Lagu Rindu Kerispatih – Tribute To Kerispatih Ala Kampayo XT

Bagi sebuah group band, seorang penyanyi solo atau pencipta lagu, acara tribute to atau salute to adalah sebuah apresiasi atas karya mereka. Acara ini menegaskan eksistensi atau popularitas karya mereka.

Itulah yang hendak disampaikan oleh Kampayo atau Keluarga Musisi Penyanyi dan Artis Panggung Yogyakarta yang secara reguler menggelar musik secara live di sebuah tempat bernama Warung Musik Kampayo (WMK). Di tempat ini, pengunjung menikmati sajian kuliner sambil mendengarkan musik yang tersaji oleh group band yang berbeda tiap harinya. Sajian musik terbukti membuat pengunjung betah berada di sana karena bisa request lagu-lagu kesukaan mereka atau sesekali menyanyi secara spontan.

Perjalanan penampilan musik secara reguler, akhir-akhir ini berkembang menjadi acara khusus yaitu membawakan lagu-lagu milik sebuah band atau penyanyi atau menampilkan seorang penyanyi dalam satu rangkaian acara di satu malam. Seperti yang tersaji pada 15 Oktober 2015 yang lalu dimana malam itu WMK menyajikan acara bertajuk Lagu Rindu Kerispatih sebagai sebuah tribute untuk Kerispatih. Acara ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya sudah pernah ada acara semacam ini yang menyajikan lagu-lagu Chrisye, KLa Project dan Katon Bagaskara, Nicky Astria, Genesis dan lain-lain.

Lagu Rindu Kerispatih menghadirkan Tommy Boly, seorang penyanyi yang pernah mengikuti ajang The Voice Indonesia dan Juara Bintang Radio RRI DIY 2013. Dipilihnya Tommy untuk menjadi penyanyi di acara ini bukannya tanpa alasan. Tommy yang berasal dari Flores memiliki suara yang bagus menurut Badai, leader Kerispatih. Selain itu, Tommy merupakan penyanyi yang sering mengisi acara pesta pernikahan dan acara-acara reguler lain. Di lingkup Yogyakarta, Tommy merupakan nama yang populer di dunia hiburan. Popularitas ini selain dipastikan menjadi keberhasilan acara juga bisa menghadirkan tamu yang bisa memenuhi kapasitas WMK. Demikian dikatakan Indro “Kimpling” Suseno, ketua Kampayo.

Setelah acara ini direncanakan, Tommy bergerak bersama-sama temannya untuk membuat konsep acara ini agar tak sekedar menjadi acara biasa. Bersama timnya, mereka mempersiapkan diri dengan pilihan lagu-lagu yang tak mudah karena hampir semua lagu Kerispatih disukai oleh Tommy. Setelah tersaring beberapa lagu, masih harus dikurangi karena faktor durasi. Sebuah pilihan yang sulit dan akhirnya terpilih sebelas lagu.

Persiapan tak hanya sekedar memilih lagu tapi bagaimana bisa bercerita tentang lagu yang akan dibawakan; bagaimana lagu tercipta, untuk siapa lagu diciptakan dan kapan lagu diciptakan. Cerita pun dicari untuk bahan ice breaking ketika membawakan lagu. Alur pun disusun agar menjadi sebuah rangkaian yang sedap untuk disajikan dan dinikmati. Dan itulah yang terjadi di malam yang dihadiri oleh Badai sebagai pentolan Kerispatih dan sekaligus pencipta banyak lagu Kerispatih maupun lagu-lagu hits yang dibawakan penyanyi Indonesia.

Acara dibuka tepat pukul 21.00 oleh sepasang MC, Degga Himawan dan Mira Nadanari yang merangkai lirik & judul-judul lagu Kerispatih menjadi sebuah pengantar:

Malam ini, disini. Kalau boleh jujur mungkin ada yang nggak sanggup, nggak bisa, bahkan sampai ‘tertatih’. Memperjuangkan rasa ‘demi sebentuk hati buat kekasih’. Terbentur karena kembali jatuh di ‘kesalahan yang sama’. Sehingga, di antara barisan lagu kita malam ini, bersama-sama mari meneriakkan ‘kejujuran hati’, entah ini ‘demi cinta’ atau hanya berhenti membiarkan semuanya menjadi berlalu, karena kita benar-benar sadar. “Ya… memang bukan aku. kemudian biarkan semua menguap hilang. Dan ya… Mau tidak mau hanya bisa ‘mengenangmu’!

Dan kemudian, mengalunlah lagu pertama ‘Tetap Mengerti’ yang disambut tepuk tangan menggema dari penonton. Tommy menunjukkan kemampuan olah vokalnya yang baik. Lagu ini menjadi mood buster baginya karena ini salah satu lagu favorit di antara hampir semua lagu Kerispatih yang disukainya. Kemudian, dia melanjutkan dengan ‘Tapi Bukan Aku’. Suaranya mampu mencapai oktaf yang tinggi tanpa terlihat ngoyoh.

Penampilan Tommy berlanjut ke lagu ‘Untuk Pertama Kali’ yang diambil dari album Kenyataan Perasaan. Lagu ini memberi arti tersendiri untuk Tommy karena ketika SMA, saat ujian praktek mata pelajaran kesenian, teman-temannya langsung heboh seolah menyaksikan sebuah konser musik. Lagu ini dinyanyikannya sebagai bahan ujian praktek dan dia mendapat tepuk tangan meriah dari teman-teman dan gurunya.

Berlanjut ke lagu ‘Tak Lekang Oleh Waktu’, Tommy masih menunjukkan penampilannya yang tak menurun. Seusai lagu keempat, MC menguasai panggung dan memberikan tantangan pada penonton, melontarkan games sebagai sebuah interaksi yang menjadi bagian dari acara khusus malam itu. Bagian yang menurut beberapa penonton agak menyita waktu ini berlanjut pada lagu ‘Tertatih’, sebuah lagu yang paling berkesan bagi Fandy, vokalis Kerispatih, karena ini adalah lagu pertama buatnya sebagai vokalis band menggantikan vokalis sebelumnya.

Tommy kembali melanjutkan dengan ‘Lagu Putih’. Lagu ini juga merupakan lagu favoritnya dan merupakan salah satu lagu Kerispatih yang bukan ciptaan Badai. Selepas lagu ini, MC mengajak Tommy berbincang tentang Kerispatih dan prestasinya di bidang tarik suara. Cerita dari Tommy dilanjutkan oleh MC dengan mengundang Indro “Kimpling” Suseno sebagai ketua Kampayo yang bercerita tentang ide mengadakan acara tribute to Kerispatih malam itu.

Dan, pak Kimpling pun segera mengundang Badai yang ketika awal hadir di acara ini sudah menunjukkan kebahagiaannya atas apresiasi kepada dirinya dan juga band Kerispatih seperti disampaikannya di akun sosial media miliknya. Di panggung, Badai menceritakan karirnya mulai dari awal sampai meraih kesuksesan. Dia juga membagikan pengalaman kepada pengunjung. Selepas itu, Badai memainkan kibor dan mengajak semua pengunjung berdiri untuk bersama menyanyikan ‘Tanah Airku’ ciptaan Ibu Sud. Suasana khidmat tercipta.

Bukan tanpa alasan Badai mengajak penonton menyanyikan lagu ini. Dia meyakinkan tentang kecintaan pada tanah air lewat lagu ini. Kemudian, bersama Kinnara Band sebagai pengiring malam itu, Badai membawakan lagu ‘Demi Cinta’, turun dari panggung dan mengajak penonton ikut bernyanyi. Ajakan Badai bukanlah harapan kosong. Setiap kali mikrofon disodorkan, penonton menyambut dan ikut bernyanyi. Ini menjadi bukti bahwa lagu-lagu Kerispatih memang melekat bagi pecinta musik. Badai tak berhenti pada satu atau dua penonton tapi dia menguasai seluruh area WMK mencari pengunjung secara acak untuk diajaknya bernyanyi sementara Tommy di panggung juga memegang mikrofon ikut menyanyikan lagu ini sampai selesai.

Saat Badai hendak menuju tempat duduk, MC meminta Badai kembali ke panggung untuk menebak lagu yang dimainkan Riza Yudhistira yang berada di belakang kibor. Beberapa nada dimainkan, MC memberi clue lagu ini, meledaklah tawa Badai yang langsung “menuduh” penulis membocorkan cerita tentang lagu yang punya kesan mendalam buatnya. Tapi, Badai adalah Badai. Tak ada kemarahan meskipun cerita tentang lagu ini dibawa ke publik. Tawa yang meledak itu dilanjutkannya dengan menyanyikan lagu ‘Tak Bisa Ke Lain Hati’ milik KLa Project yang punya kenangan buatnya. Tak hanya itu, dia juga mengajak seluruh penonton ikut bernyanyi lagu milik band yang menjadi inspirasinya dalam berkarya.

Salah satu masterpiece karya Badai, ‘Lagu Rindu’, kemudian terdengar. Tommy ditemani AdhiningtyasJuara 1 Putri Bintang Radio RRI DIY 2013, membawakan lagu ini diiringi tiupan saksofon Filemon Alfian. Suara Adhiningtyas yang berkualitas menambah indahnya lagu yang memang selalu terdengar bagus dibawakan oleh siapa saja ketika diinterpretasikan dengan tepat.

Selesai lagu ke delapan, Tommy membuktikan dia adalah penggemar Kerispatih sejati. Dia membawakan lagu terbaru Kerispatih dari album Delapan yang baru saja dirilis Agustus lalu, ‘Menyerah Di Hadapan Cinta’. Tommy yang sebelum acara ini berlangsung merasa grogi karena harus menyanyi di hadapan sang pencipta lagu akhirnya bisa bernyanyi dengan santai dan sangat menikmati penampilannya.

‘Bila Rasaku Ini Rasamu’ sebagai lagu ke sepuluh kemudian dilantunkan. Ini adalah lagu Kerispatih favorit ketiga bagi Tommy. Di luar skenario, secara spontan Badai naik ke panggung dan berduet dengan Tommy yang mengagumi Badai sebagai orang yang asik dan hebat dalam berkarya. Seusai lagu yang sering membuat wanita menangis karena memiliki kisah yang sama dengan lagu ini, Tommy mengundang seluruh tim produksi ke panggung dan kemudian bersama-sama menyanyikan ‘Sepanjang Usia’ sebagai penutup acara malam itu.

Beberapa penonton, tua muda, juga ikut larut ke panggung bersama-sama bernyanyi lagu yang berirama rancak. Tiupan keras saksofon menambah riangnya lagu ini. Dan acara berakhir dengan penuh keriaan, meninggalkan kesan menyenangkan. Tim produksi yang terdiri dari kedua MC, Aziz dan Ayu sebagai stage manager, kru tata suara dan tata lampu di WMK di bawah supervisi Ain Warnain sebagai penanggung jawab boleh berbangga. Menurut beberapa orang, acara khusus malam itu merupakan yang terbaik dari yang pernah diadakan selama ini walaupun pasti ada kekurangan.

Tommy sebagai fokus pada malam itu bersyukur karena acara berlangsung lancar dan bagus serta seru. Dukungan dari para seniornya sejak persiapan sampai berlangsungnya acara ini menjadi semangat tambahan karena mereka rela membantu dan melepaskan pekerjaan yang seharusnya mereka jalani malam itu tanpa ada kompensasi finansial sepeser pun.

Musisi yang ikut mengisi acara ini juga tak kalah penting perannya. Menurut Badai, musik Kerispatih yang complicated dan tak mudah ditirukan malam itu dimainkan dengang bagus oleh Dibyo pada bass, Jexx pada drum, Jerrico dan Mahitara Dian pada gitar, Riza pada kibor dan Filemon pada saksofon.

Dan, lagu ‘Sepanjang Usia’ memang pas dijadikan lagu penutup pada malam yang tak bisa dilupakan oleh yang hadir malam itu karena …..

Sepanjang usia
Kita trus bersama
Mengarungi hidup dengan cinta
Turut kehendakNya

Sepanjang usia
Ku tak mau terpisah
Memberikan hatiku seutuhnya
Hanya kepada dirimu

 

Tj Singo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s