Sheila on 7 – 19 Tahun Menjadi Kisah Klasik Untuk Masa Depan

koleksi S07 all new wm

Sheila on 7 alias So7 adalah sejarah. Yes! Band asal Yogyakarta ini menciptakan sejarah. Merekalah pembuka jalan bagi band-band lain Yogyakarta menembus belantara musik Indonesia sejajar dengan band-band nasional lainnya. Sebelum So7 menorehkan karyanya di dunia musik Indonesia, Surabaya dan Bandung – selain Jakarta tentu saja – merupakan kota supplier musisi ke jajaran pentas nasional.

Debut kelima pemuda Adam (bass), Anton (drum), Duta (vokal), Eross dan Sakti (gitar) pada album pertama bertajuk Sheila on 7 (1999) menembus penjualan lebih dari satu juta. Disusul album Kisah Klasik Untuk Masa Depan (2000) meraih angka penjualan 1,7 juta dan album ketiga 07 Des (2002) mencapai 1,3 juta sehingga mereka mendapat predikat one million copy band (07 Des dan Akhir Sebuah Episode Sheila On 7; masjaki.com). Ini juga boleh dibilang sejarah dalam industri musik Indonesia.

So7 merilis album OST. 30 Hari Mencari Cinta pada 2003, sebuah karya yang tak semua band punya kesempatan melakukannya. Keberhasilan mereka diganjar dengan berbagai macam penghargaan. Mereka yang pada awal karirnya berangkat dari ajang musikal di radio Geronimo Yogyakarta melesat menjadi bintang baru. Bak sebuah “kebiasaan” tak tertulis dan seolah menjadi kelaziman, setelah merilis album Pejantan Tangguh (2004), Anton mundur dari group kebanggaan kota Yogyakarta. Brian yang pernah bergabung dengan group Tiket menggantikan posisi Anton.

Setelah merilis The Very Best Of Sheila On 7: Jalan Terus (2005) yang menurut Mas Jaki adalah sebuah keputusan prematur, Sakti sang gitaris memutuskan untuk mundur dari hingar bingar panggung musik dan memilih jalan ibadah. Tahun 2006 mereka merilis album 507. Perjalanan karya mereka berlanjut dengan album Menentukan Arah (2008), Berlayar (2011) dan yang terbaru Musim Yang Baik (2014).

Perjalanan mereka bagaikan roda berputar. Berangkat dari kesederhanaan atau dengan kata yang agak menghina – kere (melarat) – kemudian melesat berada di atas, lalu bermunculan band baru serta trend baru yang secara musikal kualitasnya tak sebagus mereka tapi mendapat dukungan untuk menjadi trend sehingga sejenak melupakan mereka, mereka terus bertahan.

Popularitas mereka selalu mendapat dukungan penuh dari fans mereka yang disebut Sheila Gank (SG) sehingga tak sampai tenggelam. Kesetiaan para SG yang begitu militan menjadi penyemangat mereka. Perjalanan yang hampir dua dasawarsa tak membuat mereka the untouchables. Kesabaran SG yang ingin berfoto dengan mereka sampai bersedia menunggu mereka pulang dari tempat pertunjukan selalu dilayani dengan kesabaran.

Pada konser Econostra, 16 Maret 2014, puluhan SG menunggu mereka keluar dari tempat pertunjukan. Di tengah kondisi badan yang tak lagi segar, mereka masih melayani permintaan berfoto. Jawaban Adam ketika ditanya “koq masih mau diajak berfoto sih?” adalah “Mereka adalah energi. Apresiasi dari mereka pantas mendapat reward”. Dan itu diucapkan Adam dengan kesungguhan dan ketulusan, bukan basa-basi.

Nama besar So7 tak membuat para personilnya pongah. Kesederhanaan masih membungkus kehidupan mereka. Mereka tak menganggap diri sebagai bintang. Kemana melangkah, tak ada bodyguard di sekitar mereka. Di setiap kesempatan manggung di kota sendiri, mereka selalu membawa serta keluarga sehingga selalu ada “dharma wanita” Sheila on 7.

Tak banyak kelompok band yang ketika melakukan pertunjukan, penontonnya bisa dari berbagai kelompok umur. Dan So7 mungkin salah satunya. Awal mereka berkarir, penonton meneriakkan nama-nama personilnya tanpa imbuhan panggilan pembeda usia. Tapi saat ini, selain mereka meneriakkan nama personil So7 tanpa imbuhan tadi, banyak juga penonton yang memanggil nama mereka dengan tambahan “om”. Penonton yang berusia belasan tahun itu menjadi bukti bahwa band ini termasuk band yang berhasil melakukan regenerasi pemujanya di usia karir mereka yang hampir dua puluh.

Lagu-lagu mereka tak lekang oleh jaman. Karya-karya yang mereka hasilkan di penghujung tahun 90an dan awal sampai paruh 2000 sampai sekarang masih dinyanyikan banyak orang. Para remaja tanggung menyanyikan lagu-lagu awal So7 karena sesuai dengan kisah mereka sementara pemuja So7 yang usianya bertambah sesuai perjalanan group ini menyanyikan lagu-lagu itu sebagai sebuah kenangan dan proses perjalanan hidupnya.

Lagu-lagu yang ada di album terbaru, Musim Yang Baik, juga dinyanyikan secara massal pada pertunjukkan mereka. Lagu-lagu mereka disesuaikan dengan kematangan umur mereka. Ajakan untuk menjadi bijak tercurah sebagai pengalaman hidup yang dibagikan. Toh, lagu-lagu yang mungkin tak sesuai dengan irama cinta para muda tak melunturkan kecintaan terhadap mereka. Album ini dinantikan kehadirannya dan untuk mendapatkannya pun harus seperti antri sembako. Belum lagi harga jual yang agak di atas rata-rata beraroma azaz manfaat dari label sebagai penutup kerjasama dengan band ini?

Cerita bagaimana group ini harus “lapang dada” menunggu rilisnya album terbaru yang memakan waktu tak singkat – meskipun materinya sudah lengkap – dan bagaimana mereka mengutamakan kesabaran dan hubungan baik dengan label juga bisa dicatat sebagai kebijaksanaan hidup sesuai pertambahan usia mereka.

Banyak hal yang sudah ditorehkan oleh band asal Yogyakarta ini. Sejarah, cinta, karya, kehidupan, persahabatan, kekeluargaan dan itu pasti masih akan berlanjut. Banyak yang setia (bukan Sephia) menunggu mereka untuk jalan terus dan melompat lebih tinggi di usia yang tak pendek bagi perjalanan sebuah kumpulan beberapa kepala dalam menyatukan pendapat dan karya.

Selamat hari jadi ke-19, Sheila on 7. Band idola banyak orang, kebanggaan warga Yogyakarta dan inspirasi banyak musisi Indonesia. Adam Muhammad Subarkah, Akhdiyat Duta Modjo, Brian Kresno Putro dan Eross Candra teruslah berkarya sampai lagu-lagu kalian menjadi Kisah Klasik Untuk Masa Depan …..
Tj Singo

Advertisements

5 thoughts on “Sheila on 7 – 19 Tahun Menjadi Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s