Doadibadai Hollo – Bertambah Usia dan Teruslah Berkarya

 

Kekaguman saya pada seorang Badai yang bernama lengkap Doadibadai Hollo tak bisa dipungkiri datang ketika saya mengidolakan Kerispatih sebagai band yang karyanya saya masukkan ke daftar koleksi milik saya. Bagi beberapa orang, mengidolakan sebuah band atau seorang penyanyi terjadi karena mereka suka pada lagu yang dibawakan oleh band atau penyanyi tersebut. Mereka berhenti di sana. Bagi saya kadang itu tak cukup. Sebuah karya lahir karena pencipta dan penciptaan. Orang di balik karya tersebut menjadi penting karena tanpa kreasinya, tak ada hasil yang bisa dinikmati.

Semenjak “Lagu Rindu” membuat saya jatuh cinta pada Kerispatih, perhatian saya tertuju pada lagu-lagu mereka dan saya tak boleh kehilangan kesempatan memiliki album-album mereka. Album Kejujuran Hati dimana terdapat “Lagu Rindu” bukanlah album pertama yang saya beli. Album kedua, Kenyataan Perasaan, justru merupakan album Kerispatih yang pertama saya beli di tahun 2008. Baru menyusul Kejujuran Hati di tahun 2009, empat tahun setelah album ini dirilis! Setelah dua album ini, album-album berikutnya merupakan album wajib punya alias must have.

Bertemu idola, meminta tanda tangan di album dan berfoto menjadi ritual yang saya lakukan untuk melengkapi nilai koleksi saya. Pertemuan pertama terjadi pada tanggal 10 Agustus 2008 ketika mereka manggung di festival Soundrenalin. Pada saat itu, saya baru memiliki album kedua. Pertemuan berikutnya di tahun 2009 dan saya meminta sign di album Kejujuran Hati dan Tak Lekang Oleh Waktu. Album Semua Tentang Cinta saya dapatkan dari mereka di pertemuan ketiga tahun 2010. Dan disusul pertemuan-pertemuan berikutnya.

Pertemuan-pertemuan itu bukan hanya pertemuan biasa. Dari idola mereka menjadi teman bicara yang tak keberatan dengan pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan. Perbincangan tak hanya pertanyaan “kepo” ringan yang biasanya diajukan seorang penggemar kepada idola dan sifatnya pribadi tapi saya lebih ingin tahu tentang karya-karya mereka. Kepada seorang Badai, saya tertarik bagaimana dia berkreasi. Lirik-lirik di lagunya adalah selera indera dengar dan rasa saya.

Bisa jadi saya adalah orang selo yang mau-maunya menghitung jumlah karya Badai yang dia hasilkan untuk Kerispatih. Dari seluruh lagu di semua album Kerispatih, mulai dari album kompilasi Gulalikustik sampai album terakhir, album Delapan, Badai berkontribusi sebesar 94% untuk Kerispatih. Di luar Kerispatih, dia juga membuat lagu untuk beberapa artis seperti Afgan, Agnes Monica, Astrid, Delon, Hedi Yunus, Judika, Maudy Ayunda, Mytha, Rossa dan lain-lain. Saya menikmati karya-karya yang dia ciptakan tak hanya untuk Kerispatih tapi juga untuk penyanyi lain.

Komunikasi kami berjalan lancar. Tak hanya lewat sosial media tapi juga media komunikasi lain. Semakin mengenal dia, semakin tahu betapa Badai adalah orang yang tak berhenti berkreasi. Di tengah menurunnya popularitas Kerispatih karena berbagai hal yang terjadi di dunia musik Indonesia, Badai tetaplah Badai yang terus berkarya. Album Melekat Di Jiwa dirilis ketika dunia musik Indonesia sedang dilanda demam lagu Melayu mendayu-dayu dan cengeng sehingga album ini tak begitu sukses di pasaran. Lagu-lagu di album ini tetap membuat kecintaan terhadap band ini tak pudar. Lagu “Melekat Di Jiwa”, “Kau Dan Dia”, “Lihat Hatiku” dan “Sudah Jalan Kita” semakin membuat saya kagum pada karya-karyanya.

Album Delapan adalah sebuah album dimana Badai memberi kepercayaan pada saya untuk membuat kata pengantar. Kepercayaan itu semakin menebalkan kecintaan saya pada band ini. Kepercayaan yang bernilai tinggi untuk saya. Saya berharap, album itu bisa mengangkat kembali band ini ke kancah industri musik Indonesia tapi harapan tak selalu berjalan linier dengan kenyataan. Saya tetap menikmati album ini meskipun juga dihinggapi kesedihan karena karya-karya indah di album ini tak bisa menaikkan band ini ke prestasi yang pernah dicapai di tahun-tahun sebelumnya. Nampaknya, ketidakberhasilan album ini membuat semangat Badai di Kerispatih menurun. Saya berharap dia tetap bertahan karena “perjuangan belum selesai” seperti judul karyanya di album Melekat Di Jiwa.

Semangat yang menurun itu akhirnya berujung pada sebuah keputusan besar. Satu hal yang membuat saya kurang berkenan dan bahkan sedih adalah keputusan besarnya meninggalkan Kerispatih yang dibangunnya susah payah dengan cucuran keringat dan tak jarang melibatkan air mata. Tapi saya tetap menghormati keputusannya yang disampaikan ke saya sebelum keputusan itu dieksekusi.

Selepas dari Kerispatih, Badai terus berkarya. Apa saja dikerjakannya. Hasratnya di dunia musik memang tak pernah padam. Hasratnya adalah sebuah badai yang mengguncang. Dia mendirikan band baru yang dinamai Badai Romantic Project. Naiknya single kedua berjudul “Melamarmu” yang dia katakan “gawat” semakin menambah semangatnya untuk tetap menjaga hasratnya di dunia yang membesarkan namanya. Saya beruntung bisa berbicara banyak dengannya tentang karya-karya dan dunianya saat bertemu. Kedatangannya ke Yogyakarta yang memiliki arti khusus buatnya selalu kami lewati bersama.

Badai memang badai. Karyanya terus mengalir. Dia percaya bahwa dengan berkarya dia akan terus bisa berada di dunia yang menjadikannya hidup, memberi kehidupan serta kebahagiaan tak hanya untuk dirinya sendiri tapi juga bagi orang banyak yang mendengarkan karyanya. Ini bisa dilihat dari interaksinya di sosial media miliknya. Tiupan badai memang jangan terus melanda karena bisa mengakibatkan bencana tapi karya Badai ada baiknya terus mengalir. Semoga sebuah karya yang dia simpan dan diperdengarkan pada saya ketika kami bertemu di akhir tahun 2017 akan semakin menambah perbendaharaan karya musik Indonesia.

Selamat ulang tahun Badai, seorang idola, teman bicara yang asik dan terbuka. Jangan percaya pada ungkapan “Life begins at forty.” karena your life has begun since years ago and will still continue. Sehat terus dan sukses……

 

Tj Singo
Pengagum Tidak Rahasia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s