Mengenang Andika – A Tribute To Kerispatih Ala Jazz Mben Senen

Komunitas Jazz Mben Senen kembali mengadakan acara tematik. Kali ini mereka mengapresiasi karya-karya Badai di Kerispatih, A Tribute To Kerispatih. Acara ini diadakan dalam rangka mengenang Andika, sang bassist, yang meninggal dunia pada tanggal 10 April yang lalu.

Penonton telah memenuhi Bentara Budaya Yogyakarta pada pukul 21.00. Bisa jadi mereka penikmat jazz reguler di acara Jazz Mben Senen, bisa juga mereka adalah penikmat lagu-lagu Kerispatih. Yang jelas, jumlahnya jauh lebih banyak daripada penonton Jazz Mben Senen rutin.

Sebuah jam session tampil sebelum para penampil memainkan karya-karya Kerispatih. Kelompok BRAD membuka acara ini sepuluh menit sebelum pukul sepuluh malam dengan “Tak Lekang Oleh Waktu”. Lagu yang dirilis tahun 2008 ini terdapat di album yang menggunakan judul lagu ini. Komposisi ini dimainkan secara biasa tanpa improvisasi jazz. Cukup cerdik. Supaya penonton yang tak biasa dengan musik jazz tidak shocked. Kesempatan yang diberikan bassist sekaligus vokalis kelompok ini kepada penonton untuk ikut menyanyikan lagu ini cukup berhasil memancing interaksi. Paduan suara pun menggema, sebagai tanda lagu ini begitu populer dan hits.

BRAD melanjutkan dengan “Demi Cinta” masih dari album yang sama. Pada lagu ini, BRAD mempertontonkan kemampuannya mengaransemen lagu Kerispatih menjadi sebuah komposisi jazz. Saat kembali ke lagu, vokalis kembali memancing keriuhan penonton dengan menggiring mereka menyanyikan lagu yang memberikan Kerispatih penghargaan jumlah unduh nada sambung pada saat itu.

Penampil kedua adalah Ardi n Friends. Mereka membawakan “Kita Dan Dunia” dari album Kenyataan Perasaan (2007). Lagu yang jarang dibawakan oleh Kerispatih ketika manggung ini dimainkan dengan improvisasi jazz sederhana dengan dominasi suara saxophone dan sangat nyaman dinikmati. Permainan mereka berlanjut dengan “Cinta Putih” dari album pertama Kejujuran Hati (2005). Dengan pola yang sama seperti sebelumnya, Ardi n Friends memberikan sentuhan Kerispatih rasa jazz. Mak nyussss.

Tricotado melanjutkan acara tribute ini dengan membawakan “Akhir Penantian” dari album Kenyataan Perasaan dan “Cuma Manusia” dari album Kejujuran Hati. Kedua lagu yang bertempo sedang dibawakan dengan baik dengan sedikit improvisasi jazz. Group ini tepat memilih lagu “Cuma Manusia” yang di lagu aslinya terdengar dominasi betotan bass Andika dan suara kendang. “Cuma Manusia” juga termasuk lagu yang jarang dibawakan Kerispatih di saat manggung dan Tricotado menyajikannya dengan groove yang asik.

“Lagu Rindu” yang merupakan hits Kerispatih dari album pertama mereka pada acara ini dibawakan oleh Boim Pipis Di Celana. Kurangnya persiapan dari group membuat lagu yang diciptakan di siang hari saat kerinduan pada sang mantan memuncak ini lebih banyak berisi improvisasi liar – yang sah dalam sebuah permainan jazz – sedikit kehilangan roh aslinya. Padahal, lagu ini termasuk lagu yang sangat ditunggu oleh penikmat Kerispatih.

Acara untuk mengenang Andika Kerispatih ditutup oleh CahNyanyiYk. Sambil menunggu mereka, seorang penonton melakukan jam session dengan diiringi musisi yang bertebaran di sana. Walau tanpa latihan, penonton dan para musisi ini bisa membawakan “Bila Rasaku Ini Rasamu” dengan aman yang disertai paduan suara dari massa yang hadir di sana. Ini menjadi bukti bahwa karya Kerispatih sangat populer.

Sebelas penyanyi dari sekian banyak CahNyanyiYk yang hadir di acara ini membawakan “Bila Rasaku Ini Rasamu”, “Aku Harus Jujur” dan “Mengenangmu” secara medley. Tak ada jazz di penampilan mereka tapi suara-suara indah dari para penyanyi yang hanya diiringi suara piano bisa membuat merinding. Mereka bisa membuat suasana menjadi hening dan penghayatan yang mereka tunjukkan pada saat membawakan “Mengenangmu” membuat Nicky Santoso, kekasih almarhum Andika, yang hadir di acara itu terbawa emosi. Matanya sembab. Dia mencoba menahan air matanya yang hampir tumpah. Kredit layak diberikan pada CahNyanyiYk yang serius menggarap lagu secara medley dengan suasana yang sesuai dengan tema acara, mengenang kepergian seorang Andika.

Tak ada acara yang tak usai. Waktu menuju tengah malam. Saatnya Cinderella pulang dari pesta karena segala yang dia pakai di pesta akan berubah ke bentuk aslinya. Namun, sebelum pesta usai, ada kegembiraan yang perlu ditunjukkan. CahNyanyiYk menutup acara dengan membawakan “Sepanjang Usia” yang bertempo middle beat. Sebuah lagu yang disenangi almarhum Dika. CahNyanyiYk dan Tommy Bolly yang juga hadir di situ mengajak semua penonton berdiri untuk bersama bersenandung dalam keriangan ….

Sepanjang usia
Kita trus bersama
Mengarungi hidup dengan cinta
Turut kehendaknya

Sepanjang usia
Ku tak mau terpisah
Memberikan hatiku seutuhnya
Hanya kepada dirimu

Seluruh pengisi acara memiliki spirit yang sama. Mereka mengapresiasi karya-karya Kerispatih yang sebagian besar ditulis oleh Badai. Mereka memberikan sentuhan yang berbeda pada karya-karya itu dengan memberikan tambahan imajinasi liar dalam bentuk improvisasi. Musik bersifat universal. Genre pop yang dibawa oleh Kerispatih menjadi lebih kaya dan lebar dengan sentuhan jazz.

Dalam sebuah acara tribute seperti ini, ada baiknya penampil lebih memikirkan faktor kesenangan penonton. Memilih lagu yang hits dan dikenal penonton akan lebih menarik disajikan daripada lagu yang hendak dieksplorasi dan memenuhi kepuasan penampil. Penonton yang senang dan puas bisa menjadi promosi yang baik dan murah dan sebaliknya. Bahkan, kenangan yang kurang baik akan menjadi destruktif.

Para penampil di acara ini sudah menunjukkan keseriusannya tapi sayangnya keseriusan yang ditunjukkan itu tak diimbangi oleh keseriusan pemandu acara. Tugas mereka yang tak kalah penting adalah mengatur alur jalan cerita agar lebih bisa dinikmati dan dipahami maksudnya. Hal itu tak mereka tunjukkan. Mereka hanya mengantarkan siapa penampil yang akan berada di panggung. Tak adanya bangunan cerita membuat acara yang bisa disusun dengan baik ini menjadi garing. Padahal, bahan untuk menceritakan kisah hidup Andika sudah tersedia. Ketika acara hampir berakhir, baru mereka membacakan narasi. Itu pun pemenggalan kata yang bisa memberikan arti khusus dilakukan dengan ngawur.

Tugas pemandu acara tak kalah penting dalam sebuah acara seperti ini. Jadi, kalau tidak siap atau tidak mampu menjadi pemandu atau pembawa acara, ya gak usah sok bisa. Malah tidak memberi nilai tambah. Bahkan bisa membuat jengah. Buktinya, beberapa penonton beranjak pulang hanya satu jam setelah acara berjalan. Jika saja sejak awal sudah ditata, bukan tak mungkin lebih banyak penonton yang bersedia bertahan karena mereka bisa mendapatkan cerita tentang Andika yang sedang dikenang pada acara ini.

Tj Singo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s