Selamat Jalan Mas Aki ….

Aki8 April 2012 adalah saat kali pertama kali bertemu mas Aki Adishakti. Kami bertemu di ruang artis sambil menunggu waktu Katon Bagaskara melakukan pertunjukan di Taman Budaya Yogyakarta. Saya lupa nama acaranya. Saya pastikan mas Aki bukanlah orang sembarangan. Komunikasi dengan Katon Bagaskara di ruang itu menjadi tanda beliau adalah orang yang menguasai musik sehingga terjalin omongan yang nyambung dengan Katon Bagaskara. Setelah itu, beberapa kali kami bertemu saat KLa Project atau Katon Bagaskara melakukan pertunjukan di Yogya. Pertemuan kami pun selalu terjadi di ruang artis.

Nama Aki buat saya masih nama biasa sampai suatu saat ketika saya mengisi database beberapa lagu di komputer saya, saya temukan nama itu sebagai pencipta beberapa lagu. Aki Adishakti di catatan koleksi kaset dan database lagu-lagu dalam bentuk digital yang saya miliki ada pada lagu Bintang yang dibawakan Rien Djamain pada album kompilasi Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) 1980. Beliau juga pencipta lagu Mulailah Lagi dan Bayu yang dinyanyikan Louise Hutauruk di album kompilasi LCLR 1981 serta Menanti Sarjana Pulang Ke Desa yang dibawakan oleh Tika Bisono pada LCLR 1982/1983.

LCLR Aki

Tiga tahun karyanya terpilih menjadi finalis di ajang LCLR kala itu adalah bukti bahwa karyanya bukan karya biasa. Ajang LCLR merupakan ajang bergengsi yang diikuti ribuan orang dari seluruh Indonesia. Menjadi finalis berarti mengalahkan ribuan orang. Saya yakin selain empat karya yang saya temukan itu, mas Aki masih memiliki karya lain yang tak saya ketahui.

Lagu Bintang bercerita tentang sebuah harapan untuk mendapatkan sesuatu, bisa saja itu pujaan hati, bisa juga sebuah keinginan lain. Mulailah Lagi adalah sebuah lagu heroik yang berisi himbauan agar kita tak terlena dan masih perlu berjuang. Bayu yang di dalam lagu yang dinyanyikan Louise adalah gambaran sebuah pembaharuan yang diharapkan memberi pencerahan. Dari judul lagunya, Menanti Sarjana Pulang Ke Desa, isinya sudah bisa ditebak yaitu tentang himbauan untuk pulang membangun daerah seusai meraih gelar kesarjanaan yang saat itu masih barang mewah.

Keempat lagu ciptaan Aki adalah gambaran sosial yang terjadi saat itu. Beliau merekam kondisi saat itu menjadi karya dan menjadi finalis lomba yang ikut menghiasi sejarah musik Indonesia. Ajang LCLR seperti itu yang penilaiannya berdasarkan obyektivitas atas karya kini tak ada lagi namun Aki Adishakti telah menorehkan namanya di dunia musik Indonesia, khususnya ajang LCLR. Dan, Aki Adishakti adalah representasi dari Yogyakarta.

Sejak mengetahui namanya sebagai pencipta lagu, keinginan saya dekat dengan mas Aki menjadi besar. Sayangnya, pertemuan kami selanjutnya selalu tak terencana. Beberapa kali kami bertemu di Kampayo XT dimana beliau masih sigap bernyanyi di panggung yang tersedia di tempat itu. Ketidaktahuan dan tanpa adanya rencana bertemu membuat saya tak bisa menunjukkan koleksi saya yang bisa menjadi kebanggaannya. Kami sempat berpapasan di jalan dekat Puro Pakualaman saat Jumenengan Paku Alam X di awal Januari tahun ini. Beliau berjalan kaki sendirian. Kami hanya saling menyapa sejenak.

Bulan Mei tanggal 26, beliau tampil di acara Legend Of Jogja di Kampayo XT. Saya tak menghadiri acara itu. Dan Sabtu kemarin, 11 Juni 2016, kepergiannya ke alam fana mengejutkan kami semua. Banyak yang tak percaya saat berita kematiannya masuk di kelompok telepon pintar Kampayo Family satu jam delapan menit setelah kepergiannya menuju ke keabadian. Banyak yang mempertanyakan apakah berita itu benar adanya.

Jenazah mas Aki disemayamkan di hotel milik keluarga di jalan AM Sangaji lewat tengah hari. Seketika pada saat itu, jalan menjadi macet. Ratusan bunga bertuliskan ucapan duka berjajar di sepanjang jalan di sekitar hotel tersebut. Ribuan orang berbagai usia memberi penghormatan terakhir. Sebuah tanda bahwa mas Aki memang punya banyak relasi. Sebuah tanda bahwa banyak yang mencintai mas Aki. Selamat jalan mas Aki …… Lagu Bayu yang pernah kau ciptakan itu menjadi penutup tulisan ini untuk mengiringi kepergianmu ke keabadian.

Selamat jalan wahai bayu
Kunjunganmu membangunkan hatiku
Yang hampir runtuh merapuh

 

Tj Singo

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s