Prambanan Jazz: Festival Musik Kaum Milenial

Bagi Generasi Baby Boomer dan Generasi X, membeli barang dilakukan di toko yang umumnya menjual barang yang dikehendaki. Membeli sepatu ya di toko sepatu. Membeli baju ya di toko baju dan seterusnya. Sementara itu, bagi Generasi Milenial alias Generasi Y dan Z, pola membeli barang telah berubah. Apa yang menjadi kebutuhan mereka dapat ditemukan di satu tempat yang memfasilitasi para pedagang menawarkan berbagai macam barang jualan. Munculnya toserba atau toko serba ada dan pusat perbelanjaan di awal tahun 80-an menjadi permulaan berdirinya tempat yang lebih besar dan masal di tahun-tahun setelahnya. Mal, plaza, hypermart dan tempat-tempat belanja terpadu yang besar menjadi tujuan melakukan aktivitas pemenuhan kebutuhan.
Continue reading

Di Balik Panggung Jikustik Reunian

Waktu beranjak mendekati pukul 23.00. Beberapa orang yang bertugas di FOH (Front of House) pada pagelaran Jikustik Reunian di Grand Pacific Hall, Yogyakarta masih serius menjalankan tugasnya mengatur agar gelaran ini sesuai naskah yang direncanakan dan tetap berjalan baik dan sempurna. Masing-masing masih berada di peralatan kendali tata suara dan segala hal yang mendukung kesempurnaan acara ini. Continue reading

Ngayogjazz – Kawah Candradimuka Komunitas Jazz

Kata ‘jazz’ menjadi kata yang seksi untuk ditempelkan pada pagelaran acara musik yang disebut festival beberapa tahun belakangan ini. Sebut saja International Jazz Day, Java Jazz, Jazz Atas Awan (Dieng), Jazz Goes To Campus, Jazz Gunung (Bromo), Jazz Traffic, Loenpia Jazz (Semarang), Ngayogjazz, Prambanan Jazz, Ramadhan Jazz Festival, TP Jazz (Bandung) dan lain-lain. Dari sekian pagelaran tersebut, beberapa menyematkan jazz sebagai tempelan saja.

Musisi jazz yang tampil di pagelaran tersebut bisa dihitung dengan jari dua tangan atau dengan prosentase yang jauh lebih kecil dibanding musisi yang tidak memainkan jazz. Mereka bermain di ranah non jazz namun sangat populer. Pada satu sisi, penampilan mereka bisa menarik lebih banyak penonton namun di lain sisi bisa juga menyesatkan para pendengar musik yang tanggung pengetahuan. Mereka akhirnya menggeneralisasi semua musik adalah jazz. Continue reading

Ngayogjazz: Bahagia Di Pesta Sebenarnya

Di dalam pesta ada pita-pita
Musik yang keras juga derai canda
Di dalam pesta ada gelak tawa
T’rasa malam semakin ceria
Wooo…

Di dalam pesta buanglah duka
Biarkan saja angan-angan lepas
Di dalam pesta mari berdansa
Ambil langkah ikuti irama

Cuplikan lirik di atas diambil dari lagu “Pesta” yang dibawakan Elfa’s Singers di album kompilasi Festival Lagu Populer Indonesia 1987 ciptaan Hentriesa dan Wieke Gur. Ya. Di pesta semua orang bergembira, ada gelak tawa, semua bisa bertemu dalam ruang tanpa ada sekat di sana. Semua membaur menjadi satu.

Ngayogjazz adalah sebuah festival. Festival secara semantik bisa memiliki arti pesta. Ya, Ngayogjazz adalah sebuah pesta jazz di Yogyakarta. Jadi, kalau pesta ya gembira. Gembira bermuara pada rasa bahagia. Continue reading

Di Balik Panggung Krakatau Reunion Prambanan Jazz – Catatan Kecil Pengagum Krakatau

Di antara sekian banyak pengagum Krakatau, saya termasuk orang yang beruntung. Begitu mengagumi mereka sejak awal mereka merilis album diikuti album-album berikutnya yang totalnya hanya empat, saya yang dulu sangat berharap bisa bertemu dan mengenali mereka dengan dekat akhirnya bisa bertemu dan dekat. Dari Krakatau-lah saya bisa menikmati musik jazz yang dulu saya tidak suka.

Menonton mereka di panggung hanya terjadi satu kali pada masa mereka aktif. Itu terjadi di tahun 1987 tepatnya tanggal 24 Oktober di Sport Hall Kridosono. Masih teringat bagaimana suasana pertunjukan mereka di Yogyakarta yang dulu tak punya banyak pilihan untuk pertunjukan musik. Kerasnya volume suara yang memekakkan telinga membuat telinga berdengung ketika keluar dari tempat pertunjukan. Bagaimana mereka yang saat itu masih berusia belasan tahun sudah menjadi musisi yang luar biasa dan bagaimana saat lagu terakhir selesai dibawakan kemudian Trie Utami memeluk Indra Lesmana semuanya tak pernah hilang dari ingatan saya. Continue reading

The Power of A Song

Angel res

Percaya pada kekuatan atau khasiat sebuah lagu? Boleh percaya boleh tidak. Tapi, sebuah lagu yang diciptakan dari sebuah kebenaran bisa menggugah, menginspirasi atau memotivasi orang untuk menjadi lebih baik.

Berapa orang yang persahabatannya menjadi lebih kental setelah mendengarkan ‘You’ve Got A Friend’ dari Carole King, ‘That’s What’s Friends Are For’ dari Dionne Warwick atau ‘You Needed Me’ dari Anne Murray? Dan, berapa orang mendapat pencerahan setelah mendengarkan lagu ‘You Raise Me Up’ milik Josh Groban?

Tulus atau Muhammad Tulus, penyanyi yang mendapat penghargaan sebagai Artist Of The Year 2014 dari HAI Magazine dan album keduanya – Gajah – dinobatkan sebagai Album Terbaik 2014 oleh majalah Rolling Stone Indonesia, bisa dikatakan telah mengubah jalan pikiran beberapa orang setelah mendengar lagunya berjudul ‘Gajah’. Continue reading

Sisi Lain Seorang Bintang

Ariel & a boy

Seorang bintang memiliki ribuan penggemar dan di antara ribuan itu, selalu ada satu atau dua yang memiliki keterbatasan. Orang-orang yang memiliki keterbatasan ini kadang semangatnya mengalahkan orang yang normal ketika ia ingin menemui idolanya. Menunggu agak lama sudah mengeluh lalu pergi dan tak jadi menemui idolanya lalu berbicara bisik-bisik di belakang dengan mengatakan bahwa idolanya adalah orang yang “sombong”. Ini menjadi justifikasi satu sisi. Continue reading