Interpretasi Ulang Merenda Kasih

Sebagian (atau banyak) orang lebih suka menyebut lagu yang dinyanyikan orang lain sebagai recycle. Saya lebih suka mengistilahkan interpretasi ulang. Lagu adalah karya seni dan seni bukanlah sampah yang didaur ulang. Interpretasi ulang lebih melibatkan bagaimana seseorang memahami atau menghayati sebuah karya.

Interpretasi ulang dilakukan karena berbagai alasan. Ada yang karena sang musisi – baik penyanyi solo atau band – suka dengan lagu yang pernah hits atau karena ingin menjawab sebuah tantangan. Ada juga yang karena alasan komersil. Lagu interpretasi ulang dibuat untuk dimasukkan dalam sebuah album bersama dengan lagu-lagu lainnya, menjadi karya bagi sang musisi. Dalam perkembangannya, lagu-lagu interpretasi ulang dikemas dalam satu album dan diberi label “A Tribute to ……”, “ A Salute To …..” atau “…. Sings ……”. Apapun nama albumnya, hakikatnya adalah interpretasi ulang.

Menginterpretasi ulang sebuah lagu, terutama yang pernah hits, adalah sebuah pekerjaan yang gampang-gampang susah. Apalagi jika penyanyi pertama sukses membawakan lagu ini dan menjadi “brand image”-nya. Saya sendiri lebih suka mengistilahkan suka atau tidak suka, bukan baik atau buruk karena karya seni adalah untuk dinikmati dan bersifat personal. Mengatakan baik atau buruk adalah sebuah justifikasi terhadap karya yang dibuat dengan susah payah. Jadi, saya memilih suka atau tidak. Karya seni adalah sebuah keindahan untuk dinikmati. A thing of beauty is a joy forever, kata orang sono.

Merenda Kasih. Lagu ciptaan Yovie Widianto ini pertama kali dinyanyikan oleh Ruth Sahanaya di album Kaulah Segalanya (1992), sebuah album yang semakin memoncerkan nama Ruth di blantika musik Indonesia. Empat tahun sesudahnya, lagu ini diinterpretasi ulang oleh group Kahitna, group milik Yovie dan teman-temannya, dan masuk di album Kahitna II yang menghasilkan lagu super hits, Cantik. Sampai-sampai banyak yang menamai album ini dengan album Cantik. Entah apa yang menjadi pertimbangan Kahitna yang saat merilis album ini vokalisnya berkurang satu setelah album Cerita Cinta untuk membawakan lagu ini. Kalau alasannya adalah stock lagu, nampaknya naïf banget lah. Yovie punya tabungan lagu yang jumlahnya sebesar saldo uangnya di bank ☺. Berapa? Saya gak tau lah.

Dengan gaya dan suaranya yang khas, Ruth Sahanaya membawakan lagu ini dan bikin “jleeeeeeb”. Saya suka. Pun ketika Kahitna membawakannya dengan ciri mereka, kualitasnya tidak berkurang. Saya juga suka. Mungkin bagi Soulmate, versi Kahitna lah yang bikin mereke meleleh. Tapi buat saya, versi Ruth maupun Kahitna sama-sama bikin hancur hatiku mengenang dikau (eh, malah ngambil lirik lagunya band
lain)

Dan bila kita memang harus berpisah
Oh kekasihku….
Biarkan daku dengan cintaku
Dengan jalanku
Kan kuukir manis kenangan kasih kita

#interpretasiulang
#laguIndonesia
#musikIndonesia
#RuthSahanaya
#Kahitna
#MerendaKasih –

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s