Tentang Hak Cipta

Beberapa saat yang lalu, Doadibadai Hollo atau lebih dikenal dengan Badai berbicara tentang UU Hak Cipta atau Intellectual Property Rights di media sosial Instagram. Yang menjadi poin adalah betapa miskinnya orang akan penghargaan hak cipta. Pelanggaran hak cipta terjadi entah karena ketidaktahuan, ketidakmautahuan atau kenaifan. Badai sedang membahas tentang hak cipta di lingkungan musik atau lagu walaupun sebenarnya pelanggaran hak cipta ini bisa juga terjadi pada bentuk karya lain seperti tulisan atau foto.

Buat saya, apa yang disampaikan Badai ini adalah sebuah edukasi. Edukasi yang sangat baik agar kita bisa menghargai karya orang lain. Edukasi ini disampaikan karena keprihatinan Badai terhadap banyak orang yang dengan enak dan gampang mengabaikan hak orang lain. Dan, pelaku pelanggaran hak cipta jumlahnya tak hanya hitungan jari di kedua tangan tiap manusia.

Merebaknya sosial media juga menambah parah barisan pelanggaran. Banyak orang dengan mudahnya membawakan lagu orang lain (selanjutnya disebut pengcover) dan mengunggah hasilnya bernyanyi ke akun sosial media miliknya seperti Instagram dan YouTube dengan banyak tujuan, antara lain menambah popularitas. Dengan popularitas tersebut, diharapkan selanjutnya sang pengunggah tadi bisa mendapatkan pundi-pundi bernilai ekonomi.

Namun, mereka lupa bahwa kebahagiaan yang mereka dapat dengan bertambahnya pundi-pundi ekonomi bagi mereka ada sisi lain yang harusnya mereka penuhi. Mereka melupakan siapa yang membuat mereka bisa menjadi bernilai ekonomi yaitu sang pencipta lagu. Dan, untuk itu saya berani menyatakan bahwa mereka bersenang-senang di atas penderitaan orang lain.

Sebenarnya, apa yang disampaikan Badai tidaklah berlebihan. Paling tidak, hargailah para pencipta karya dengan memberikan kredit pada mereka. Cantumkan nama pencipta lagu dan penyanyi atau band yang pertama kali membawakan atau mempopulerkan karya tersebut.

Beberapa hari ini, saya mengamati seorang Youtuber bernama Angga Candra. Ini adalah sebuah contoh saja. Masih ada Youtuber yang juga membawakan lagu-lagu untuk memberi isi pada kanalnya. Content yang dibuat Angga cukup menarik buat saya dan akhirnya saya jatuh cinta pada karyanya yang berjudul “Semua Demi Kamu” dan “Sampai Tutup Usia”.

Tapi, setelah saya pelajari dan saya hubungkan dengan apa yang menjadi keprihatinan Badai, saya menemukan benang merah. Inilah salah satu yang menjadi keprihatinan Badai yang sangat nyata dan kasat mata. Dengan jumlah pelanggan di atas lima juta, Angga Candra bukanlah Youtuber yang bisa dipandang sebelah mata. Dia memiliki potensi nilai ekonomi yang tinggi. Di beberapa content yang sudah tersaji, dia bahkan mempromosikan barang dagang yang jelas ikut berkontribusi untuk pundi-pundi ekonominya.

Ada empat contoh yang saya tampilkan di sini. Yang pertama adalah lagu “Lagu Rindu” dari band Kerispatih. Lagu ciptaan Badai ini ada di album Kejujuran Hati (2005). Berkat lagu dan album ini, Kerispatih menyejajarkan diri dengan band-band Indonesia lain di masa pertengahan tahun 2000an.

Yang kedua adalah lagu “Puisi” karya Ardhi Nurdin alias Dadik, gitaris band Jikustik. Lagu ini lagu yang sangat populer dan sangat mengangkat penjualan album Siang (2006). Sudah ada beberapa penyanyi yang membawakan lagu ini dengan mengikuti aturan yang berlaku. Ada hitungan yang sesuai dengan perundangan yang berlaku. Resmi.

Berikutnya adalah lagu “Aku Milikmu (Malam Ini)” yang diciptakan dan dibawakan oleh Pongki Barata di album Sunrise (2011) yang bergenre country untuk memberikan pembedaan Pongki terhadap lagu-lagu romantis ciptaannya yang dibawakan penyanyi-penyanyi Indonesia dan band yang pernah membesarkan namanya. Kemampuan Pongki menciptakan lagu romantis tak usah ditanya dan lagu ini adalah salah satu buktinya.

Dan yang terakhir adalah “Melamarmu” dari Badai Romantic Project. Sebuah single yang dirilis tahun 2017 setelah Badai mundur dari Kerispatih dan membentuk band ini. Lagu ini merupakan sebuah lagu yang berisi tentang kesungguhan seorang pria yang menyatakan perasaannya pada sang wanita untuk melanjutkan hubungan asmaranya dengan lebih serius dan bertanggung jawab. Review lengkap tentang lagu ini bisa ditemukan di sini.

Keempat contoh lagu ini bisa membuka mata bagaimana sebuah lagu yang diciptakan dengan kesungguhan dan tingkat kesulitan yang tak sama sampai akhirnya menjadi karya populer dan mengangkat nama mereka. Proses pembuatan lagu-lagu tersebut tentunya adalah sebuah proses alami mereka yang ingin berkarya – yang saya yakini – tanpa berpikir tentang popularitas. Jika popularitas itu terjadi, itu adalah sebuah efek samping atau bisa dibilang bonus. Pundi-pundi ekonomi menggemuk? Itu konsekuensi logis alias imbas. Orang bekerja, Tuhan tidak diam dan memberikan rejeki pada para pembuat karya.

Kembali pada para pengcover lagu yang memanfaatkan lagu-lagu populer untuk diri mereka. Pernahkah mereka berpikir bagaimana sulitnya membuat sebuah karya? Jika iya, lakukanlah hal semestinya. Hargai pencipta lagu dengan memberikan kredit pada mereka. Jika tidak atau bahkan kemudian berkilah: “Harusnya berterima kasih pada kita, karena lagunya kita bawakan, karyanya jadi lebih populer”, silahkan memikirkan analogi ini: ada orang bekerja siang malam membanting tulang untuk menghidupi keluarga. Uang sudah terkumpul untuk memenuhi keinginan yang hendak diwujudkan, lalu uang itu begitu saja lenyap dirampok orang. Bagaimana perasaan anda? Mau?

Last but not least, hak cipta telah diatur di UUHC no 28 tahun 2014. Di sana sudah ada aturan mainnya. Jadi, jika melanggar, urusannya adalah pelanggaran hukum. Sudah siap dengan pelanggaran hukum yang dilakukan?

 

Tj Singo
Pecinta Musik Indonesia

One thought on “Tentang Hak Cipta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s