Selamat Jalan Mas Aki ….

Aki8 April 2012 adalah saat kali pertama kali bertemu mas Aki Adishakti. Kami bertemu di ruang artis sambil menunggu waktu Katon Bagaskara melakukan pertunjukan di Taman Budaya Yogyakarta. Saya lupa nama acaranya. Saya pastikan mas Aki bukanlah orang sembarangan. Komunikasi dengan Katon Bagaskara di ruang itu menjadi tanda beliau adalah orang yang menguasai musik sehingga terjalin omongan yang nyambung dengan Katon Bagaskara. Setelah itu, beberapa kali kami bertemu saat KLa Project atau Katon Bagaskara melakukan pertunjukan di Yogya. Pertemuan kami pun selalu terjadi di ruang artis. Continue reading

Pelangi – Hivi!

Terbit tenggelam bagai pelangi
Yang indahnya hanya sesaat
Tuk ku lihat dia mewarnai hari

Cuplikan di atas berasal dari lirik lagu Pelangi milik Hivi!. Inilah sebuah single terbaru dari band anak muda yang belum lama ini harus berganti personil. Sebuah pergantian personil yang dirasakan tak mudah mereka terima karena personil sebelumnya sudah bersama mereka selama tujuh tahun tanpa masalah. Continue reading

Interpretasi Ulang Merenda Kasih

Sebagian (atau banyak) orang lebih suka menyebut lagu yang dinyanyikan orang lain sebagai recycle. Saya lebih suka mengistilahkan interpretasi ulang. Lagu adalah karya seni dan seni bukanlah sampah yang didaur ulang. Interpretasi ulang lebih melibatkan bagaimana seseorang memahami atau menghayati sebuah karya. Continue reading

Neno Warisman

Menemui seorang (mantan) penyanyi yang beralih profesi yang berhubungan dengan agama tidaklah semudah menemui seorang penyanyi lalu meminta tanda tangan di karya-karya yang pernah dia hasilkan.

Di tahun 2010, saya menemui si mbak yang memiliki sekitar 10 album solo plus beberapa album kompilasi di sebuah talk show dengan topik Islami. Sebelum menemuinya, saya menyiapkan redaksi bagaimana agar dia bersedia memberi tanda tangan di karya-karya yang pernah dia hasilkan. Seusai acara, saya menemuinya dan membuka pembicaraan dengan kalimat: “mbak, saya seorang kolektor. Mau minta tanda tangan di karya-karya masa lalu, mbak Neno.” Continue reading