Kahitna – Rahasia Cinta: Eksistensi, Konsistensi, Adaptasi Cerita Cinta

Kahitna - 2016 Rahasia Cinta wmMembeli sebuah album musik ibarat membeli satu set pensil warna. Tak seluruh warna dalam satu set itu – misalnya berisi 12 warna – terpakai. Namun pemilik pensil warna bisa membuatnya menggunakan seluruh warna secara optimal. Demikian halnya dengan membeli album musik. Tidak semua lagu dalam sebuah album yang umumnya terdiri dari sembilan sampai dua belas atau kadang ada yang empat belas dinikmati dan diberi cap “suka”. Ada satu atau dua lagu yang tak disukai (belum tentu tidak bagus). Tapi, bisa jadi seluruh lagu disukai dan selalu didengarkan. Sama halnya dengan satu set pensil warna yang tergambarkan di atas.

Inilah yang tergambar ketika mendengarkan album Kahitna yang dirilis tahun ini, Rahasia Cinta, yang awalnya hanya bisa didapatkan pada Kahitna Love Festival tanggal 13 Februari 2016 yang lalu tapi sekarang bisa dipesan seperti tertera di akun Instagram kahitna. Ini adalah  sebuah konser yang dipersembahkan sebagai 30 tahun perjalanan mereka di dunia musik Indonesia yang melibatkan banyak musisi dan baru pertama kali diadakan oleh sebuah band dalam rangka hari jadinya.

Kelahiran album ini sudah mulai tercium sejak bulan Juli tahun lalu. Salah satu personil Kahitna rajin membagikan cerita proses mereka melakukan rekaman di akun sosial medianya. Ketika banyak orang terlelap tidur, mereka justru bergerak produktif di bulan Ramadhan. Ketika banyak orang sedang bermimpi dalam tidur, mereka bisa jadi mengisi mimpi-mimpi indah tentang cinta. Sambil menunggu waktu sahur, mereka terus ingin membuktikan bahwa Kahitna tak diam. Mereka tetap berkarya untuk musik Indonesia di tengah padatnya jadwal manggung mereka yang seolah tanpa henti. .

Album ini merupakan album ke sepuluh Kahitna (jika album kompilasi terbaik dihitung) atau album ke delapan tanpa hitungan kedua album kompilasi terbaik, dan masih di bawah label Musica Studio sejak album pertama mereka di tahun 1994. Untuk sebuah group yang berusia tiga dasarwarsa, jumlah ini terlalu sedikit tapi Kahitna memang punya kekuatan musikal dengan banyaknya lagu yang selalu didengarkan pada setiap albumnya. Hanya sedikit lagu yang tak populer seperti halnya pensil warna tadi. Demikian juga dengan album Rahasia Cinta.

Album yang berisi sebelas lagu dengan tema yang menjadi ciri khas Kahitna tetap bertahan di sini, cinta. Konsistensi dan eksistensi Kahitna bercerita cinta jelas terasa di sini. Judul-judul lagu yang tak semua eksplisit berdiksi cinta bukanlah cerminan isi lagunya. Semua cerita lagu di album ini adalah variasi pusaran kehidupan asmara. Ada kegalauan, harapan, keinginan, kekaguman, kekecewaan, kenyataan yang tak sesuai harapan, kisah (cinta) lama yang muncul kembali, salah tingkah dan janji

Sebagai band yang boleh dianggap “senior”, Kahitna tak terjebak pada masa lalu. Penyesuaian pada kekinian terdapat pada lagu kedua dengan menggunakan istilah dan menyertakan tagar #Baper, sebuah adaptasi istilah teknologi yang beredar di kalangan pengguna sosial media yang sebagian besar adalah pasar industri musik. Begitu juga pada lagu “I Will Marry You” yang bercerita tentang Long Distance Relationship (LDR). Pemanfaatan istilah kekinian tentu bisa menghujam para pendengar muda yang akrab dan suka dengan istilah semacam itu.

Tak hanya melakukan penyerapan istilah yang bisa membuat mereka diterima berbagai kalangan usia, Kahitna mencoba diksi baru dalam lirik lagu. Biarkan aku pergi tanpa pergi atau maaf susah dengar kata maaf  bisa saja menjadi trend dan kelak banyak digunakan. Lagu tentang nama kota yang sudah dihasilkan oleh beberapa group sebelumnya ternyata menarik Kahitna untuk bercerita tentang kota asal mereka dengan gaya mereka sendiri, berbungkus cerita cinta.

Ciri khas Kahitna yang ber ye ye ye….wo wo wo, e ya e yo dan sempat menjadi meme di jagad dunia maya juga muncul di album ini pada lagu “Semoga Nantinya” dan “Sederhana Saja”. Genre jazz yang menjadi akar Kahitna terasa pada beberapa lagu seperti “Semoga Nantinya”, “I Will Marry You” dan “Kembali Ke Bandung”. Sentuhan jazz ringan pada lagu-lagu tersebut tak akan mengernyitkan dahi pendengar Kahitna yang sudah terlanjur memberi label band yang bermain di ranah pop. Inilah keahlian Kahitna, membungkus jazz menjadi hidangan pop, sebuah genre yang lebih luas diterima pendengar musik Indonesia.

Album ini menjadi beda dengan album-album Kahitna sebelumnya karena kehadiran orkestrasi yang membuat lagu menjadi lebih megah. String section, brass section dan musik Kahitna yang sudah punya karakter menyatu membuat kesebelas lagu yang ada di album ini seperti satu set pensil warna yang bisa digunakan secara optimal (baca: dinikmati semua) dan diberi label “like” sebagaimana posting di sosial media.

 

Tj Singo
Penikmat Musik Indonesia

 

Advertisements

4 thoughts on “Kahitna – Rahasia Cinta: Eksistensi, Konsistensi, Adaptasi Cerita Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s