Tulus – Love, Peace & Music

Penampilan Tulus di Yogyakarta pada tanggal 8 Mei 2015 dengan tajuk Love, Peace & Music yang diadakan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma (USD) benar-benar menjadi sebuah pertunjukan cinta dan kedamaian yang terjadi karena kehadiran musik.

Pertunjukan Tulus dimulai lima menit sebelum pukul 21.00 dengan instrumentasi beberapa lagunya yang sudah hits – oleh band yang selalu mengiringinya – sampai tepat pukul 21.00 Tulus naik ke panggung dan menyanyikan lagu ‘Baru’ diiringi tepuk tangan dari penonton yang tak sudah tak sabar menunggunya beraksi di panggung yang menurut Tulus kurang dekat dengan tempat duduk penonton. Tulus memang penyanyi yang selalu ingin dekat dengan penontonnya agar mudah baginya berinteraksi.

Selepas lagu pembuka, Tulus menyampaikan salam pada penonton. Yogyakarta yang menjadi kota istimewa bagi Tulus, selalu menyenangkan bisa berada di kota yang penuh inspirasi baginya. Kemudian meluncurlah beberapa lagu yang sudah tak asing bagi penonton yang mengaguminya. Ada ‘Jatuh Cinta’ yang diambil dari album pertamanya, kemudian ‘Bumerang’ dan ‘Lagu Untuk Matahari’, sebuah lagu tentang semangat positif dimana Tulus mengajak semua penonton berdiri dan bersama-sama menjadi kegembiraan lagu itu.

Sebelum membawakan lagu ‘Gajah’ yang kini menjadi trade mark penyanyi berbadan besar ini, Tulus memanggil seorang penonton yang hidupnya berubah menjadi percaya diri berkat lagu ini. Lagu yang menurut cerita dari Tulus mengubah hidup beberapa orang menjadi lebih baik memang bukan isapan jempol. Mendapat cerita tentang ada seorang remaja yang hidupnya berubah karena lagu ini, Tulus yang memiliki kegemaran menulis essay terlihat antusias untuk membuat lagu ini semakin kaya cerita.

Nama remaja yang dipanggil Tulus naik ke panggung adalah Maria Angelita. Tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, Angel menuju panggung dengan seribu macam perasaan yang tak bisa digambarkan. Ada tanya jawab sejenak di panggung dan Tulus memberikan ruang untuk Angel menunjukkan kelebihannya menyanyikan lagu yang mengubah hidupnya. Demam panggung membuat sang remaja harus melihat telepon pintarnya agar ia tak salah lirik dalam menyanyi lagu itu.

Sesekali suaranya tersendat karena tangis bahagianya tapi secara utuh, Angel menyanyikan lagu yang mengubahnya menjadi orang yang lebih percaya diri dengan suaranya yang merdu. Sehabis menyanyikan lagu itu, Angel memeluk Tulus dan Tulus membalas dengan penuh kehangatan persahabatan. Penonton terlihat ikut menikmati bagian dari pertunjukan malam itu dan memberikan tepuk tangan untuk Angel.

Microphone berpindah ke tangan Tulus yang kemudian menyanyikan lagu ini dengan diikuti penonton yang berkaraoke massal. Dia melanjutkan dengan lagu favoritnya, ‘Teman Hidup’ dari album pertamanya. Penonton yang ikut menyanyi membuat Tulus sejenak diam dan memberi ruang pada mereka untuk ikut meramaikan suasana gedung pertunjukan Imperial Ballroom The Sahid Rich Jogja Hotel yang tidak terlalu penuh tapi sangat terasa kehangatannya karena cara Tulus menggiring penonton untuk ikut terlibat dalam pertunjukan itu termasuk ketika dia mengajak semua penonton berdiri untuk diabadikan dengan kameranya dari atas panggung.

Tulus bulan Maret lalu mengadakan Konser Gajah di Yogyakarta melanjutkan pertunjukan malam itu dengan lagu-lagu hits yang lain seperti ‘Jangan Cintai Aku Apa Adanya’, ‘Sepatu’, ‘Sewindu’ dan juga ‘Seribu Tahun Lamanya’ dari album kompilasi Pongki Meets The Stars. Di lagu ini, Tulus menunjukkan betapa dia memang ingin selalu dekat dengan penontonnya. Turun dari panggung menuju kerumunan penonton, Tulus disambut dengan antusiasme penonton yang mengabadikan momen ini dengan kamera telepon pintar.

Tepat pukul 22.00 Tulus mengakhiri pertunjukan malam itu. Kejadian di panggung saat Tulus memanggil Angel menjadi bukti bahwa Tulus memang tulus ingin membahagiakan orang lain dan membagikan cinta kepada orang banyak dengan pesan setiap orang punya kelebihan dan tak perlu rendah diri dengan kekurangan.

Tulus menebarkan semangat dan sikap positif. Cinta, kedamaian telah dipersembahkan lewat musik pada malam itu oleh Tulus. Kedekatan yang dia tunjukkan menjadikannya seorang idola yang selalu ditunggu kedatangan di kota ini sebagaimana dia selalu merasa senang menggelar pertunjukkan di Yogyakarta, kota yang penuh inspirasi buatnya.

Tj Singo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s