Kerispatih 12 Tahun – Berkarya Dengan Kejujuran Hati (Bagian 2 Dari 2 Tulisan)

Unforgettable Journey
Sebagai sebuah band yang sudah berusia 12 tahun, Kerispatih pasti mengalami masa pasang surut. Sebuah hal yang normal dan manusiawi. Berawal dengan formasi empat orang memainkan musik instrumental etnik, kemudian menambah vokalis, berubah menjadi band beraliran sweet pop dengan sentuhan rock. Menyajikan lagu-lagu cinta yang banyak menjadi soundtrack hidup banyak pendengarnya.

Tentu perjalanan mereka tak lepas dari suka dan duka. Keceriaan dan perdebatan yang biasanya berkisar tentang aransemen lagu juga mereka alami. Biasalah. Kalau tanpa kerikil yang tersebar di jalan, sebuah perjalanan jadi tak asik. Sekaligus ini menjadi ujian bagi mereka bagaimana mereka bisa saling memahami satu sama lain yang berujung pada pendewasaan diri dan musik mereka.

Meraih popularitas ketika album pertama dirilis, mendapat penghargaan dan melaju menjadi band pujaan banyak orang. Dalam perjalanannya, harus melepaskan vokalis yang merupakan aset yang sangat berharga, menjalani lagi formasi berempat dan sempat tertatih, menemukan vokalis baru dan kemudian bangkit lagi.

Sebagaimana sebuah pepatah bahasa Inggris “Every cloud has a silver lining” atau dalam bahasa Indonesia “Ada hikmah di setiap peristiwa”, inilah yang terjadi ketika mereka harus melepaskan sang vokalis kala itu. Hilangya sebuah kenyamanan waktu itu membuat mereka harus kembali berjuang dan mencoba bertahan. Dalam sebuah postingnya di Instagram, Badai menulis: “ide cemerlang tidak akan pernah keluar dari zona nyaman”. Tanpa ombak, tak ada ketahanan mental untuk bertahan, tambah Badai.

Banyak perubahan terjadi di dunia industri, bermunculan musisi dan penyanyi baru. Mereka telah mengalaminya dalam rentang waktu 12 tahun. Perjalanan 12 tahun itu telah membuat para personilnya lebih bijak dan matang dalam menyikapi hubungan antar mereka sendiri. Dan Kerispatih sekarang yang beranggotakan Andika Putrasahadewa (Bass, Voices), Antonius Surya Sularjo (Drum), Arief Nurdiansyah Morada (Electric-Acoustic Guitar, Voices), Doadibadai Hollo (Piano, Synthesizer, Voices) dan Fandy Santoso (lead vocal) masih dan akan terus menyajikan karya-karya yang jujur, melodius, faktual dan penuh dengan romansa kehidupan yang sebenarnya.

The Personnel
Tak sahih rasanya membahas Kerispatih tanpa membahas personilnya. Di bawah ini adalah apa yang saya dapatkan tentang mereka atas pertanyaan yang sama dan saya susun berdasarkan nama panggilannya.

Anton
pre Anton 01 wmAnton yang bernama lengkap RM Antonius Suryo Sularjo Wahyu Nugroho Kusumo, SS. RM di depan nama pertamanya adalah gelar sebagai keturunan bangsawan Ngayogyakarto Hadiningrat. Memiliki nama yang panjang dan bernada Jawa, sarjana sastra Inggris yang belum berkeluarga kelahiran Jakarta 26 Desember 1980 ini merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Fisiknya yang tegap dan tinggi bisa jadi karena faktor genetik dari ayahnya yang gagah dan dipadukan dengan kesukaannya berenang dan bermain basket.

Mulai bermain drum ketika kelas enam SD tapi baru serius belajar sejak tahun 2002 di IMI (Institut Musik Indonesia) karena suka. Ia pertama belajar bermain drum dari kakak kandungnya. Dalam bermusik, Anton mendapat inspirasi dan pengaruh dari group Van Halen dan Dream Theater. Inank Noorsaid dan Alex Rudinger adalah musisi idolanya.

Selain menjadi bagian dari Kerispatih, Anton juga menjadi pengajar di almamaternya serta memiliki bisnis percetakan. Di band ini, ia paling dekat dengan Dika, sang bassist, karena alasan jarak rumah dan hubungan yang terjalin sejak kuliah.

Bagi Anton, lagu Kerispatih berjudul ‘Kita Satu’ dari album Melekat Di Jiwa adalah lagu yang paling disukai dan berkesan. Hal ini sesuai dengan harapannya pada band ini sebagaimana lirik lagu itu (Kita satu tak terpisah//Bahagialah selamanya). Buatnya, Kerispatih adalah tempat berkarya, bersenang-senang, mengembangkan potensi bermusik dan berekspresi. Susah dan senang dilalui bersama. Perbedaan pendapat yang terjadi bisa diselesaikan dengan saling pengertian.

Anton menggambarkan hubungan antar personil Kerispatih seperti sebuah mobil. Sebuah mobil akan mudah dan nyaman dikendarai ketika seluruh ornamennya komplit. Rem, kopling, gas, kemudi, kaca spion, dashboard, tempat duduk dan lain-lain harus tetap ada. Jika salah satu hilang akan membuat mobil tersebut sulit dan tidak bisa memberi kenyamanan.

Arief
pre Arief 01 wmGitaris Kerispatih yang bernama Arief atau lengkapnya Arief Nurdiansyah Morada mudah dikenali karena postur tubuhnya yang lebih mungil daripada personil lainnya dan memiliki lesung pipit. Ia berpendapat gitar merupakan alat musik yang ekspresif. Lahir di Jakarta pada 8 April 1982, suami dari Rika Roslina Morada dan ayah dari Nathan Seldon Morada ini posisinya berbalik dengan Anton. Ia merupakan anak sulung dari empat bersaudara.

Selain bermusik, ia memiliki hobi bersepeda. Dewa Budjana dan Tohpati merupakan gitaris idola Arief yang bermain gitar sejak SMP. Baginya, Steve Lukather, John Mayer dan Toto adalah musisi dan band yang paling berpengaruh dalam karir bermusiknya.

Kesibukannya di luar Kerispatih adalah mengajar dan bertani. Menjadi bagian dari band ini sejak awal, ia sangat berkesan dengan lagu ‘Akhir Penantian’ dan paling suka dengan lagu ‘Jalani Saja’. Saat ini, Fandy menjadi orang terdekatnya di Kerispatih karena mereka merupakan roommate ketika mereka menginap di luar kota untuk show.

Bagi Arief, Kerispatih adalah sebuah wadah persaudaraan. Sebagai band yang membesarnya namanya sebagai musisi, ia berharap band ini bisa menjadi band legendaris yang inspiratif bagi banyak musisi.

Badai
pre Badai 01 wmBanyaknya karya Kerispatih yang diciptakan oleh Badai alias Doadibadai Hollo membuat pria berkacamata ini dianggap nahkoda band ini. Lahir sebagai bungsu dari empat bersaudara seperti Anton, pria yang naik kapal laut gratis sampai usia 17 tahun ini merupakan kepala keluarga beranak satu ini.

Sebagai pemain kibor di Kerispatih, ia memulai belajar alat musik ini secara otodidak sejak kelas tiga SD. Ia melihat kakak-kakaknya bermain piano klasik dengan hebat sehingga ia juga ingin seperti mereka. Ia mencoba sendiri mencari nada meskipun hanya di nada C karena tuts nya semuanya putih sampai akhirnya bisa memainkan lagu ‘Lihat Kebunku’. Di kelas empat SD sampai satu SMP barulah ia belajar piano klasik.

Setelah bosan dengan piano klasik, ia mulai mempraktekkan kemampuannya dengan manggung di acara-acara sekolah. Setelah itu, ia sempat mengikuti workshop jazz bersama Indra Lesmana. Segala genre musik seperti trash metal, alternative, rock, fusion, ballad pop dan love song pernah dicobanya.

Kegilaan pada musik terus berlanjut sampai dia kuliah tapi tak bisa berbuat apa-apa selain memenuhi harapan orangtuanya sampai berhasil lulus dengan gelar insinyur. Selesai kuliah di tahun 2001, ia masuk IMI dan belajar menjadi musisi profesional di tahun 2002. Pilihannya pada piano tak lepas dari imajinasinya bahwa bermain piano sambil dikelilingi wanita adalah hal yang keren. Ia yakin piano adalah alat musik yang ditakdirkan untuk dimainkannya. Ia menganggap piano adalah alat musik yang lengkap karena memiliki range paling lebar dalam notasi.

Berbagai genre musik yang pernah dicobanya membuatnya memiliki banyak musisi idola. Musisi dalam negeri yang menjadi panutannya adalah Yovie Widianto, Ahmad Dhani, Piyu, Indra Qadarsih ‘BIP’, Tohpati dan Ari Lasso sedangkan musisi luar negeri pujaannya adalah David Foster, John Mayer, David Benoit, Jim Brickman dan Bryan Adams. Band yang menginspirasi dan mempengaruhinya dalam bermusik adalah Chicago, TOTO, Bon Jovi, Bad English dan KLa Project.

Musik memang dunianya. Di luar kesibukannya bersama Kerispatih, ia juga berkutat di dunia yang sama. Badai menjadi pencipta lagu, produser, dosen, clinician untuk kibor bermerek KORG dan juga aktif dalam pelayanan musik di gereja.

Bagi pencipta sebagian besar karya Kerispatih, ia menyukai semua lagu Kerispatih. Namun, lagu yang paling berkesan buatnya adalah ‘Tak Lekang Oleh Waktu’ dan ‘Tertatih’. Baginya, semua anggota Kerispatih adalah teman. Tak ada yang harus diistimewakan. Cintanya pada band ini tak lepas dari masa lalu yang memimpikan punya sebuah band dengan lagu-lagu cinta yang bisa menjadi soundtrack bagi banyak orang. Dan itu dia temukan di Kerispatih. Lewat Kerispatih, ia memiliki pergaulan musikal yang luas, bisa bertemu dengan idola-idolanya.

Ia bersyukur bahwa hubungan dalam band ini semakin ke depan semakin sehat dan terbuka meksipun perjalanan band ini tak lepas dari masa tersulit yang menurutnya ada pada saat permulaan band ini didirikan karena susahnya menembus major label. Dan kini, apa yang ada tinggal diperjuangkan untuk bertahan. Ia berharap band ini bisa bertahan terus dan semakin kreatif, banyak ide dan gagasan baru.

Dika
pre Dika 01 mPemain bass ini merupakan anggota paling jangkung di Kerispatih. Nama lengkapnya Andika Putrasahadewa dan biasa dipanggil Dika. Pemuda yang ingin segera menikahi gadis Surabaya ini lahir di Makassar pada 8 Januari 1982. Penggila games, air soft gun dan mobil ini merupakan anak tengah dari tiga bersaudara.

Pilihannya pada instrumen bass sedikit berbau “keterpaksaan” karena waktu SMP teman-temannya butuh pemain bass untuk membawakan lagu-lagu band-band punk era itu semacam Rancid dan Ramones. Dika yang pertama belajar main bass tahun 1993 ikut menyanyi sambil bermain bass. Bagi pengagum Marcus Miller, Tetsuo Sakurai dan Nathan East ini, genre fusion menjadi santapan nikmatnya. Tak heran jika gaya bermusiknya sangat dipengaruhi oleh Casiopea, Incognito dan Fourplay.

Kegiatannya di luar Kerispatih berkisar pada kegemarannya pada game. Dika adalah salah satu pendiri International Gamers Clan. Selain itu, ia juga mengaransemen lagu untuk beberapa penyanyi. Kedekatannya dengan Anton yang dijalin sejak masa kuliah membuat kedua orang ini seolah kompak tentang masa terberat yang dihadapi mereka bersama band ini yaitu ketika Sammy harus berurusan dengan pihak berwajib dan keluar dari Kerispatih.

Bagi Dika, lagu ‘Sebuah Pengabdian’ merupakan lagu yang paling berkesan dan disukainya. Ia merasa bahagia berada di tengah-tengah semua personil yang bersahabat walau tak selalu bertemu tiap hari. Pertemuan yang terjadi saat latihan, wawancara dan manggung selalu diisi dengan canda tawa tanpa henti.

Buatnya, Kerispatih sudah lebih dari sekedar band atau sekedar kumpulan oaring-orang gila yang punya otak genius dalam meracik sebuah aransemen bersama yang menjadikan sebuah lagu begitu indah. Lebih jauh, Kerispatih juga telah mendewasakannya dalam bermusik, bersikap, membuka matanya akan dunia musik, dunia entertainment, job opportunities dan banyak lagi lainnya. Kerispatih berperan banyak dalam menjadikan Andika yang sekarang. Dan, ia berharap Kerispatih tetap bisa berkarya dan diapresiasi oleh pendengar di dunia sebagaimana band Toto.

Fandy
pre Fandy 01 wmFandy atau lengkapnya Fandy Santoso tak pernah menyangka ia akhirnya terpilih menjadi vokalis Kerispatih menggantikan vokalis sebelumnya. Lahir di Jember 26 April 1985 sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara. Suami dari Regina Tami dan ayah dari Gillian Dyanne Santoso dan Geraldine Leah Santoso merupakan sarjana Komunikasi lulusan Universitas Petra Surabaya.

Fandy yang hobi nonton sepak bola dan bermain game bola menyanyi di gereja sejak SMP. Awalnya menyanyi hanyalah sebagai hobi dan talenta yang diberikan Tuhan itu diseriusi ketika kuliah dan puncak keseriusan itu terjadi ketika ia mengikuti ajang Indonesian Idol tahun 2007, seangkatan dengan Rinni Wulandari.

Suaranya yang powerful dan penguasaannya atas lagu-lagu Kerispatih menjadi salah satu alasan ia akhirnya terpilih bergabung Kerispatih. Pengagum Kahitna, Glenn Fredly, Bruno Mars, Michael Buble dan Brian Mcknight ini mengalami masa terberatnya bersama Kerispatih ketika awal dia bergabung dengan band ini karena banyak komentar orang yang beredar. Namun akhirnya ia bisa megatasinya dan melaju bersama band ini.

Lagu ‘Tertatih’ menjadi lagu yang sangat berkesan untuknya. Vokalis yang banyak mendapat pengaruh dan inspirasi dari Sidney Mohede dan band Kahitna ini memiliki hubungan paling dekat dengan Arief. Baginya, teguran soal disiplin waktu yang pernah disampaikan anggota band lain adalah sebuah koreksi diri baginya dan ia bersyukur dengan keterbukaan yang ada di band ini.

Di luar Kerispatih, ia sibuk berbisnis interior design. Penyuka lagu ‘Tetap Mengerti’ ini merasa sangat nyaman berada di Kerispatih. Ada respect dan perhatian satu sama lain di sana. Baginya, Kerispatih sudah memberikan nafas kehidupan dan sebuah keluarga baru. Para personil dan keluarganya merupakan saudara dan sahabatnya. Dan, Fandy punya harapan agar Kerispatih bisa sukses dengan album baru serta menjadi band yang melegenda.

Last But Not Least
Mengamati jadwal manggung Kerispatih di akun media sosial (medsos) mereka, terlihat bahwa Surabaya menjadi kota yang sangat sering mereka kunjungi. Mungkin mereka sampai hafal setiap sudut bandara di kota itu? Medan, Semarang dan Makassar ada di urutan berikutnya. Selain Jakarta, tentu saja. Di kota-kota itu, mereka sangat populer. Lalu, mengapa jadwal manggung di beberapa kota lain tak sesering di Surabaya dan kota-kota yang telah disebut tadi?

Ada baiknya mencoba mengamati bagaimana interaksi group band ini dan para personilnya di medsos karena sekarang ini medsos merupakan sarana ampuh untuk promosi dan mendekatkan sebuah band atau seorang musisi pada penggemarnya.

Personil Kerispatih merupakan orang-orang yang percaya bahwa berkarya adalah hal yang lebih penting daripada sekedar menjadi selebritas yang mondar mandir di acara infotainment layar kaca. Popularitas mereka diraih atas dasar karya. Tak seperti selebritas yang mendewakan popularitas di atas karya dimana acara yang berisi gosip tak jelas atau sudah dirancang menjadi senjata mereka untuk bertahan tapi ketika amunisinya habis mereka tenggelam bersama kejayaan palsu yang mereka ciptakan.

Tapi, menjadi public figure tentu tak bisa lepas dari tuntutan jadi dekat dengan penggemarnya. Bisa jadi, para personil yang tak begitu interaktif di medsos membuat mereka kalah populer dibanding musisi atau band lain. Tak bisa diingkari, popularitas yang dibangun pada akhirnya bertujuan agar mereka lebih sering datang ke kota tertentu.

Saat ini, mau tak mau dan tak bisa diingkari medsos semacam Twitter dan Facebook bisa menjadi sarana untuk membangun keakraban dan kecintaan itu. Ada baiknya akun medsos Kerispatih lebih aktif dan para personilnya juga lebih sering berinteraksi dengan para penggemarnya terutama frontliner alias vokalis atau personil yang banyak diidolakan. Aktivitas ini diyakini akan berujung pada makin cintanya para pemujanya maupun khalayak umum pada mereka. Dan pada akhirnya, para personil Kerispatih tak hanya hafal suasana dan sudut-sudut bandara kota lain seperti Solo, Malang, Yogyakarta, Denpasar dan kota-kota lainnya.

Harapan ini bukanlah harapan kosong. Kerispatih yang hari ini berusia satu lusin warsa akan makin dicintai penggemarnya karena karya-karyanya yang apik serta para personilnya yang baik bisa lebih sering berada di tengah-tengah para pemerhatinya di kota-kota yang selama ini jarang dikunjungi.

Selamat ulang tahun, Kerispatih. Semoga semakin melekat di jiwa dan akhirnya melegenda, karya-karya menjadi soundtrack bagi banyak orang dan tersimpan menjadi playlist di banyak telepon pintar. Sepintar Kerispatih membuat karya dan membikin orang galau…….

Tj Singo
Pengagum Kerispatih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s