Kerispatih – Delapan Acoustic Live

Kerispatih - 2015 Delapan wm

Tiga tahun menunggu Kerispatih merilis album baru merupakan sebuah penantian panjang ditemukannya sebuah oase di padang pasir. Kehausan karya-karya indah terbayar dengan mendengarkan album ini. Album yang berisi lima belas nomor dengan dua karya baru dan sisanya karya yang sudah pernah dirilis tak berarti pengulangan karya yang sama.

Aransemen ulang dan interpretasi baru atas tiga belas karya lama menjadi pembuktian bahwa Kerispatih tidaklah terjebak pada masa lalu. Musik yang terasa beda dan vokal Fandy yang powerful menjadi pembuktian bahwa karya-karya Kerispatih bisa dibawakan oleh siapa pun dan interpretasi yang pas bisa membuat lagu-lagunya enak didengar. Ini sekaligus merupakan bukti bahwa karya yang bagus menjadi apik ketika dibawakan oleh siapapun, tak harus oleh orang tertentu.

Inilah album kedelapan Kerispatih yang diberi tajuk Delapan yang direkam secara langsung di studio dengan permainan musik akustik. Album Delapan ini menandai duabelas tahun perjalanan mereka berkarya di blantika musik Indonesia. Pemilihan judul album yang merupakan angka sempurna tanpa garis putus diharapkan semakin membulatkan langka mereka berada di dunia musik Indonesia. Album yang dirilis pada tanggal 8 bulan 8 yang lalu ini juga memberi energi baru para personilnya akan harapan yang positif. Dari interaksi di dunia maya, para Mahapatih juga menunjukkan antusiasme tinggi dan kerinduan mendalam karya baru band yang melahirkan hits pembuat galau.
The Album
Album ini dibuka dengan karya baru berjudul ‘Menyerah Di Hadapan Cinta’ sebagai single yang sudah diputar di 143 radio secara serentak di tanggal rilis pada pukul 8.08 dan dilanjutkan dengan penampilan mereka di acara musik di salah satu stasiun televisi swasta. Lagu yang bercerita tentang ketidakmampuan melupakan mantan pasangan ini dibawakan oleh Fandy dengan interpretasi yang tepat, membuat lagu ini bisa bikin merinding.

Lagu kedua yang juga karya baru adalah ‘Aku Yang Tak Setia’. Lagu ini bercerita kesetiaan sekaligus ketidaksetiaan. Sebagaimana karya-karya Kerispatih, liriknya selalu merupakan sebuah cerita yang dirangkai dengan diksi yang indah. Tepat setelah lagu ini habis terdapat permainan solo bass Andika yang memainkan lagu ‘Janji Kita’ dari album Kejujuran Hati (2005).

‘Kejujuran Hati’ menjadi lagu ketiga di album ini. Sebuah judul lagu sekaligus judul album Kerispatih pertama yang mengangkat nama mereka di blantika musik Indonesia. Sedikit berbeda dengan versi awal, di album ini komposisinya diisi oleh beat yang lebih cepat. Dengan intro saxophone yang dimainkan oleh Septa, lagu ini menjadi lebih manis. Tabuhan perkusi oleh Rejoz “The Groove” memberi nilai tambah.

Berlanjut dengan ‘Mengenangmu’ yang ada di album Kenyataan Perasaan (2007). Tak ada perbedaan tempo musik dengan versi terdahulu namun permainan biola Hendri Lamiri yang dulu pernah bergabung dengan group Arwana dan menjadi pemain biola pada konser KLakustik (1996) menjadikan lagu ini memiliki rasa baru.

‘Bila Rasaku Ini Rasamu’ yang dulu ada di album Tak Lekang Oleh Waktu (2008) dan juga pernah dibawakan oleh Nania di album Kerispatih and Friends (2010) menjadi lagu berikutnya. Suasana akustik yang sangat terasa dan vokal Fandy yang powerful semakin menandaskan Fandy adalah vokalis yang pas menggantikan vokalis sebelumnya.

‘Aku Harus Jujur’ yang sebelumnya ada di album Semua Tentang Cinta (2009), sebuah album yang menurut Badai memberi kepuasan batin dan aura luar biasa, tampil sebagai lagu keenam. Suara Badai terdengar sebagai backing vocal di lagu ini dan berlanjut sebagai lead vocal di lagu ketujuh, ‘Lagu Rindu’, yang merupakan hits pengantar Kerispatih menjadi band besar di album pertama mereka. ‘Lagu Rindu’ dirangkai dengan ‘Sebentuk Hati Buat Kekasih’ yang juga diambil dari album pertama. Permainan piano Badai pada rangkaian dua lagu ini terasa sangat grande.

Setelah dua lagu dirangkai pada urutan ketujuh, di urutan kedelapan adalah ‘Tapi Bukan Aku’ yang ada di album Kenyataan Perasaan. Kehadiran suara harmonika oleh Khrisna dan gesekan biola Hendri Lamiri membedakan lagu ini dengan versi sebelumnya. Meskipun dengan tempo yang sama, lagu ini menyajikan nafas baru. Setelah lagu ini, terdapat permainan solo gitar Arief yang membawakan ‘Lihat Hatiku’ dari album Melekat Di Jiwa (2012). Permainan Arief yang biasanya garang berciri rock menjadi luluh dan lembut karena petikan gitar akustik yang dimainkannya.

‘Demi Cinta’ yang ada di album Tak Lekang Oleh Waktu (2008) di album ini dibuka oleh suara Sruti Respati, seorang pesinden asal Solo. Sruti sekaligus penulis lirik versi bahasa Jawa. Garapan musik secara akustik dengan suara piano yang cukup menonjol memberi kesan megah.

Petikan gitar akustik Arief mengantar lagu ‘Tertatih’ di urutan kesepuluh. Ini adalah lagu Kerispatih yang paling berkesan untuk Fandy karena merupakan lagu pertama yang dia nyanyikan di album setelah resmi menjadi vokalis Kerispatih di album Kerispatih And Friends (2010). Untuk Badai, lagu ini juga bermakna karena situasi yang ada pada saat itu. Penghayatan Fandy mengantar lagu ini menjadi lagu yang sangat dalam dan sedih.

Satu-satunya lagu dari album sebelumnya yang dimasukkan ke dalam album secara utuh ini adalah ‘Kau Dan Dia’ pada track sebelas. Tak ada perubahan warna vocal karena album Melekat Di Jiwa (2012) merupakan album penuh Fandy membawakan lagu-lagu Kerispatih. Aransemen yang akustik dan Badai pada backing vocal-lah yang membedakan dengan versi sebelumnya.

Di urutan duabelas adalah ‘Tak Lekang Oleh Waktu’ yang menjadi judul lagu sekaligus album di tahun 2008. Berikutnya adalah ‘Untuk Pertama Kali’ dari album Kenyataan Perasaan, diikuti ‘Kesalahan Yang Sama’ dari album yang sama dengan lagu ke-12. Album ini ditutup dengan lagu ‘Sepanjang Usia’ dari album Kenyataan Perasaan sebagai lagu ke-15. Sebagai penutup di album, aransemen ulang lagu ini sangat terasa megah dan membuat pendengar serasa sedang berada di pertunjukan Kerispatih yang mempersembahkan lagu terakhir bagi penontonnya dimana personilnya mengeluarkan segala kemampuan terbaik memainkan alat musiknya sehingga penonton terpuaskan.

Di album ini gebukan drum Anton yang biasanya garang karena pengaruh Van Halen dan Dream Theater praktis kurang terdengar. Lagu-lagu yang hampir semuanya berbeda ketika memainkan format band membuat Anton melakukan penyesuaian tanpa mengurangi keindahan aransemen.

Didukung oleh beberapa musisi yang sudah disebut di atas, album ini juga didukung oleh Marcellius Widiatmoko yang mengerjakan aransemen string pada dua lagu baru dan juga Irsa Andrea sebagai backing vocal pada lagu ‘Menyerah Di Hadapan Cinta’ dan ‘Kejujuran Hati’. Irsa memang sudah dilibatkan oleh Kerispatih sejak album awal sebagai penyanyi latar dan suaranya memberi ciri dan warna Kerispatih.

Bagi band atau musisi lain, membuat sebuah album penuh berisi sepuluh lagu merupakan sebuah kelaziman, bagi Kerispatih kelaziman itu adalah duabelas lagu. Hanya album Kerispatih And Friends yang bukan album penuh berisi 7 lagu. Satu album yang berisi duabelas lagu atau lebih menjadi bukti bahwa band ini memang kaya karya. Keputusan menginterpretasi atau mengaransemen ulang juga merupakan bukti kaya kreativitas.

Ketika beberapa orang masih belum bisa move on dengan perjalanan sebuah group dan membandingkan anggota band (khususnya vokalis) yang sudah keluar dengan personil yang baru, Kerispatih berani membuktikan bahwa penggantian vokalis bukanlah “kesalahan yang sama”. Lagu-lagu yang dibawakan vokalis sebelumnya dan kini dibawakan oleh vokalis pengganti memberi jawaban bahwa inilah Kerispatih yang memiliki karya-karya indah yang tak lekang oleh waktu. Sang vokalis yang memliki ciri sendiri sudah menyatu dengan Kerispatih yang beranggotakan Anton (drum), Arief (gitar), Badai (kibor), Dika (bass) dan Fandy (vocal).
Distribusi
Di tengah malasnya pendengar yang mengaku pecinta musik Indonesia membeli sebuah album, Kerispatih masih berjalan di jalur tradisional penjualan album dengan sistem distribusi di toko-toko kaset/CD, bukan dititipkan di gerai makanan cepat saji yang penjualannya kadang memaksa dan menjebak pembeli yang belum tentu menginginkan album yang disertakan pada penjualan barang dagangan yang tak ada hubungannya dengan musik.

Selain jalur tradisional, album ini juga dijual secara digital di laman iTunes. Penjualan di laman ini menunjukkan betapa karya Kerispatih sangatlah ditunggu. Dengan menggunakan sistem pre order, beberapa hari sebelum tanggal rilis, pergerakan angka pembelian album ini terus meningkat. Satu hari sebelum hari-H dirilisnya album ini, pemesanan album ini sempat menjadi album terlaris ke-33 seluruh dunia. Bergerak ke posisi 16, kemudian 8, 4, 3 dan terakhir 2! Dan pada hari H, album ini berhasil meraih angka penjualan album tertinggi (best selling album) nomor satu bertahan selama tujuh hari!

Album fisik yang dijual dengan harga Rp 35.000,00 ini diburu para Mahapatih yang tak sabar ingin segera memilikinya. Sayangnya, pihak label Nagaswara kurang tanggap mengantisipasi antusiasme ini dan harus menunggu dua minggu untuk bisa mendapatkan album ini di luar kota Jakarta.

15 karya bagus yang tidak murahan dan dijual di bawah harga Rp 50.000,00 sungguh merupakan harga yang murah untuk sebuah album. Dan kalau masih ada yang membeli album ini secara bajakan atau unduh illegal lewat laman penyedia karya bajakan, bangsa ini menjadi semakin kerdil dan tak akan pernah jadi bangsa yang besar. Mengapa harus berteriak “stop korupsi” kalau urusan kecil seperti ini saja juga melakukan korupsi?
Tj Singo
Penikmat Musik Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s