Tribute To KLa Project Ala Jezz Mben Senen

Salah satu cara mengapresiasi sebuah band atau penyanyi adalah dengan memainkan lagu-lagu mereka dengan interpretasi baru atau yang sering disebut tribute. Dan umumnya, tribute dipersembahkan untuk sebuah band atau penyanyi yang berpredikat legenda (hidup) atau sudah memiliki banyak lagu hits.

Inilah yang dilakukan oleh komunitas Jezz Mben Senen pada tanggal 23 Oktober 2017 yang lalu ketika para musisi muda yang memilih jazz sebagai musik yang mereka mainkan melakukan apresiasi kepada band KLa Project yang kebetulan pada tanggal yang sama berhari jadi ke-29, dihitung dari karya pertama mereka yang dirilis yaitu Tentang Kita di album kompilasi 10 Bintang Nusantara produksi Team Records.

Beberapa kumpulan musisi yang sering mengisi acara Jezz Mben Senen tampil membawakan lagu-lagu KLa Project yang diaransemen menjadi jazz. Ada Tricotado, Groovin Project, Neo Project, HYP featuring Dara, Danny dan kawan-kawan, Dexter Band dan CahNyanyiYk.

Tricotado tampil membawakan Gerimis dan Yogyakarta. Grovin Project menampilkan Tak Bisa Ke Lain Hati dan Yogyakarta. Neo Project menyanyikan Romansa dan Belahan Jiwa. HYP alias Harly Yoga bersama Dara membawakan Takluk. Danny Eriawan dkk membawakan Hey, Tentang Kita dan Semoga serta Dexter Band melantunkan Lara Melanda, Kidung Mesra dan Meski Tlah Jauh dan ditutup sekumpulan CahNyanyiYk yang membawakan potongan beberapa lagu KLa Project yang dirangkai menjadi satu komposisi.

Keseluruhan penampilan di malam itu agak di luar ekspektasi khususnya pada penampil awal meskipun ada beberapa catatan positif. Tricotado yang tampil malam itu terbukti tak mendalami karya KLa Project. Pemain musiknya berjalan ke arah Gunung Merapi, vokalisnya berjalan sendiri ke Pantai Parang Tritis. Sangat tidak sinkron. Semoga mereka tak beralasan bahwa ini adalah jazz yang penuh improvisasi. Ketidaksinkronan pemusik dan vokalis tidak bisa dikatakan sebagai improvisasi karena improvisasi beda dengan sebuah komposisi yang amburadul.

Penampilan Grovin Project pada awalnya lumayan namun sayang berikutnya menjadi hancur. Lagu Yogyakarta yang biasanya bisa menciptakan karaoke massal, malam itu ditanggapi dengan dingin oleh para KLanese yang malam itu berada di sana. Tampilnya Neo Project cukup membangkitkan KLanese untuk ikut bernyanyi. Selain musik yang dimainkan dengan baik dan jazzy, ketiga vokalis menunjukkan karakter yang kuat.

Harly yang tampil sendiri dengan bass memainkan komposisi Takluk bersama Dara. Harly memainkan komposisi ini dengan serius dan bagus dan Dara juga membawakan lagu ini dengan interpretasi yang sama sekali berbeda dari lagu aslinya. Kemampuan vokalnya bagus. Kalaupun ada yang kurang, penampilan mereka tak mendapat sambutan hangat karena lagu ini memang tak begitu populer bahkan di kalangan KLanese sendiri.

Danny Eriawan dkk mengiringi Benni Listiyo membawakan Hey, Yudha Jasmine membawakan Tentang Kita dan Semoga. Kemampuan musikal Danny yang juga bassist Kua Etnika tak usah disangsikan. Dilengkapi brass section sekumpulan anak muda, mereka memainkan musik dengan improvisasi jazz yang layak dinikmati. Kurangnya latihan membuat Benni tak bisa tampil maksimal dalam membawakan Hey. Sangat disayangkan, Yudha yang seorang penyanyi profesional harus membaca teks ketika membawakan Tentang Kita dan Semoga. Ini mengurangi kenyamanan sebuah tontonan. Pada lagu Semoga, improvisasi jazz sangat terasa khususnya di bagian akhir. Sangat menarik.

Dexter Band yang mengiringi Titok Sulistyo terlihat padu karena mereka memang sudah sering tampil bersama. Meskipun suaranya menunjukkan kesehatan yang kurang prima, Titok yang karakter vokalnya dianggap duplikat Katon Bagaskara berusaha tampil maksimal. Tambahan saksofon memberi sedikit nuansa jazz meksipun lebih kental suasana pop. Tampilnya seorang KLanese membawakan Kidung Mesra bersama Titok tak begitu istimewa karena memiliki suara pas-pasan. Hanya sekedar bisa bernyanyi, tapi tidak menunjukkan kemampuan bernyanyi yang indah.

Ketika Titok bersama Azam, vokalis Dexter, membawakan Meski Tlah Jauh, energi penonton sedikit terangkat dengan ikut bernyanyi bersama. Memang sulit bagi Azam untuk bernyanyi dengan akses jazz karena terbiasa bernyanyi di ranah pop. Duetnya dengan Titok lumayan menghidupkan keterlibatan penonton.

Acara malam itu ditutup dengan penampilan CahNyanyiYk yang merangkai sekumpulan lagu-lagu KLa Project menjadi satu komposisi. Merangkai medley sepanjang sepuluh menit yang terdiri dari Terpuruk Ku Di Sini, Tak Bisa Ke Lain Hati, Menjemput Impian, Semoga, Kidung Mesra, Gerimis, Yogyakarta, Dinda Dimana danTentang Kita bukanlah pekerjaan sederhana namun mereka bisa membawakannya dengan apik. Kredit layak diberikan kepada pemain biola dan Riza pemain kibor yang dengan mulus bisa menyatukan perpindahan nada. Kalaupun ada kekurangan pada penampilan para penyanyi Yogya ini, itu adalah masuknya satu lagu Katon Bagaskara album solo berjudul Dinda Dimana.

Membuat sebuah acara tribute memang dibutuhkan kerja keras dan keseriusan. Penampilan yang baik bisa memberikan kepuasan dan sebaliknya jika tampil tak sesuai harapan yang muncul adalah kekecewaan. Apalagi karya-karya KLa Project yang nampaknya mudah dibawakan sebenarnya memiliki tingkat kesulitan yang lumayan. Dan, karya-karya mereka adalah torehan emas di dunia musik Indonesia sehingga ketika dibawakan dengan asal-asalan hasilnya tak akan maksimal.

Sebagai catatan tambahan, untuk membuat acara tribute semacam ini, perlu dilakukan koordinasi agar lagu yang sama tak dimainkan oleh penampil yang berbeda dan juga mainkan saja lagu-lagu yang benar-benar populer, tak perlu membawakan lagu yang secara musikal bagus tapi tidak akrab di telinga.

Danny mengiringi Benni Listiyo membawakan Hey bisa dilihat di sini
Danny mengiringi Yudah Jasmine membawakan Tentang Kita bisa dilihat di sini
Danny mengiringi Yudah Jasmine membawakan Semoga bisa dilihat di sini
Dexter Band mengiringi Titok Sulistyo membawakan Lara Melanda bisa di lihat di sini
Dexter Band bersama Titok Sulistyo dan Azam membawakan Meski Tlah Jauh bisa di lihat di sini

 

Tj Singo
Penikmat Musik Indonesia

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s