Emerald BEX – Sebuah Memori, Improvisasi & Atraksi di Ngayogjazz

Ngayogjazz, sebuah perhelatan jazz ndeso yang gaungnya sudah menasional, adalah sebuah perhelatan unjuk kebolehan bermain musik jazz sesungguhnya. Di kala banyak event yang menyematkan kata jazz namun sebagian besar penampilnya bermain di genre pop yang populis, Ngayogjazz konsisten, menurut istilah Hatta Kawa salah satu board pagelaran ini, hanya menyematkan prosentase kecil musisi yang bermain di ranah pop. Itu pun dengan syarat musik yang mereka mainkan berbalut jazz.

Puluhan artis yang tampil di acara setahun sekali di Yogyakarta selalu memberi dilema penampil mana yang hendak ditonton. Campuran musisi lama dan tunas-tunas muda yang terus berkembang memainkan jazz menjadi adonan yang hasilnya bikin mabok ketika harus memilih. Entah apa rahasia dapur ramuan mereka sehingga bisa menyodorkan buah simalakama bagi penonton yang serius ingin menikmati musik jazz secara live di enam panggung berbeda pada saat yang bersamaan. Continue reading

Ngayogjazz: Perbelanjaan Modern di Pasar Tradisional

Menghadiri pagelaran Ngayogjazz seperti berada di perbelanjaan modern (pasar swalayan) di pasar tradisional. Ngayogjazz yang selalu diadakan di desa pada tahun ke-10 pelaksanaannya tahun ini diadakan pada hari Sabtu Pon, 19 November 2016 di Padukuhan Kwagon, Godean, Sleman dengan tema Hamemangun Karyenak Jazzing Sasama yang terinspirasi dari Pupuh Sinom Serat Wedhatama karya Mangkunegara IV. Ungkapan tema ini berasal dari kata Amemangun Karyenak Tyasing Sasama yang artinya berbuat untuk menyenangkan hati sesama manusia. Lengkapnya bisa di baca di sini

Hiraukan sejenak tentang tema tahun ini yang membutuhkan konsentrasi linguistik tingkat tinggi nan filosofis dan agak sulit dihafalkan. Lebih baik saya melanjutkan tentang pasar swalayan di pasar tradisional saja. Ini adalah sebuah cerita pengalaman menghadiri Ngayogjazz tahun lalu yang diadakan di Desa Pandowoharjo, Sleman. Continue reading