Kerispatih 12 Tahun – Berkarya Dengan Kejujuran Hati (Bagian 1 Dari 2 Tulisan)

Kerispatih all album wm

Sejarah Singkat
Seandainya keempat pemuda bernama Andika, Anton, Arief dan Badai tak move on untuk menambah anggota band mereka, mungkin Kerispatih tak akan dikenal luas oleh pendengar musik Indonesia.

Keempat pemuda tadi, 12 tahun yang lalu, hanyalah sekumpulan mahasiswa Institut Musisi Indonesia yang menggubah lagu-lagu tradisional semacam ‘Kambanglah Bungo’, ‘Cublak Cublak Suweng’ dan beberapa yang lain menjadi lagu dengan musik instrumental etnik. Kemampuan mereka ini pertama kali ditunjukkan kepada umum pada tanggal 22 April 2003 di acara Farabi Sunday. Nama Kerispatih pun baru mereka putuskan sore hari di Hari Kartini 2003.

Nama yang terkesan magis dan berbau kerajaan mereka ambil sebagai arti dari sebuah Keris yang merupakan senjata sakti seorang empu, petinggi kerajaan terdahulu; dan Patih yang melambangkan jabatan penting dalam suatu kerajaan dan biasanya dijabat oleh seorang laki-laki. Secara utuh kata Kerispatih adalah analogi dari musik sebagai senjata ampuh (keris) untuk melahirkan karya-karya terbaik bersifat universal atau dapat diterima oleh semua orang dari para laki-laki itu (patih).

Setelah tampil di Farabi Sunday, mereka mulai berpikir serius untuk menggarap band ini. Mereka move on, mencari vokalis dan jadilah Kerispatih yang sekarang dikenal. Dari awal mereka menunjuk Ingga Jaya Purda yang juga teman sekampus untuk mengatur managemen di bawah Bagot’z Production.

Jalan mereka mulai terbuka ketika mereka mengikuti ajang Gulali (Lagu Gue Cendili) yang diselenggarakan oleh Mustang FM. Pihak Mustang kemudian mengajak Kerispatih bergabung dengan proyek album kompilasi Gulalikustik di bawah label Nagaswara. Di album ini, Kerispatih membawakan ‘Lupakan Aku’ dan ‘Sebentuk Hati Buat Kekasih’ yang menjadi hits.

 

Album To Album
Setelah tergabung pada album kompilasi Gulalikustik yang dirilis September 2004, Kerispatih mulai melangkah sebagai sebuah grup yang boleh dibilang sukses dengan debut album pertama. Tahun 2005, mereka merilis album Kejujuran Hati di bawah label yang sama dengan album kompilasi Gulalikustik. Dua lagu yang ada di album kompilasi tersebut diaransemen ulang.

Kerispatih menjelma menjadi idola baru di dunia industri musik. Lagu ‘Kejujuran Hati’, ‘Lagu Rindu’, ‘Cinta Putih’ dan ‘Sebentuk Hati Buat Kekasih’ membawa Kerispatih ke pentas musik Indonesia dan menjadikan group ini sebagai group yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Album ini mendapat respon positif dan membuat Kerispatih mendapatkan berbagai penghargaan seperti Pendatang Baru Terbaik Pilihan pembaca Majalah HAI 2005, Album Pendatang Baru Ngetop SCTV Music Award 2006 dan Most Favorite New Artist MTV Indonesia Music Award 2005.

Meraih popularitas lewat album pertama tak membuat kelima patih itu duduk manis dan menjadi selebritas baru yang bangga dengan popularitas. Tantangan baru menunggu. Kerja keras berlanjut dan mereka berkreasi lebih bagus lewat album kedua mereka, Kenyataan Perasaan di tahun 2007. Dengan konsep pop ekslusif, elegan dan megah, mereka memasukkan brass dan string section, akordion, perkusi hingga choir pada lagu-lagu di album ini.

Keterlibatan Rejoz ‘The Groove’ (perkusi), Riza Arshad (accordion), Oni Krisnerwinto (Sa’unine Orchestra) dan Effatha Choir membungkus dan melengkapi sisi romantis lagu-lagu hits mereka ‘Akhir Penantian’, ‘Sepanjang Usia’, ‘Mengenangmu’, ‘Untuk Pertama Kali’, dan ‘Tapi Bukan Aku’..Penghargaan berupa Platinum Award mereka raih.

Tentu bukan sembarang alasan ketika Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang di tahun 2007 merupakan Presiden negara ini mengajak Kerispatih sebagai salah satu group untuk ikut menyanyikan lagu ciptaannya di album perdananya, Rinduku Padamu. Kerispatih membawakan lagu berjudul ‘Kawan’. Tak semua penyanyi atau musisi mendapat kesempatan yang sama seperti Kerispatih.

Album kedua Kerispatih yang menurut penilaian orang lebih bagus daripada album pertama tak membuat mereka puas. Bak seorang sprinter, mereka berlari makin cepat dan makin cepat untuk menjadi juara. Di album ketiga, Tak Lekang Oleh Waktu (2008), Kerispatih menemukan apa yang mereka maui. Album ini merupakan penyempurnaan album pertama dan kedua mereka.

Album ini menghasilkan banyak hits. ‘Bila Rasaku Ini Rasamu’ yang konon merupakan hasil curhat seorang teman menjadikan lagu ini sering membuat orang menangis ketika menyanyikannya atau melihat penampilan Kerispatih dalam show mereka. ‘Kesalahan Yang Sama’, ‘Demi Cinta’, ‘Tak Lekang Oleh Waktu’, ‘Kusesali Untuk Dirimu’ dan ‘Masih Ada’ ikut menghiasi banyak kisah cinta para Mahapatih.

Ketiga album Kerispatih semakin mengukuhkan keberadaan mereka sebagai group penuh romantisme yang bercerita tentang wanita, perasaaan, dan semuanya di sekitar kehidupan cinta dan dinamikanya.

Tak perlu waktu lama untuk menghasilkan album baru bagi Kerispatih. Setahun berselang, mereka merilis album keempat, Semua Tentang Cinta (2010). ‘Aku Harus Jujur’ dan ‘Semua Tentang Cinta’ menjadi lagu hits dari album ini. Sementara ‘Cinta Sampai Mati’, ‘Pergi Dengan Indah’, ‘Selamanya Denganmu’, ‘Yang Terbaik’ dan ‘Kenangan Yang Tertinggal’ merupakan lagu yang tak boleh dibiarkan atau tak didengarkan. Lagu-lagu itu semakin menegaskan keberadaan Kerispatih.

Satu hal yang membuat album ini tidak sesukses album sebelumnya adalah rencana promosi yang akan diadakan harus diatur ulang karena setelah album ini dirilis, sang vokalis harus berurusan dengan polisi dan berakhir dengan pemecatan dirinya dari Kerispatih. Band ini harus tegak berjalan walau kehilangan satu patihnya. Kontrak yang telah mereka tandatangani dijalani tanpa vokalisnya. Badai sebagai leader mengambil alih peran sebagai vokalis di pertunjukan-pertunjukan mereka.

Di tengah kesibukan promo album, mereka segera mengadakan audisi untuk mencari vokalis baru dan terpilihlah Fandy Santoso, kontestan Indonesian Idol Season 4 tahun 2007. Fandy terpilih di antara sekian peserta karena berbagai alasan. Selain karena kecintaannya pada Kerispatih dan mengenal banyak lagu Kerispatih, dia dipilih karena karakter suara yang beda dengan vokalis sebelumnya dan dia memiliki attitude yang baik.

Selama proses audisi, Fandy disodori tiga lagu baru Kerispatih berjudul ‘Tertatih’, ‘Tetap Mengerti’ dan ‘Kecewa Lagi’ yang akhirnya dimasukkan ke album Kerispatih and Friends (2010) yang selain berisi lagu-lagu Kerispatih juga ada lagu dari penyanyi lain. ‘Tertatih’ dan ‘Tetap Mengerti’ menjadi hits dari album ini.

Lagu ‘Tertatih’ ini tercipta saat Badai merasakan betapa beratnya perjalanan Kerispatih ketika formasinya berempat setelah vokalis sebelumnya lepas dari band ini. Diliputi pesimisme apakah lagu ini bisa diterima oleh penikmat lagunya, ternyata lagu ini membangkitkan Kerispatih, menjadi lagu Indonesia terlaris di Hongkong, meraih angka 6,2 juta unduhan alias top download music dan mendapat award serta menjadi lagu yang ditunggu para Mahapatih dan a must-sing-along song di pertunjukan-pertunjukan mereka.

Setahun setelah Fandy membawakan tiga lagu di album Kerispatih and Friends, dirilislah album Melekat di Jiwa (2012) dan Fandy menjadi lead vocal di album itu. Ada dua lagu yang dinyanyikan Badai sebagai nahkoda band ini, ‘Selalu Setia Untuknya’ dan ‘Mengalahkan Hati’.

Album ini didukung Oni Krisnerwinto & Sa’Unine Orchestra pada sebuah medley orkestrasi 6 lagu hits Kerispatih (‘Unforgettable Journey 2003 – 2011’) yang diabadikan sebagai hits terbesar Kerispatih yang telah menjalani serangkaian perjalanan karir dan karya dengan lagu-lagu andalan yang tak lekang oleh waktu. ‘Melekat Di Jiwa’, ‘Kau Dan Dia’, ‘Lihat Hatiku’, ‘Sudah Jalan Kita’ dan lagu-lagu lain di album ini semakin memperlihatkan kematangan dan ciri Kerispatih yang semakin jelas dan dewasa.

Di tahun 2013, label Nagaswara menerbitkan kompilasi The Best Of Kerispatih yang sayangnya hanya berisi lagu-lagu lama berisi vocal sebelum Fandy bergabung. Rasanya aneh saja karena tak ada satu pun lagu yang dinyanyikan Fandy sementara dia saat itu merupakan bagian dari Kerispatih.

Tahun ini, tepat di usia 12 tahun, satu lusin warsa, Kerispatih telah mempersiapkan sebuah album yang digarap secara live recording dengan mengaransemen ulang 12 lagu yang sudah pernah mereka rilis ditambah dua lagu baru. Entah kejutan apa yang hendak diberikan oleh Kerispatih tapi nampaknya album ini akan menjadi penegasan kematangan musikalitas Kerispatih sebagai band yang memang memiliki ciri sebagai band dengan musikalitas tinggi, melodi yang manis dan lirik lagu yang selalu dibuat dengan sebuah kejujuran hati.

 

Gaya Bahasa Metafora Dan Kejujuran Hati
Jika diperhatikan seluruh karya di album mereka, hampir seluruhnya merupakan ciptaan Badai. Sammy menciptakan lagu ‘Maafkan Aku’ bersama Badai dan ‘Kusesali Untuk Dirimu’ bersama Arief. Andika menciptakan ‘Berpisah’ bersama Badai dan orang di luar Kerispatih yang pernah menciptakan lagu di album Kerispatih adalah Pay, Sandy dan Ayat untuk lagu ‘Cinta Putih’ dan mantan Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono, menciptakan ‘Kawan’ yang masuk di album Tak Lekang Oleh Waktu.

Bisa jadi, karya Kerispatih akan lebih bervariasi jika para personil lebih banyak menyumbangkan karyanya. Namun, banyaknya karya Badai juga menciptakan konsistensi karya Kerispatih. Benang merah seluruh karya bisa dipertahankan.Bersama teman-teman lain yang selalu ikut terlibat dalam aransemen lagu, Kerispatih memiliki pola sendiri dan makin hari semakin terlihat kematangannya.

Apa yang sebenarnya menjadi kekuatan karya Kerispatih? Dari sisi musik, pertemuan empat personil pemegang alat musik adalah sebuah adonan antara jazz, rock, pop dan klasik. Dika sang bassist lebih menggemari jazz. Suara gitar yang dipetik Arief sangat terasa irama rock. Anton sang drummer juga lebih dipengaruhi rock sementara Badai sangat kuat dalam permainan piano klasik dan pop karena pengaruh David Foster. Dan Fandy melengkapi karya mereka dengan suara yang powerful bernada pop.

Lirik lagu Kerispatih yang banyak bercerita tentang cinta punya ciri sendiri. Coba perhatikan cuplikan lirik-lirik lagu sebagai berikut:

Bintang malam katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi sampaikan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya
(Lagu Rindu, album Kejujuran Hati)

Adakah disana kau rindu padaku
Meski kita kini ada di dunia berbeda
Bila masih mungkin waktu berputar
Kan kutunggu dirimu …
(Mengenangmu, album Kenyataan Perasaan)

Bila rasaku ini rasamu
Sanggupkah engkau menahan sakitnya
Terkhianati cinta yang kau jaga

Coba bayangkan kembali
Betapa hancurnya hati ini kasih
Semua telah terjadi
(Bila Rasaku Ini Rasamu, album Tak Lekang Oleh Waktu)

Dirimu di hatiku
Tak lekang oleh waktu
Meski kau bukan milikku
Intan permata yang tak pudar
Tetap bersinar
Mengusik kesepian jiwaku
(Tak Lekang Oleh Waktu, album Tak Lekang Oleh Waktu)

Jangan salahkan keadaan ini sayang
Semua adalah keterbatasan ku saja
Tak mampu menjadi yang kau mau
Aku mencoba dan aku tak mampu
(Aku Harus Jujur, album Semua Tentang Cinta)

Jujur aku tak sanggup, aku tak bisa
Aku tak mampu dan aku tertatih
Semua yang pernah kita lewati
Tak mungkin dapat ku dustai
Meskipun harus tertatih
(Tertatih, album Kerispatih And Friends)

Meski akhirnya berpisah,
Kita tak perlu terpisah
Hanya dengan rasa cintaku,
Kau akan melekat di jiwaku…
(Melekat Di Jiwa, album Melekat Di Jiwa)

Kau dan dia,
Maafkan aku yang tak memilih
Maafkanlah aku yang tak bisa….
Membedakan perasaan dan penasaranku
(Kau Dan Dia, album Melekat Di Jiwa)

Bila nanti kau rindu,
Titipkan saja di langit
Di situ ada namaku
Dan namamu….
Terukir indah slalu….
(Sudah Jalan Kita, album Melekat Di Jiwa)

Beberapa contoh di atas menunjukkan bagaimana lirik lagu Kerispatih ditulis dengan kejujuran perasaan yang ada. Liriknya selalu merupakan sebuah cerita dengan menggunakan perumpamaan yang gampang dicerna. Penggunaan majas atau gaya bahasa seperti di ‘Lagu Rindu’ mau tak mau sangat membekas pada pendengarnya. Seolah itu hendak menjadi ciri Kerispatih meskipun pada perjalanannya ciri itu tak begitu banyak ditemui lagi.

Selanjutnya, lirik-lirik lagu Kerispatih mengalir menjadi sebuah cerita, rangkaian kata penuh makna yang dalam, to the point tapi dirangkai dengan diksi indah yang bisa dicermati pada contoh di atas. Penggunaan majas ditemukan lagi pada lagu ‘Sudah Jalan Kita’ di album Melekat Di Jiwa. Yang menarik dari album ini adalah diksi pada lagu ‘Melekat Di Jiwa’ dan ‘Kau Dan Dia’.

Meski akhirnya berpisah,
Kita tak perlu terpisah

Maafkanlah aku yang tak bisa….
Membedakan perasaan dan penasaranku

Kata-kata yang digunakan memiliki rima yang menyiratkan perbedaan. Tanpa kekayaan kosakata, kata-kata itu tak akan terangkai menjadi sebuah lirik yang indah bernilai sastra. Dan, diksi itu juga menunjukkan sensitivitas dan ketajaman yang tinggi.

Cuplikan lirik-lirik di atas hanyalah sebagian contoh karya Kerispatih. Butuh sebuah kajian mendalam apa yang ada di otak dan rasa penulis liriknya agar bisa menjadi sebuah karya ilmiah. Yang jelas, Kerispatih memang memiliki ciri tersendiri dalam karyanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s