Kerispatih 14 Tahun – Perjuangan Belum Selesai

Tak ada yang lebih membahagiakan seorang pengagum sebuah band selain melihat band idolanya terus bisa berjalan, menghasilkan karya-karya indah yang membuat kecintaan terhadap band itu terus tumbuh.

Perjalanan sebuah band adalah putaran sebuah roda. Posisi katub ban yang merupakan nyawa kadang berada di atas dan sesekali berada di bawah. Sebagaimana hidup manusia pada umumnya, ini adalah hukum alam. Posisi katub di atas adalah simbol kejayaan. Sedangkan posisi katub di bawah adalah simbol kemerosotan. Tentu semua ingin selalu di atas dan bagaimana caranya supaya katub roda itu tetap berada di atas.

Sebagai seorang pecinta Kerispatih, ada sebuah harapan yang begitu besar terhadap band ini agar katub sebagai simbol pusat kehidupan selalu berada di atas atau tidak berada di bawah untuk waktu yang lama. Optimisme itu sempat terpercik saat band ini merilis album ke delapan yang bertajuk Delapan dua tahun lalu. Sebuah album sebagai tanda duabelas tahun mereka berkarya dan sebagai bukti eksistensi mereka tetap menyajikan gita nan indah penuh romantika.

Harapan tetaplah harapan. Album Delapan tak menaikkan mereka di kancah musik nasional. Masalahnya kompleks. Tidak hanya suasana yang terjadi pada mereka tapi juga apa yang terjadi di jagad industri musik tanah air yang semakin tak jelas arahnya karena penikmat musik lebih memilih mengamini gratisan dibanding penghargaan karya.

Kurang naiknya album Delapan menjadikan Kerispatih – meminjam judul lagu KLa ProjectTerpuruk Ku Di Sini. Ditambah lagi, Badai mengundurkan diri saat belum genap setahun album Delapan dirilis. Mundurnya Badai yang menciptakan lebih dari 90% karya Kerispatih tak menyurutkan saya mencintai group ini. Bagaimanapun, karya-karya Kerispatih menambah kekayaan kata-kata indah buat saya. Saya tetap yakin eksistensi band ini karena dalam beberapa kesempatan, Kerispatih masih manggung bersama Badai.

Selalu ada pengharapan bahwa suatu saat band pujaan ini kembali bersama sebagaimana terjadi pada Krakatau, group band idola saya yang lain, yang pada bulan Desember tahun lalu merilis album dengan menggunakan nama Krakatau Reunion. Musiknya masih berciri Krakatau yang dulu. Kecintaan yang tak pernah pudar saya yakini menghasilkan sebuah harapan yang terpenuhi. Entah kapan itu bisa terjadi pada Kerispatih yang hari ini merayakan hari jadi ke empat belas.

Selamat berhari jadi. Teruslah berkarya dan berjaya. Anton, Arief, Dika, Fandy dan Badai …. saya merindukan Kejujuran Hati, Lagu Rindu, Cinta Putih, Sepanjang Usia, Mengenangmu, Tapi Bukan Aku, Bila Rasaku Ini Rasamu, Kesalahan Yang Sama, Demi Cinta, Tak Lekang Oleh Waktu, Aku Harus Jujur, Tertatih, Melekat Di Jiwa, Lihat HatikuSudah Jalan Kita dan Menyerah Di Hadapan Cinta dinyanyikan lagi di atas panggung oleh kalian berlima sebagaimana lagu-lagu tersebut selalu saya putar di perangkat telepon pintar saya.

Mungkin dalam waktu dekat, mungkin suatu saat yang saya tak tahu kapan. Yang jelas, saat ini saya sedang ingin mengutip penuh lirik lagu yang ada di album Melekat Di Jiwa (2012)

Saat semua tertawa bersamaku,
Saat cinta datang kelilingiku
Berjuta mata yang bersinar,
Menatapku dan kegemilangku

Tapi hidup bukanlah hal yang mudah…
Ditinggalkan itu sudah biasa
Ku menangis tanpa air mata
Berteriak tanpa suara

Chorus:
Aku berjalan trus menembus kegelapan
Merenggut bulan dan
Menggapai berjuta bintang
Ku yakin cinta akan berpihak kepadaku…
Hingga akhir waktu,
Hingga detak nadi berhenti
Perjuanganku belum selesai….

Perjuangan Belum Selesai, Kawan …….. Karena Mereka Selalu Ada. Sepanjang Usia kami menantikan kalian ….

 

Tj Singo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s