di penghujung tahun 2014, group ini kembali menjadi sejarah menjadi band yang (akhirnya) albumnya dirilis karena faktor fans-nya begitu militan dan punya kekuatan super. Kali ini, So7 adalah band yang bukan hanya milik orang Yogya tapi sudah menjadi aset nasional.

Butuh waktu yang lama dan ada tarik menarik antara So7 dan Sony Music sehingga album ini bisa dirilis. Ketika ditanya apakah demo yang dilakukan oleh Sheila Gank memberi kontribusi rilisnya album ini, Adam sebagai bassist sekaligus manager hanya memberikan jawaban yang harus dijawab sendiri oleh penanya. Jawabannya mengambang tapi sebagai penanya, saya menyimpulkan demonstrasi oleh Sheila Gank memang memiliki kontribusi itu.

Lega. Tentu saja itu tak hanya dirasakan oleh jajaran So7 tapi juga Sheila Gank dan mereka yang sudah merindukan karya So7. Setidaknya, setelah album ini dirilis, So7 bisa kembali berkonsentrasi berkarya dan berpikir bagaimana selanjutnya. Apakah akan menyebarkan karyanya secara indie atau masih bersama label besar. Sebuah pekerjaan yang membosankan sudah terlewati, fokus ke depan yang akan terjadi.

Entah apa yang ada di benak jajaran Sony Music untuk menunda rilisnya album ini sampai dua tahun. Sony Music yang menurut amatan saya terhitung buruk dalam distribusi nampaknya tak menyadari ada kekuatan besar yang dimiliki So7 dan Sheila Gank yang ada di mana-mana. Mereka lebih berkonsentrasi atau merepotkan diri dengan artis-artis baru yang belum tentu penjualan albumnya sebanyak So7. Mengapa hal ini menjadi konsentrasi mereka? Itulah pertanyaannya.

Faktanya, begitu dirilis, toko kaset Popeye di Yogya yang mendapatkan 25 keping langsung ludes dalam sekejap. Padahal, group atau musisi lain yang albumnya dijual di toko ini, butuh waktu lebih dari satu bulan untuk menjual 5 keping. Kloter kedua kedatangan album ini sebanyak 150 keping dimana 100 keping merupakan pesanan. Pemilik toko berani memastikan bahwa 50 keping yang lain pasti terjual dalam sekejap. Dan faktanya memang demikian. Entah apakah ada kloter ketiga karena menurut pemilik toko, memesan fisik album ke Sony Music merupakan sebuah kesulitan.

Yang jelas, album ini sekarang sudah beredar dan memang sudah waktunya membahas apa yang ada di materi album ini.

The Albums
Album kedelapan So7 bersama Sony Music sejak 1996 ini berisikan sepuluh lagu. Dibuka dengan Selamat Datang ciptaan Eross yang musiknya agak tak lazim sebagaimana lagu-lagu So7 yang ada. Ada sedikit irama dangdut masuk di sana. Tapi, tak usah khawatir, kelak ketika lagu ini sudah menjadi hits, Sheila Gank pasti bisa menyanyikannya sambil berjoget ketika mereka menonton idolanya dalam pertunjukan.
Lagu kedua adalah Satu Langkah ciptaan Adam yang musiknya khas So7. Lagu yang bercerita tentang sebuah harapan bersatunya sebuah cinta yang tinggal satu langkah. Nampaknya lagu ini akan menjadi hits selain Lapang Dada yang sudah sering diputar sebagai single.
Buka Mata Buka Telinga ciptaan Duta sebagai lagu ketiga bertema tentang hidup. Sedikit irama reggae di lagu ini seperti hendak menyampaikan bahwa So7 tak hanya mampu membuat karya yang itu-itu saja.
Di track keempat, lagu Canggung ciptaan Eross bercerita tentang cinta yang tak jelas akhir ceritanya. Tambahan suara terompet pada lagu ini menambah hal baru bagi komposisi yang dihasilkan S07.
My Lovely yang diciptakan Adam di track kelima temanya tak jauh dari lagu sebelumnya. Lagu ini memiliki nafas karya-karya So7 pada umumnya.
Lagu pada track keenam adalah Beruntungnya Aku yang diciptakan oleh Duta. Lagu yang terhiasi oleh petikan gitar ala lagu country ini bercerita tentang sebuah hubungan asmara yang membawa pada sebuah kedewasaan.
Track ketujuh diisi oleh lagu Lapang Dada ciptaan Eross yang singlenya sudah sering didengar. Lagu yang mengajak kita untuk bisa nrimo ini tak pelak akan menjadi hits yang akan menjadi koor massal pada pertunjukan-pertunjukan So7.
Belum ciptaan Duta sebagai lagu kedelapan bercerita tentang sebuah cinta yang belum terpenuhi. Namun kekuatan cinta adalah hal luar biasa.
Lagu kesembilan adalah Musim Yang Baik. Sebuah judul lagu yang sekaligus dijadikan judul album album ini. Sekali lagi, lagu ciptaan Eross ini bercerita tentang hubungan cinta yang kuat.
Album ini ditutup dengan lagu Sampai Jumpa ciptaan Adam pada track kesepuluh. Satu-satunya lagu berirama lambat di album ini adalah sebuah lagu yang sedih. Lagu yang berisi gesekan cello ini bercerita tentang sebuah perpisahan abadi dengan seorang teman.

Secara keseluruhan, materi di album ini tak jauh beda dengan materi album-album So7 yang lain tapi ada beberapa lagu yang menunjukkan So7 berani menampilkan hal baru.
Tentu, karya Brian juga di tunggu di album berikutnya karena sang drummer tak menciptakan lagu di album ini.

Kemasan & Distribusi
Artwork album ini menjadi artwork album So7 yang unik dan indah. Kemasan yang sepenuhnya kertas memang tak menjadikan album ini awet karena mudah sobek apalagi bagi pembeli album yang sering membolak-balik untuk menghafalkan lirik dan melihat-lihat dengan penuh kekaguman akan kehebatan group band ini.

Dijual dengan harga yang lebih tinggi dari biasanya, toh album ini bisa laris manis. Banyak peminat album ini harus menunggu “musim yang baik” untuk mendapatkan album yang terbukti laris di hampir seluruh toko kaset/CD yang menjualnya.

Dijual tidak di gerai ekslusif menjadikan album ini mudah dirasih meskipun dibarengi keterbatasan stock. Sony Music sebagai label harusnya bisa menangkap bahwa So7 memang bukan band sembarangan. Dari penjualan di awal-awal rilisnya album ini, harusnya Sony Music sadar bahwa melepaskan So7 dari aset yang dimiliki adalah sebuah kerugian besar. Dari artis yang dinaungi Sony Music, mana yang penjualan albumnya bisa seperti album Sheila on 7?

Mungkin ini pandangan yang berbeda dari Sony Music dan pembeli produknya. Dan tentu mereka tetap berpikir apa yang mereka putuskan tak bisa diganggu gugat dan bisa jadi lebih benar daripada keputusan orang lain. Lalu, bagaimana dengan demonstrasi yang dilakukan Sheila Gank agar album ini segera dirilis? Bukankah mereka juga memberi jawaban pandangan yang selama ini dianggap Sony Music paling benar bisa jadi tak benar?

Sheila on 7 - 2014 Musim Yang Baik wm

Tj Singo
Penikmat Musik Indonesia

Advertisements

2 thoughts on “Sheila on 7 – Musim Yang Baik

  1. Sony Music setelah kepindahan Pak Jan Djuhana ke Universal Music, Sony seperti kehilangan bapak kandungnya, kemana Jikustik, Coklat, dan sodara-sodaranya? hiks… saya suka sekali dg Sheila on 7, band paling saya suka dari Indonesia, terutama petikan gitarnya Eros, dia kayak George Harrison di Beatles, punya talenta besar tapi ga mau egois karena ada Sheila on 7 yang lebih dicintainya. Sangat beda dengan gitaris hero seperti Dewa Budjana yang walau ngeband tapi akrobatik teknik gitarnya jelas terdengar di lagu-lagu Gigi. Maju terus Sheila on 7.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s