Tulus – Monokrom

tulus-2016-monokrom-signed-wm

Dua album yang dihasilkan Tulus menjadikannya ikon baru dunia musik Indonesia. Sembilan belas lagu dari dua album ditambah satu lagu (Seribu Tahun Lamanya) di album kompilasi Pongki Meets The Stars (2014) membuatnya sejajar dengan nama-nama penyanyi solo yang sudah eksis.

Kini, Tulus menambah perbendaharaan karyanya dengan merilis album baru bertajuk Monokrom yang berisi sepuluh lagu, dirilis 3 Agustus 2016 yang lalu. Tulus memberi warna tambahan pada musik Indonesia. Tiga album yang dihasilkannya menandaskan penyanyi ini memiliki konsep, tak sekedar mengikuti arus yang ada.

Album yang menunjukkan keseriusan Tulus menyajikan karya berkualitas terlihat pada aransemen string section pada 5 lagu yang dimainkan oleh The City of Prague Philharmonic Orchestra. Dan, Ari Renaldi, orang di balik suksesnya karya Tulus, tetap berperan besar sebagai penata musik, pemain beberapa alat musik serta produser. Musisi lain yang ikut terlibat di album ini orang-orang yang selama ini selalu bersama Tulus.

Tiga hari setelah dirilis, penjualan album ini di Yogyakarta di salah satu gerai yang menjualnya mencapai angka tujuh puluh keping. Mungkin tak banyak tapi ini adalah angka yang tinggi di tengah lesunya penjualan album fisik. Ini sekaligus menjadi tanda Tulus telah menjadi magnet yang menyedot pendengarnya untuk membeli karya asli.

Bisa jadi, mulai saat ini Tulus jadi lebih nyaman memilih daftar lagu ketika akan manggung mengingat hampir semua lagunya selalu membuat penonton pertunjukannya ikut bernyanyi bersamanya. Karya-karya Tulus yang tidak mainstream telah membius pendengar musik Indonesia termasuk album Monokrom ini. Delapan belas hari setelah dirilis, Tulus tampil di Prambanan Jazz membawakan beberapa lagu dari album ini dan itu tak membuat penonton tak ikut menyanyi.

 

The Songs
Lagu-lagu yang ada di album ini memiliki cerita yang jelas karena liriknya merupakan sebuah esai, salah satu bentuk karya sastra yang digemari Tulus. Cerita yang tersurat inilah yang menjadi pembeda lagu Tulus dengan karya orang lain. Pembeda lain yang dimiliki Tulus adalah pemilihan judul lagu. Dari tiga album yang sudah dirilisnya, judul-judul lagunya tak seperti layaknya yang dipakai pencipta lagu lain. Ini juga menjadi kekuatan serta warna baru, berbeda dari apa yang ada selama ini. Termasuk yang ada di album Monokrom ini.

Sepuluh lagu yang ada di album ini bisa dibagi menjadi dua tema besar yaitu tentang manusia (human interest) dan cinta (hubungan antar dua insan). Di album kedua terdapat lagu Gajah yang ingin menceritakan masa kecil Tulus. Pada perkembangannya, lagu ini menjadi motivasi dalam mengatasi kekurangan bagi beberapa orang seperti yang diceritakan orang yang mengalaminya pada Tulus.

Masukan positif ini membuat Tulus menjelma menjadi motivator dan ia menerapkannya pada karya seperti Manusia Kuat, Mahakarya dan Lekas yang memberi semangat untuk bangkit sementara Monokrom mengajarkan untuk mengingat kebaikan orang lain khususnya orangtua. Keempat lagu inilah yang memiliki tema human interest.

Manusia Kuat yang dipilih menjadi lagu pertama bercerita tentang perlunya orang mempertahankan mimpinya dan terus berjalan tanpa peduli pada cemooh orang lain. Untuk menggambarkan perlunya menjadi seseorang, berkarya dan kerja keras adalah hal utama seperti yang ditulisnya pada lagu Mahakarya.

Lekas adalah sebuah lagu agar orang harus cepat bangkit dari keterpurukan. Lagu yang menjadi soundtrack film 3 Nafas Likas (2014) ini sudah dibawakannya ketika manggung sebelum album ini dirilis. Monokrom yang menjadi judul album dan lagu terakhir di album ini merupakan ungkapan terima kasih untuk orang-orang yang telah memberinya kehidupan dan cinta.

Tema cinta pada album ini bisa ditemukan pada lagu Pamit, Ruang Sendiri, Tukar Jiwa, Tergila-gila, Cahaya dan Langit Abu-abu. Judul lagu yang tidak lazim juga menjadi ciri khas Tulus.

Ketika judul-judul lagu menggunakan kata “putus”, “sampai di sini” dan lain-lain, Tulus memilih kata Pamit untuk sebuah pengakhiran hubungan asmara. Musik pembukanya memberi kesan horror tapi manis dan bikin merinding membaca liriknya. Lagu ini sudah beredar singlenya lewat penjualan digital beberapa saat sebelum album dirilis.

Ruang Sendiri menjadi diksi manis di antara frasa yang sering dipakai seperti “biarkan aku sendiri” atau “pergilah” untuk mengatakan perlunya punya waktu dan ruang sendiri di tengah okupansi penuh ketika hubungan asmara terjalin. Sementara untuk mengungkapkan “jika kamu jadi aku” Tulus memilih kata Tukar Jiwa, sebuah ungkapan yang cukup imajinatif.

Untuk menggambarkan seseorang yang suka membuatnya penasaran, Tulus lebih memilih judul Tergila-gila daripada menggunakan frasa yang eksplisit apa adanya semacam “aku suka kamu”. Dan judul Cahaya dipilih untuk menggambarkan bagaimana dia sangat mengharapkan bisa mendapatkan cinta dari orang yang disukainya.

Sebuah lagu yang memiliki akhir cerita tak berpihak pada Tulus sebagaimana seperti lagu Sewindu pada album pertamanya yang intinya adalah cinta bertepuk sebelah tangan atau kasih tak sampai dirangkum oleh Tulus dengan pilihan judul Langit Abu-abu.

Agak sulit buat saya menjustifikasi lagu apa di album ini yang paling bagus karena saya suka semuanya tapi jika diminta memilih yang paling saya suka, Cahaya dan Lekas adalah jawabannya. Ini masalah preferensi saja.

 

Distribusi
Saat orang memilih kepraktisan sebagai alasan, peminat album ini bisa membeli secara digital di laman berbayar, iTunes. Bagi penggemar album fisik, album ini mudah diperoleh karena jaringan distribusi yang dipilih oleh TulusCompany sebagai label rekaman milik Tulus adalah Demajors, sebuah jaringan distribusi terbaik di Indonesia saat ini.

 

Tj Singo
Penikmat Musik Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s