Konser Sepenuh Cinta 2017 – Gita, Cita dan Cinta & Yogyakarta (bagian Pertama)

Konser Sepenuh Cinta (KSC) 2017 telah digelar pada hari Sabtu 9 Desember 2017 yang lalu di Grand Pacific Hall Yogyakarta. Sebuah event tahunan yang memiliki visi dan misi charity, culture, dan nationalism ini sudah memasuki tahun keempat pelaksanaan. Tahun ini, konser ini memilih tema Gita, Cita, dan Cinta.

Tak seperti tiga tahun sebelumnya yang menampilkan seorang stand up comedian pada tahun pertama dan group tari berbasis budaya pada tahun kedua dan ketiga, tahun ini seluruh penampil berada di panggung membawakan lagu. Everyday Band, PSM UAJY dan KLa Project menyuarakan gita mengungkapkan cita dan menebarkan cinta.

Pukul 20.00 pembawa acara Trio 3A, Alit Jabang Bayi, Anang Batas dan Awangizm membuka perhelatan acara ini dengan dialog penuh kelucuan yang mengundang tawa penonton. Sambil secara serius menyampaikan pesan-pesan yang menjadi visi dan misi acara ini mereka berimprovisasi dengan spontanitas plesetan yang lucu dan mengocok perut. Spontanitas di antara mereka bertiga yang terjalin begitu solid adalah kekuatan trio ini. Mereka mengantarkan Everyday memasuki pentas sebagai band pembuka konser ini.

Ketika sebagian penonton masih berada di luar sambil menikmati gerimis, Everyday membuka penampilan mereka dengan “A Beautiful Day”, judul lagu sekaligus album pertama mereka di tahun 2013. Lagu dengan beat medium ini tepat dibawakan untuk mengangkat mood penonton yang masih adem ayem. Warming up dilanjutkan dengan “Swara Suling” karya Ki Narto Sabda dari album yang sama. Lagu tradisional yang mendapat sentuhan aransemen jazz sehingga terdengar lebih modern terus menaikkan suasana hati penonton.

Band beranggotakan Reagina Maria alias Riri pada vocal, Deo Prasasto pada gitar, Wiwit Yulian pada kibor, Harly Yoga Pradana pada bass dan Anggrian Hida pada drum melanjutkan penampilan mereka dengan “Tiktok” yang akan menjadi bagian di album kedua mereka. Saat membawakan “Kapan Ke Jogja Lagi”, penonton yang sudah akrab dengan lagu yang mengangkat nama mereka di blantika musik Indonesia nampak lebih hangat.

Everyday yang malam itu diperkuat juga oleh Dhara Lastarya dan  Donald Haris sebagai penyanyi latar, Rizqi Khaitsul yang memainkan kibor dan synthesizer, Ndaru Sofya yang pada sound scape dan Prasetyo Dwi Nugroho pada saksofon menutup penampilan mereka dengan “Satu” yang juga akan menghiasi album kedua mereka.

Everyday berhasil melakukan tugasnya sebagai band pembuka yang bertugas melakukan pemanasan agar energi penonton bisa maksimal pada saat bintang utama tampil. Riri mampu mengarahkan penonton terlibat ikut bernyanyi khususnya pada lagu-lagu mereka yang sudah akrab bagi penonton. Penampilan selama tigapuluh menit dari band yang menurut Adhy Prihantoro Direktur Mara Advertising adalah band yang perlu dibanggakan masyarakat Yogyakarta menutup sesi pertama acara KSC.

Trio pembawa acara kembali hadir di panggung mengingatkan penonton akan visi dan misi acara ini. Pemutaran video profil Panti Asuhan Bina Siwi, Pajangan Bantul dilakukan sebagai informasi bahwa sebagian keuntungan penyelenggaraan konser ini didonasikan untuk anak yatim piatu penyandang difabel di panti asuhan tersebut.

Kemudian penyanyi Gilbert Pohan memimpin penonton menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Inilah komitmen KSC yang menjadikan nasionalisme sebagai dasar dan konsep pertunjukan ini. Setelah lagu Indonesia Raya, penampil kedua PSM UAJY naik ke panggung menghibur penonton.

Dipilihnya kelompok paduan suara mahasiswa ini menjadi bagian KSC bukanlah tanpa alasan. Mereka memiliki prestasi internasional. Lagu-lagu tradisional menjadi bagian dari penampilan mereka di panggung lomba internasional. Pada KSC kali ini, mereka membawakan lima lagu yang dirangkai menjadi sebuah cerita. Penampilan mereka dibuka dengan “Yogyakarta” karya Anton Issoedibyo Adalah Cihuy seorang pendatang asal Maluku datang ke Yogyakarta. Menggemalah lagu yang dipopulerkan Geronimo Band pada tahun 1976. Lagu pop tersebut dikemas dalam konsep paduan suara.

Di akhir lagu, muncul suara delman yang di dalam lagu disebutkan sebagai andong yang merupakan ciri utama kota ini. Mengalunlah lagu “Naik Delman”. Di akhir lagu ini, Yuda yang adalah teman Cihuy secara tak sengaja menabrak Lusek yang kemudian emosi dan mengumpat hendak menggunduli Yuda sebagai pengantar masuk ke lagu “Gundhul Pacul”. Lagu ini dibawakan oleh PSM UAJY saat pertama kali mengikuti kompetisi International Choir Competition tahun 2012 di Hue City, Vietnam dan membawa PSM UAJY menjadi Winner of The Champion kategori Mixed Choir.

Setelah lagu tradisional Jawa tadi berkumandang, Cihuy menceritakan dia juga memiliki lagu tradisional dari daerahnya berjudul “Hela Rotan” yang kemudian dilagukan group paduan suara ini. Lagu tentang tarik tambang ini ditutup dengan kalahnya kubu Cihuy & Yuda yang membuat mereka terjatuh. Peristiwa itu membuat Yuda bertatap mata dengan Cihuy dan kemudian mereka jatuh cinta dan mengalunlah lagu “Panah Asmara” ciptaan Tohpati yang pertama dibawakan oleh Sang Legenda, Chrisye, di album terakhirnya, Senyawa (2004) dan dipopulerkan ulang oleh Afgan di album The One (2010).

Penampilan 25 orang anggota PSM UAJY ini formasinya sama dengan saat mereka berangkat ke Colombo Srilanka di APCG dan Grand Prix of the Nation. Tiga puluh lima menit penampilan paduan suara yang tidak hanya berdiri dengan tangan kanan dan kiri dipertemukan di depan perut tak hanya menghibur tapi entertaining. Paduan suara ini menjadi sangat pop. Sebuah entertainment choir.

Sambil menunggu persiapan penampilan bintang utama pada konser kali ini, pembawa acara yang menyisakan Anang Batas dan Awangizm kembali mengingatkan penonton tentang KSC yang memiliki visi dan misi charity, culture, dan nationalism dan pemutaran video profil Panti Asuhan Bina Siwi, Pajangan Bantul dilakukan kembali.

Tepat pukul 21.45 bintang utama pada konser ini, KLa Project, tampil. Ceritanya ada di tulisan terpisah.

Tj Singo
Penikmat Musik Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s