Seruputan Kopi Optimisme Rocker

Sudah lama saya tak mengisi kolom A Cup Of Tea di sini.

Seminggu yang lalu, ada obrolan dengan seorang rocker. Dia dikenal dengan Cella Kotak. Pertemuan ini adalah pertemuan yang tertunda beberapa kali karena dia hanya satu sampai tiga hari saja berada di tengah keluarga. Selebihnya dia sibuk bekerja dari panggung ke panggung di seluruh Indonesia.

Setiap bertemu dan ngobrol dengan Cella, selalu ada hal positif yang bisa dibagikan. Topik pembicaraan pun bisa bermacam-macam. Anak muda yang memanggil saya dengan sebutan “om” ini adalah seorang pejuang. Sejarah hidupnya bisa menjadi contoh bagaimana orang berjuang sampai menjadi yang disebut orang berhasil dalam hidup.

Dari pertemuan sebelumnya beberapa bulan yang lalu, saya mendapatkan banyak cerita awal karirnya. Bagaimana dia harus bertahan hidup di tengah keganasan kehidupan ibu kota. Tapi bukan itu yang hendak saya tulis saat ini karena di pertemuan terakhir kemarin, saya lebih melihat bagaimana dia masih aktif dari panggung ke panggung setelah memiliki buah hati.

Pertemuan kami seperti mengatur jadwal bertemu seorang presiden. Hahaha….. Ini terjadi karena Cella dan Kotak memang memiliki jadwal padat. Dengan kondisi sekarang dimana seluruh personil Kotak sudah berkeluarga dan memiliki buah hati dan jadwal manggung yang masih terus mengalir, mereka semua sangatlah bersyukur. Namun, mereka sekarang juga berpikir tentang quality time dengan keluarga.

Menilik ke belakang beberapa tahun lalu sebelum mereka semua berkeluarga, Kotak termasuk salah satu band dengan jadwal manggung sangat padat. Mereka pernah mengalami manggung di tiga kota dalam sehari. Pagi di Surabaya, Siang di Solo dan malam di Jakarta. Tidak banyak musisi yang pernah mengalami seperti ini. Dan ketika Kotak mengalami hal ini, mereka adalah one of a kind.

Pertambahan usia yang dialami Kotak adalah hal yang terus membuat mereka semakin matang dan dewasa. Mata Cella menerawang jauh ke belakang menceritakan perjalanannya bersama Kotak. Dia sangat bersyukur karena Kotak dia bisa hidup. Kotak adalah kehidupannya. Bersama Kotak, dia keliling manca negara. Inggris, Amerika, Korea dan Jepang merupakan negara-negara yang pernah disinggahinya bersama Kotak.

Bekerja sama dengan para musisi senior juga sudah dijalaninya. Mulai dari Anggun yang merupakan idola sang vokalis, Tantri; group legendaris God Bless yang menjadi panutan mereka, almarhum Yockie Suryoprayogo yang menurut istilah mereka musisi yang bermain musik pakai hati dan masih banyak yang lain. Saat bekerja sama dengan Yockie, ada cerita menarik. Pada saat uji coba tata suara, mereka tertegun menyaksikan mas Yockie memainkan kibor. Tantri sampai tertegun tak bisa bersuara dan tak mampu berbuat apa-apa dan kemudian menangis sampai batal tak bisa melakukan uji coba tata suara. Btw, Kotak juga menyanyi dengan hati lho. Kalian bisa membuat merinding saat saya mendengarkan lagu “Tanah Airku” dari album terbaru kalian, Long Live Kotak (2016).

Perjalanan Kotak selama 14 tahun telah membuat mereka menjadi band yang saat ini ada di papan atas dunia industri musik Indonesia dengan segala prestasi yang mereka raih. Penghargaan yang mereka dapatkan adalah pengakuan tercatat dan kolaborasi dengan musisi-musisi hebat negeri ini semakin melengkapi portfolio karir mereka. “Konsisten dan percaya diri akan apa yang kita kerjakan adalah kunci Kotak bisa sampai sekarang,” begitu kata Cella tentang karirnya. Karir yang sebenarnya bisa saja bubar di tengah jalan kalau dia tidak memiliki dan menjalankan prinsip itu.

Soal keluarga dan jadwal manggung yang masih padat, mereka sekarang menyikapinya dengan bijak dan pasrah. Sumeleh, sak madya. Mereka percaya rejeki sudah diatur oleh yang Maha Kuasa. Mereka sadar segala sesuatu ada waktunya. Dan sekarang, keluarga adalah yang utama. Mereka ingin karir mereka terus berlanjut dan hubungan keluarga tetap terjaga prima. Kecintaan pada keluarga dan Kotak harus berjalan linier.

Cella memang seorang rocker. Tapi, saat berbicara dengannya, predikat rocker itu seakan tak ada. Dia adalah manusia biasa yang punya hati, punya ketakutan dan punya optimisme. Bertemu di warung kopi non-branded jauh dari pusat keramaian pun tak masalah. Yang penting adalah kualitas obrolan. Katanya, “artis itu klo di panggung aja, om. Nek wis ning ngisor panggung yo wong biasa.”

Jadi, hari ini saya ingin menyampaikan ini: “Tetaplah rendah hati, Cel. Awakmu wis tambah umur, mosok sek wedi karo kecoak? Jare rocker tapi koq wedi karo kecoak? Selamat ulang tahun yo, le. Terus cintai keluargamu, Kotak dan orang-orang yang sudah membesarkan dirimu. Nek mulih Banyuwangi, ojok lali nyangoni guru gitarmu sing pertama. Salah satu orang yang menjadikanmu seperti saat ini.”

Ayo, kapan nyruput kopi maneh? Karo ngenteni CD Long Live Kotak lho. Hahahaha

Tj Singo

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s