Kasih Tak Sampai

Entah kenapa tiba-tiba saya ingin sekali menulis cerita berdasarkan lagu Kasih Tak Sampai yang ada di album kedua Padi, Sesuatu Yang Tertunda yang dirilis enam belas tahun lalu. Mungkin karena baru dua minggu lalu saya menyaksikan penampilan Musikimia secara langsung di sebuah gedung olah raga yang kini sering digunakan untuk pertunjukan musik?

Musikimia adalah Padi yang tertunda. Tiga personil Padi (Fadli, Rindra dan Yoyo) ada di Musikimia, ditambah seorang gitaris hebat yang lebih banyak berkiprah di balik layar bagi banyak band, Stephan Santoso. Setahu saya, baru kali ini Stephan tampil sebagai “anak band” mendampingi tiga punggawa Padi. Selama ini, Stephan lebih banyak berada di belakang layar bagi ribuan karya musik sebagai sound engineer. Bisa dikatakan, namanya merupakan nama musisi yang paling banyak masuk di ucapan terima kasih para musisi Indonesia.

Sulit rasanya memisahkan Musikimia dan Padi. Meskipun Musikimia telah menghasilkan dua album (Indonesia Adalah, 2013 dan Intersisi, 2016) tapi jejak Padi terasa tak mungkin terhapus. Dua kali saya menyaksikan penampilan Musikimia secara langsung, penonton juga meneriakkan beberapa judul lagu Padi yang populer sebagai sebuah permintaan lagu yang ingin mereka dengarkan. Fadli yang merupakan vokalis Padi dan Musikimia memang Fadli yang berciri Padi dan Musikimia.

Salah satu lagu yang diminta penonton adalah Kasih Tak Sampai. Dan ketika Fadli membawakan lagu ini, suasana menjadi hening. Musisi lain turun dari panggung dan tinggallah Fadli di panggung dengan ukulelenya. Lampu dimatikan dan Fadli meminta penonton menyalakan flash pada telepon pintar, sebuah pemandangan yang sudah jamak terjadi pada pertunjukan musik ketika sang vokalis membawakan lagu dengan irama pelan dan sangat mendayu. Dan kemudian yang terjadi adalah karaoke massal.

Tiga kali saya menyaksikan Fadli membawakan lagu ini, selalu terlihat dia terbawa emosi sentimentil. Saya beruntung selalu bertemu dengannya di bawah panggung dan tiga kali pula setelah membawakan lagu ini, dia selalu mengatakan “merinding” ketika membawakan lagu ini dan melihat reaksi penonton yang ikut menyanyikan lagu ini.

Entah apa yang menjadi “magic” di lagu ini sehingga sang vokalis yang sudah beratus atau bahkan beribu kali menyanyikan lagu ini masih juga merasakan getaran yang luar biasa. Bisa jadi, dia memang menghayati lagu ini dan membayangkan perasaan orang yang menjadi kisah di balik lagu ini?

Indah…
Terasa indah
Bila kita terbuai dalam alunan cinta
Sedapat mungkin terciptakan rasa
Keinginan saling memiliki

Namun bila…
Itu semua
Dapat terwujud dalam satu ikatan cinta
Tak semudah seperti yang pernah terbayang
Menyatukan perasaan kita…

Reff:
Tetaplah menjadi bintang di langit
Agar cinta kita akan abadi
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini
Agar menjadi saksi cinta kita
Berdua…berdua…

Sudah…terlambat sudah
Kini semua harus berakhir
Mungkin inilah jalan yang terbaik
Dan kita mesti relakan kenyataan ini

Back to: Reff

Menjadi saksi kita berdua…

Buat saya, lagu ini memang salah satu lagu indah yang tak pernah bosan saya dengarkan. Saya mengistilahkan sebagai lagu abadi. Lagu indah nan romantis memang tak selamanya sebuah cerita yang berakhir indah. Lagu ini termasuk lagu indah yang berakhir tak indah. Saya mengistilahkannya dengan tragic romantic, sebuah kisah romantis yang berakhir tragis.

Tapi, apakah ketika seseorang mengalami kasih tak sampai jadi tak bisa move on untuk kisah cinta lain yang (pasti ada yang) lebih indah? Bukankah dalam sebuah kegelapan pasti ada cahaya terang seperti foto yang saya ambil ketika Fadli membawakan lagu ini di pagelaran Romantic Tunes #3 pada tanggal 18 Februari 2017 yang lalu?

Jawabannya ada pada masing-masing pelaku. Mungkin saja sang pelaku kasih tak sampai masih setia menanti sebuah jawaban?

Ah, Padi memang gila!

Tj Singo

dsc_9246-ed-bw_resize-wm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s